The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 98


__ADS_3

Mentari kembali menyapa sebagian penduduk bumi, Justin dan Mell sudah bangun sejak pagi bersiap dan sedang memakan sarapan nya.


Barang barang mereka sudah di siapkan sejak kemarin oleh para maid.


"Sayang, nih Abang udah buatin chicken sandwich special buat kamu" ucap Justin sambil menyerahkan piring kepada Mell.


"Hmm makasih" jawab Mell tersenyum.


"Sayang, Abang gak di bagi?" tanya Justin yang duduk di samping Mell.


Tanpa menjawab Mell mendorong pelan piring nya ke hadapan Justin, Justin menolak.


"Abang gak mau yang itu" tolak nya sedikit manja membuat Mell menaikan sebelah alis nya pertanda apa?


"Suapin" pintanya.


"Apaan sih Abang makan aja sendiri" kesal Mell kembali memakan sandwich nya hingga ada sedikit saus di sudut bibi nya.


"Kamu tuh makan nya pelan pelan dong sayang, kok sampe belepotan gini sih" ucap Justin seraya mengelap sudut bibir Mell yang terkena saus dengan jari nya kemudian dia menjilat jarinya sendiri.


"Abang makan ini, ngapain makan saus bekas aku?" kesal Mell, Justin tersenyum.


"Kenapa emang nya?Abang kan makan bekas istri Abang sendiri" jawab nya santai membuat Mell mendengus dan kembali makan

__ADS_1


"Abang gak pernah ngerasa jijik atau apapun itu sama kamu, karena kamu itu adalah bagian dari Abang" tambah nya mencium pipi Mell yang sedang makan dan seperti tidak terganggu Mell terus melanjutkan aktifitas nya.


Satu jam berlalu kini pasutri itu sudah berada di bandara di temani oleh seluruh keluarga mereka kecuali opa dan oma Mell karena mereka berada di tempat lain.


"Kalian di sana hati hati yah" ucap Mommy.


"Iya Mom" jawab Mell dan Justin bersamaan.


"Oh iya Mamah kemaren lupa tanya, kalian kapan mau buat resepsi di kota Mamah?" tanya nya.


"Nanti yah Mah, kalo untuk sekarang Mell mau istirahat sebentar" jawab Mell.


"Eh kalian tuh di sana buat kerja bukan buat istirahat" potong Bunda Justin.


"Iya maksud Bunda tuh, mereka kesana tuh buat honey month jadi butuh kerja keras biar cepet dapet momongan" potong Dianna yang juga ada di sana, dia datang dengan kursi roda di temani kekasih nya Han.


Mereka semua tertawa kecuali Mell yang merasa sedikit tidak nyaman.


"Yaudah kita jalan dulu yah" pamit Justin lalu mencium tangan orang orang tua nya bersama Mell.


"Eh Mbul, lo udah buka hadiah dari gue belum?" tanya Dianna berbisik saat Mell berpamitan.


"Sialan lo kasih gue hadiah kaya gitu, gue sampe syok tau gak pas liat nya" kesal Mell juga berbisik.

__ADS_1


"Pokok nya lo harus pake baju nya nanti pas lo honey month" ucap Dianna.


"Gak akan!" sanggah Mell yakin.


Setelah berpamitan mereka pergi dengan menggunakan jet pribadi milik keluarga pramudita.


Saat dalam pesawat Mell merasa sedikit pusing jadi dia memustuskan untuk beristirahat di dalam sebuah kamar yang cukup besar selama perjalan.


"Kepala kamu masih pusing?" tanya Justin lembut seraya mengelus kepala Mell.


"Hmm sedikit" jawab nya dengan mata terpejam, Justin ikut merebahkan tubuh nya menghadap ke arah Mell lalu memeluksan sambil memijat mijat kepala Mell.


"Tapi obat nya udah di minum kan?" tanya Justin.


"Hmm" jawab Mell yang ternyata sangat menikmati pijatan Justin, Mell memang sudah sangat terbiasa tidur dengan di peluk oleh Justin dan dia tidak pernah menolak.


"Yaudah kamu tidur yah" ucap Justin yang hendak bangun namun di cegah karena tangan Mell yang tiba tiba memeluk nya.


"Kamu mau Abang tetep di sini?" goda Justin.


"Gak, Abang pergi aja sana" jawab Mell lemas namun masih sedikit ketus, ucapa nya mengatakan agar Justin pergi namun hati dan tubuh nya menginginkan sebaliknya, tangan Mell malah semakin mengeratkan pelukan nya juga semakin membenamkan wajah nya di dada bidang suaminya.


"Abang di sini aja deh mau nemenin istri Abang yang cantik ini" ucap Justin kembali memijat lembut kepala Mell.

__ADS_1


__ADS_2