
Ahmad mengajak keluarga nya masuk ke rumah, terlihat beberapa tetangga yang akrab dengan Rumi menghampiri mereka.
"Alhamdulillah Bu Rumi sudah kembali?"
ucap ibu tersebut melihat zira bersama pria yang dulu menghilang.
"loh ini bukan nya pria amnesia yang dulu hilang!"
tanya ibu itu.
"ya Alhamdulillah sekarang sudah bertemu, zira juga sudah menikah dengan Ali....Ali ini anak pemilik peternakan...."
jawab Rumi dan di anggukan oleh ibu itu.
seperti nya sebentar lagi warga kampung akan membicarakan zira yang beruntung karena menikah dengan pemilik peternakan.
Zira mengajak Ali dan Toni masuk ke ruang tamu setelah ibu itu pamit pulang.
"sebentar lagi pasti rame ngomongin zira..."
tutur zira membuat Ali tersenyum.
"biarkan saja......"
jawab Ali merangkul pundak Zira.
"kamu jangan terlalu banyak melakukan aktivitas dulu ya, ibu khawatir sama bekas operasi kamu!"
ucap Rumi membawa minuman untuk mereka.
"ya Bu di peternakan juga ada Bu darmi, Ali jamin zira Hanya akan duduk sambil ongkang kaki...."
Jawab Ali membuat Zira langsung menoleh ke arah Ali.
"masa kayak gitu!?"
zira senyum menatap wajah Ali.
"ya sekarang kan udah jadi nyonya...."
kata Ali menyentil hidung zira.
"ada gue nih.....ah dasar nyamuk..."
zira dan Ali terkekeh mendengar penuturan Toni memanyunkan bibirnya.
"ya sudah kita langsung ke peternakan aja Bu, ini udah sore juga..."
Ali beranjak dari duduknya bersama Toni yang berniat untuk bermalam beberapa hari di peternakan.
'mungkin saja nanti Alena menyusul....'
harap Toni dalam hati nya.
"ya sudah, baju kamu gimana?"
tanya Rumi, kini ia tidak bisa lagi melarang mereka bersama karena Ali berhak penuh setelah akad itu terirkar.
"yang ada di mobil saja Bu, pak...!"
jawab zira, menoleh ke arah Ahmad yang terus memperhatikan nya.
Ahmad memperhatikan kalau kini Putri kecil nya sudah menikah dan akan tinggal bersama suaminya, sejak kecil zira memang betah main di peternakan dan sekarang tak di sangka ia akan tinggal di rumah besar itu.
__ADS_1
"ya sudah kita pulang ya pak!"
Ali pamit pada Ahmad dan juga Rumi di ikuti oleh zira dan juga Toni.
"ya nanti ibu ke peternakan sama bapak ya"
zira mengangguk lalu melangkah mengikuti Ali dan Toni naik ke mobil.
Rumi memperhatikan Putri nya, secepat itu waktu berputar kini putri nya sudah bersuami.
beberapa tetangga memperhatikan zira yang naik mobil mewah bersama Ali, tentu berita itu langsung sampai di telinga Yuna.
sejak kejadian itu Yuna tak lagi tinggal bersama risky karena Yuna tahu bahwa suami nya itu hanya mencintai seseorang dan bukan dirinya, sementara zira tak mengetahui hal itu.
Darmi sudah mempersiapkan segala kebutuhan Ali dan zira, sebentar lagi mereka sampai di rumah, Reza sudah menceritakan semuanya pada Darmi, selain itu Wisnu juga memberi tahu Darmi untuk menyiapkan keperluan Ali, Wisnu juga mentransfer sejumlah uang tanpa Ali tahu.
"assalamualaikum....."
Ali turun dari mobil bersama zira, terlihat Reza dan Darmi sudah menunggu.
"walaikumsalam......"
Darmi tersenyum memeluk zira.
"Alhamdulillah.....ibu senang dengar kalian sudah menikah."
zira hanya tersenyum lalu masuk ke rumah besar itu bersama Ali dan yang lainnya.
"ibu sama bapak bukan nya di ajak kesini dulu, Darmi udah siapkan makanan banyak"
Darmi mengajak zira menuju meja makan.
"ya nanti ibu sama bapak kemari!"
"ibu dengar kamu habis operasi Ra!?"
tanya darmi, Ali menarik kursi untuk zira.
"ya tapi sekarang udah sembuh...."
Zira tersenyum memperhatikan Toni yang langsung mengambil makanan.
sementara Ali beranjak dari duduknya saat mendengar suara hujan yang baru saja turun.
"Alhamdulillah.... hujan turun!"
Ali tersenyum Mendekati mereka.
"ya, Alhamdulillah banget buat pengantin baru mah!"
ujar Toni sambil terkekeh sementara Ali hanya tersenyum sambil menoleh ke arah zira yang tak paham arti senyuman suaminya itu.
"maka nya ton, cepat nikah..
biar enggak peluk guling terus!"
Ali kembali terkekeh sementara Reza hanya diam menanggapi.
"tenang aja gue juga udah ada plening..."
Toni kembali membayang kan wajah cantik Alena.
"ogah gue malas punya adik ipar kayak Lo!"
__ADS_1
Toni malah tertawa kecil mendengar hal itu, zira memperhatikan interaksi akrab keduanya, Ali dan Toni memang begitu dekat.
"ayo makan bang, paman!"
ajak zira memperhatikan Reza tampak diam, zira tahu bahwa Rosa meniggalkan Reza dan menikah dengan kekasihnya di Malaysia.
"ayo za, makan..
sekarang mah banyak piring sama mangkuk nya jadi enggak perlu risau!"
Ali tersenyum mengingat kejadian dulu, mereka selalu rebutan piring dan mangkuk.
setelah selesai makan malam, mereka masuk ke kamar masing masing, Reza juga sudah kembali ke tempat dimana ia tinggal.
Zira masuk ke kamar bersama Ali, langkah nya terhenti melihat sekeliling kamar itu, cukup luas dengan ranjang berukuran besar dan beberapa lemari pakaian dan lemari Pajangan yang berisi beberapa buku buku.
di kamar itu juga terdapat TV dan sebuah sofa dekat ranjang.
"ayo masuk....?"
ajak Ali menuntun tangan zira mendekati ranjang dengan sprei berwarna merah muda dengan beberapa bunga menjadi corak sprei tersebut.
zira menggigit bibirnya, jantung nya berdetak kencang apa lagi saat melihat Ali membuka kemeja nya.
Ali tersenyum memperhatikan zira tampak terpaku duduk di tepi ranjang.
"Kamu kenapa sayang?"
tanya Ali mengungkung zira dengan kedua tangan nya.
zira mendongak menatap wajah tampan suami nya, pria itu selalu wangi.
zira memejamkan matanya saat Ali mengecup bibir ranum nya, mengigit nya pelan lalu memperdalam ciuman nya merebahkan tubuh zira pada ranjang tersebut.
air hujan yang turun dengan deras seakan menambah kedekatan keduanya namun Ali berusaha menahan hasratnya karena mengingat luka zira yang belum kering.
Ali melepaskan ciuman mesra nya saat nafas keduanya tersengal.
"kamu tahu dari kamar ini aku selalu memperhatikan kamu, aku tidak berani menemui mu....!"
ucap Ali menyatukan keningnya.
"aku bahagia karena aku bisa memiliki mu, dulu aku hanya berangan memeluk mu.... tapi saat ini kamu berada dalam dekapan ku!"
Ali mencium kepala zira lalu memeluk nya sayang.
pantas dulu saat Ali amnesia, ia seperti memiliki kemistri saat melihat zira tak menyangka sebelumnya ia memang sudah mencintai gadis itu, kejadian menyakitkan itu justru mengantarkan nya untuk dekat dengan pujaannya.
"kita ke kamar mandi dulu yuk...!"
ajak Ali mengangkat tubuh zira untuk membersihkan diri.
sementara Sri saat ini tengah berpikir bagaimana caranya membawa Ali kembali ke rumah nya, Sri tidak rela jika Ali meninggalkan nya begitu saja dengan semua urusan perusahaan.
Sri menoleh ke arah pintu, Wijaya menyembul masuk ke dalam kamar waktu menunjukkan pukul setengah dua belas malam.
"kamu kok baru pulang?"
tanya Sri dengan wajah tak bersahabat.
"seharusnya saat aku pulang kamu menyambut ku dengan senyum bukan muka masam seperti itu."
jawab Wijaya yang langsung masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
bersambung....