
Pagi datang dengan sedikit awan mendung kali ini menyisakan titik titik air hujan yang juga ikut turun seolah menggambarkan suasana hati sepasang anak manusia yang akan berpisah untuk sementara waktu.
Mell sudah tampil sangat cantik dengan balutan dress berwarna hitam dengan aksen bunga di yang menghiasi nya.
"Istri Abang cantik banget sih" ucap Justin yang baru keluar dari ruang ganti nya.
Mell tersenyum menanggapi ucapan Justin dan melanjutkan aktifitas nya memoles sedikit pewarna pada bibir nya.
Justin berjalan dan berdiri di belakang Mell, memeluk nya erat seolah tak rela untuk berpisah walau hanya sedetik saja.
"Kalau kamu tampil cantik gini Abang gak yakin bisa lepas kamu pergi" ucap Justin sendu seraya menjatuhkan dagu nya pada bahu Mell.
Mell berbalik dan mengalungkan tangan nya ke leher Justin "Maaf yah aku harus pergi sebentar, tapi aku janji kita pasti ketemu setiap weekend" ucap Mell seraya menatap mata Justin dengan penuh kehangatan.
menghela nafas sebentar "Iya kamu hati hati di sana jaga mata jaga hati inget hati kamu cuma punya aku" ucap Justin.
Mell terkekeh geli mendengar celotehan Justin bagaimana mungkin Justin seorang dokter bedah yang terkenal sangat tampan dan berbakat yang di gilai oleh banyak wanita yang menjadi incaran para ibu ibu sosialita untuk di jadikan menantu nya bisa sebucin ini pada istri nya "Hahaha apa sih Abang" ucap Mell yang masih setia dengan tawa nya.
Justin menatap tajam pada Mell namun tak di hiraukan akhir nya Justin punya ide gila yang akan membuat istri nya itu berhenti tertawa.
Cup
Cup
Cup
Yah ide gila itu adalah mendaratkan beberapa ciuman pada Mell dan benar saja hal itu langsung membuat Mell diam terpaku "Udah ketawa nya?" ucap Justin datar namun Mell masih diam.
"Abang serius, kamu hati hati di sana inget kamu itu cuma punya Abang dan gak ada satu pun laki laki yang berhak nyentuh kamu selain Abang" tambah Justin dengan sangat tegas.
Mell memeluk Justin untuk meredakan kekesalan yang melanda Justin akibat ulah nya itu "Iya aku cuma milik Abang, gak ada satu pun laki laki yang bisa sentuh aku selain Abang aku janji akan jaga diri baik baik" ucap Mell lalu melerai pelukan nya.
"Jangan marah lagi yah muaachh" tambah Mell lalu mencium pipi Justin.
Hal itu berhasil mengubah seluruh kekesalan yang ada pada diri Justin menjadi kebahagiaan, sungguh Nyonya Justin Abraham ini memang sudah menjadi moodboster bagi Justin.
"Sebelah nya belum" ucap Justin dan Mell langsung mencium pipi sebelah nya lagi namun bukan Justin nama nya jika berhenti sampai di situ.
__ADS_1
"Udah, ayo turun ke bawah aku udah laper" ajak Mell yang hendak berjalan namun Justin malah menarik tangan nya.
"Buru buru banget sih sayang" ucap nya dengan seringai nakal pada bibir nya.
"Apa?" tanya Mell bingung.
"Sebentar" ucap Justin lalu mendekatkan wajah nya pada Mell.
Mell yang sudah paham maksud dari suami itu langsung berpikir seribu cara untuk menghindar pasal nya jika terus di ladeni maka Mell baru akan bisa pergi sore nanti.
Jika biasa nya Mell akan terlihat malu saat Justin mendekati nya seperti ini maka kali ini berbeda Mell diam dengan tatapan kesal pada Justin, merasa mendapat tatapan aneh dari sang istri membuat Justin mengerti dan menahan keinginan nya.
"Iya deh iya" jawab nya lesu dan hendak pergi.
"Kalau Abang kaya gini terus aku yang gak rela buat pergi" ucap Mell dan membuat Justin berbalik lalu mendekat pada nya.
"Iya maafin Abang, Abang cuma gak yakin bisa jauh dari kamu" balas Justin menunduk.
Mell menangkup kedua pipi Justin lalu mencium bibir nya beberapa kali "Aku akan selesaikan masalah itu secepatnya biar bisa balik lagi sama Abang" ucap Mell sambil tersenyum meyakinkan suami nya itu.
Entah ancaman atau apa tapi hal itu berhasil membuat Mell menelan saliva nya dengan susah payah seolah tau apa yang di maksud suami nya itu.
"Aku akan siap kapan pun suami aku mau" balas Mell yang berusaha menahan gejolak pada diri nya lalu memeluk Justin.
Setelah sarapan Justin mengantar Mell menggunakan mobil kali ini mereka menyewa seseorang untuk menjadi supir agar Justin bisa berlama lama memeluk istri nya.
Namun mereka juga harus menjempus Siska dulu karena Mell memang sengaja mengajak Siska dalam misi nya.
"Selamat siang Tuan Nona" sapa nya saat masuk mobil, Siska duduk di sebelah supir sedangkan Mell dan Justin tentu saja di belakang.
Bagaimana sih rasa nya merelakan seseorang yang kita cintai demi orang yang juga sangat berarti dalam hidup kita?sulit?sesak?tentu saja itu yang Siska rasakan, namun melihat kebahagiaan dari mata mereka membuat Siska sadar dan mensyukuri keputusan nya dengan melepas perasaan nya pada Justin yang belum sempat terungkap.
Berbeda dengan yang di lakukan pasutri itu, Justin tak hendi henti nya menciumi kepala Mell dan memeluk nya sedangkan Mell hanya diam karena dia tau itu adalah cara Justin agar bisa merelakan dia pergi untuk beberapa bulan kedepan.
Tiga setengah jam berlalu kini Mell sudah sampai di sebuah rumah kontrakan sederhana yang dia sewa, lagi lagi Mell akan melakukan penyamaran sebagai orang biasa yang tinggal bersama keluarga sederhana.
Mell berpura pura menjadi putri dari sebuah keluarga sederhana sesuai dengan yang sudah Siska siapkan.
__ADS_1
"Sayang kamu yakin mau tinggal di sini?" tanya Justin ragu.
"Iya emang kenapa?" tanya Mell.
"Gak papa sayang Abang cuma gak mau kamu ngerasa gak nyaman" jawab Justin.
"Aku baik baik aja kok" balas Mell dengan senyuman nya.
Justin balik tersenyum "Abang bangga sama kamu, walaupun kamu dari keluarga yang sangat kaya raya tapi kamu gak malu dengan kesederhanaan seperti ini" ucap Justin.
"Apa sih biasa aja kok, lagian akukan udah biasa dari kecil hidup sederhana kaya gini bang" ucap Mell.
"Iya Abang tau" balas nya seraya mengusap lembut kepala Mell.
"Bapak ibu saya titip istri saya yah, tolong kabari saya jika ada sesuatu" ucap Justim sebelum pergi.
"Baik tuan" jawab mereka.
"Jangan panggil saya Tuan, saya bukan Tuan kalian" ucap Justin.
"Tapi_"
"Tidak apa apa pak bu kalian bisa panggil kami dengan santai bukan kah kami juga anak kalian?" ucap Mell yang membuat mereka tersenyum.
Mereka tidak menyangka bahwa yang telah membayar mereka untuk menjadi orang tua pura pura nya itu sangat baik.
"Baik Non eh Mellani" ucap ibu Asih.
"Kalau begitu saya pamit dulu" ucap Justin.
"Iya hati hati di jalan nak" ucap pak Muklis.
"Ayo aku antar ke depan" ucap Mell seraya menggandeng mesra tangan Justin.
"Kamu hati hati di sini, langsung telfon Abang kalau ada apa apa dan ingat Abang akan datang setiap weekend jadi jangan kemana mana" ucap Justin.
"Iya suami aku sayang, aku janji akan jaga diri baik baik dan akan segera selesaikan masalah ini biar bisa pulang terus kumpul lagi sama Abang" ucap Mell lalu memeluk Mell.
"Yaudah Abang pulang dulu yah" pamit Justin.
__ADS_1
"Hmm hati hati di jalan, kabarin aku kalau udah sampe" ucap Mell.