The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 92


__ADS_3

Di tempat lain saat Mell berada di markas, Justin sudah bangun dari tidur nya di tidur cukup nyenyak semalam dengan memeluk Mell.


Sayang sekali saat bangun dia tidak bisa melihat atau menemukan keberadaan Mell dalam kamar, namun saat di menoleh ke sisi bawah ranjang sudah tersedia pakaian santai milik nya dan saat dia masuk ke kamar mandi ternyata dalam buth up juga sudah ada air hangat tersedia dengan aromaterapi yang menenangkan.


Justin mandi kemudian turun ke bawah mencari keberadaan istrinya, di menemui resepsionis dan memutuskan untuk bertanya.


"Permisi" sapa Justin.


"Iya Tuan ada yang bisa saya bantu?" tanya nya sopan.


"Ah sebenarnya saya mencari istri saya, apa dia keluar pagi ini?dan yah bagaimana dengan keluarga saya?maksud saya mereka tinggal di kamar nomor berapa?" jelas nya bertanya.


"Iya Tuan, Nona Mell pergi pagi ini tapi beliau bilang akan segera kembali dan soal anggota keluarga Tuan yang lain mereka sudah pulang lebih dulu karena ingin mengantar Nona Dianna ke rumah sakit" jawab resepsionis itu.


"Oh baiklah, terima kasih" ucap Justin dan di balas senyum manis dari resepsionis itu, kemudian Justin kembali ke kamar nya.


Tak lama Mell datang sudah dengan pakaian biasa tidak seperti saat dia pergi yang menggunakan pakaian serba hitam, kini dia datang dengan balutan dress selutut dengan tatanan rambut panjang bergelombang nya yang di biarkan terurai tidak lupa heels dengan warna putih tulang dan tas kecil yang menggantung di bahu nya.


Mell masuk ke dalam kamar dan melihat Justin yang berjalan bolak balik seperti sedang gelisah di balkon kamar dengan segelas jus buah dan beberapa camilan di meja yang belum di sentuh sama sekali.


Mell mendekat, Justin yang mendengar ada seseorang yang berjalan ke arah nya sontak menoleh dan melihat Mell berdiri di hadapan nya.


"Mell" ucap nya kemudian berlari ke arah Mell dan langsung memeluk nya, Mell kaget dan melepas paksa pelukan Justin hingga membuat nya mundur beberapa langkah.


Justin yang merasa di dorong juga sama terkejut nya namun dia berusaha memahami keadaan Mell.


"Kamu dari mana aja?kenaoa pergi gak bilang sama Abang?" tanya Justin yang khawatir sambil memegang kedua tangan Mell.


Mell menepis tangan Justin "Aku bukan anak kecil yang kemana mana harus laporan" ketus Mell lalu meninggalkan Justin, belum sempat melangkah Justim sudah lebih dulu menarik tangan Mell dan memeluk nya erat, Mell berontak namun Justin justru mengeratkan pelukan nya.


"Jangan pernah pergi tanpa ijin sama Abang, sekarang kamu itu istri Abang tanggu jawab Abang!" ucap Justin dengan nada dingin.


Mell sempat terkejut tidak biasa nya Justin bicara seperti itu pada nya "Lepas!" ucap Mell.


"Gak akan!" balas Justin semakin mengeratkan pelukan nya lagi


Mell sedikit terbatuk "Aku gak bisa nafas" ucap nya sesekali mendorong tubuh Justin.


Justin melonggarkan sedikit pelukan nya namun tetap tidak mau melepaskan "Lepasin aku" ucap Mell mulai kesal.


"Bales dulu pelukan Abang, baru Abang lepasi" balas Justin santai.


"Gak!" teriak Mell.

__ADS_1


"Yaudah kalo gitu Abang akan peluk kamu sepanjang hari" ucap Justin seolah tidak peduli penolakan Mell.


"Apaan sih?lepas gak!" teriak Mell mulai gusar.


"Gak akan!" balas Justin.


Mell menghela nafas kasar kemudian membalas peluka Justin, dia bingung dari mana Justin mendapat sifat keras kepala seperti ini padahal dulu apapun yang dia inginkan selalu Justin turuti tanpa bertanya apapun.


Justin tersenyum di balik tubuh Mell dan muli menciumi kepala istrinya yang bersandar tepat di dada nya itu.


Cukup lama mereka berpelukan bahkan seperti nya Mell juga menikmatinya karena tak terdengar suara apapun dan pergerakan tubuh nya yang menandakan penolakan atas perlakuan Justin.


"Jujur aku nyaman banget di peluk kaya gini sama Abang, tapi gak tau kenapa yang ada di hati dan pikiran ku selalu tentang dia (Reyn), aku juga masih kesel karena Abang terima perjodohan ini" batin Mell.


Mell tiba tiba mendorong tubuh Justin kuat hingga membuat nya terjatuh ke lantai dan meringis.


"Aaawwh" pekik Justin memegangi pinggang nya.


"Makan nya gak usah cari kesempatan dalam kesempitan, dasar mesum" ucap Mell kemudian pergi ke kamar mandi.


Lima menit kemudian Mell keluar dari kamar mandi dan melihat Justin yang sedang duduk di sofa sedang memperhatika nya.


"Apa liat liat?" ketus Mell.


Mell mendengus kemudian duduk di pinggiran ranjang nya "Aku mau pulang!" ucap Mell.


"Kenapa?" tanya Justin.


"Ya aku mau pulang emang salah?lagian aku harus liat keadaan Dianna" ucap Mell.


"Tapi Daddy larang kita buat ke rumah kamu" ucap Justin membuat Mell menarikkan sebelas alis nya pertanda, apa?


"Ayah kasih hadiah rumah baru buat kita, katanya setelah menikah kita harus tinggal di sana" ucap Justin.


"Apa?" tanya Mell tak percaya.


"Gak aku gak mau" ucap Mell kemudian pergi meninggalkam Justin.


Justin menghadang Mell yang sudah di depan pintu "Kalo kamu gak percaya ayo kita ke mansion kamu dulu" ucap Justin.


Dan akhirnya mereka pergi ke mansion keluarga Pramudita bersama, setelah sampai di depan gerbang megah mansion Mell langsung masuk tanpa menunggu Justin keluar dari mobil nya.


"Assalamualaikum Mom Dad" sapa Mell ketika masuk.

__ADS_1


"Dimana Mommy sama Daddy?" tanya nya sendiri, kemudian seorang pelayan mendekat.


"Dimana Mommy dan Daddy saya?" tanya Mell pada maid.


"Tuan dan Nyonya ada di taman belakang Non" jawab nya sambil menundukkan kepala, tanpa bicara apapun Mell langsung berlari ke taman belakang dan menemui Mommy dan Daddy nya.


Terlihat sepasang suami istri yang sedang bercengkrama sangat bahagia di sana, sambil sesekali menikmati makanan dan minuman bersama, Mell larut dalam pemandangan itu sampai sebuah tangan tiba tiba menyentuk pundak nya pelan namun Mell kaget dan langsung memelintir tangan itu dan membalikkan tubuh menghadap pemilik tangan itu.


"Aaawwhhh sakit sakit Mell ini Abang" pekik nya menahan sakit pada tangan yang di pelintir Mell, yah tangan itu adalah milik Justin suami nya sendiri.


"Abang" ucap Mell lalu melepaskan tangan Justin.


Mendengar keributan pasutri yang sedang menikmati suasana taman itu lalu menoleh dan melihat ke arah mereka.


"Sayang" panggil Ais, Mell dan Justin mendekat dan duduk di kursi sebrang Ais dan Rio.


"Kalian ngapain?dan kenapa tangan Justin di pelintir gitu?" tanya Ais heran.


"Maaf Mom, itu tadi Abang ngagetin aku jadi yaa aku cuma refleks aja" jelas Mell.


"Mana ada Abang ngagetin, orang Abang udah pelan pelan kok" elak Justin.


"Hisss sama aja" ucap Mell kesal.


"Sudah sudah kalian pengantin baru kok malah ribut sih" ucap Justin.


"Maaf Dad" ucap Justin.


"Dad Mom aku ke kamar dulu yah mau istirahat" ucap Mell hendak berdiri.


"Eeh eh sayang mulai sekarang kamu harus tinggal sama suami kamu" ucap Ais dan Mell kembali duduk lemas mendengar ucapa Ais.


"Maksud Mommy?" tanya Mell.


"Astaga Princess nya Daddy ini, sini duduk dekat Daddy" ucap Rio merentangkan tangan nya, Mell mendekat memeluk Rio sebentar lalu memeluk Mommy nya juga yang duduk di sebelah nya.


"Dengar, Ayah sudah siapkan rumah untuk kalian berdua tinggal bersama jadi mulai sekarang kamu harus tinggal bersama suami kamu sayang" jelas Rio.


"Tapi Dad aku mau tinggal sama kalian, aku gak mau jauh jauh dari kalian nanti kalo aku kangen gimana?" tanya Mell gelisah bicara pada orang tuanya.


"Kalo kamu kangen kamu boleh kok main ke sini, bahkan kalo mau nginep juga boleh asal dengan ijin dari suami mu" jelas Ais "Bolehkan Justin?" tanya Ais melihat Justin dan di angguki oleh Justin sambil tersenyum hangat.


Ais membelai rambut putri nya "Jadi sekarang kamu harus tinggal bersama suami kamu sayang" ucal Rio dan Ais tersenyum menanggapi.

__ADS_1


__ADS_2