The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 99


__ADS_3

Kini mereka sudah sampai di kota tujuan mereka dan hal pertama yang mereka lakukan adalah pergi ke hotel yang sudah Rio persiapkan Queen'BR Hotel yang tanpa di ketahui siapapun kecuali Liam selaku manager hotel sebenarnya adalah hotel milik Mell.


"Selamat datang tuan dan Nona Abraham" sapa manager menundukkan kepala diikuti beberapa staf khusus nya.


"Terimakasih" jawab Justin.


"Perkenalkan nama saya Liam manager hotel ini" ucap Liam mengenalkan diri.


"Mari ikut saya Tuan Nona, biar barang kalian di bawa oleh staf kami" tambah nya lalu mengantarkan Justin dan Mell menuju Presidential Sweet Room, sebuah kamar khusus seperti milik nya yang ada di nagara nya, kamar yang hanya bisa di masuki oleh pemilik nya dan tidam bisa di masuki sembarang orang bahkan staf kebersihannya pun khusus adanya.


"Silahkan Tuan Nona, ini kamar khusus untuk Tuan dan Nona" ucap Liam setelah membukakan kamar mereka, beberapa staf masuk dan membereskan barang barang mereka.


Setelah selesai mereka kembali berkumpul di belakang Liam, semua staf kebersihan yang di tugaskan untuk merawat kamar khusus ini sudah tau bahwa hotel ini adalah milik Mellani yang juga adalah pimpinan tertinggi kelompok mafia Black Rose, karena semua staf juga anggota mafioso yang pekerjakan khusus menjaga kamar ini dan sebuah ruangan di sebrang kamar itu yang tak lain adalah ruang kerja Mell sama seperti cabang cabang yang ada di kota atau negara lain.


"Apakah ada yang ingin Tuan dan Nona butuhkan lagi?" tanya Liam sopan.


"Tidak, kami hanya ingin istirahat sekarang" jawab Justin sopan.


"Baiklah, jika perlu sesuatu Tuan bisa hubungi saya langsung kalau begitu saya permisi selamat malam selamat beristirahat Tuan Nona" balas Liam kemudian membungkukkan badannya diikuti para staff dan mereka pergi.


"Abang mandi dulu yah" ucap Justin yang melihat Mell sedang berbaring di ranjang sambil memejamkan matanya marena lelah.


"Hmm" jawab nya.


Dua puluh menit berlalu kini Justin sudah keluar dengan pakaian tidur nya dia bahkan sudah mengeringkan rambut nya juga.


Justin berjalan menuju ranjang dan menghampiri Mell yang sedang tertidur untuk membangunkan nya.


"Mell bangun kamu mandi dulu sana" ucap Justin sambil menggundang tubuh Mell pelan, cukup lama Justin melakukan nya namun Mell tidak bergeming dia hanya menggeliat sesekali.


"Oh jadi kamu gak mau bangun nih?Abang cium deh biar kamu bangun" ancam Justin namun Mell tidak bergeming.


Justin tidak ingin Mell tidur tanpa mandi karena itu tidak akan nyaman untuk Mell, akhirnya Justin menghujani Mell dengan ciuman di seluruh wajah nya sambil sesekali menggelitik nya sampai Mell tertawa dan bangun dari tidur nya.


"Abang geli ih apaan sih udah udah ampun" ucap Mell sambil tertawa.


"Oh kamu modus yah gak bangun bangun dari tadi biar Abang ciumin kaya gini" goda Justin sambil menciumi Mell lagi namun Mell berusaha menghindar.


"Apaan modus?nggak lah Abang tuh yang modus ngapain cium cium aku pas aku lagi tidur" elak Mell, sebenar nya Mell sudah mau bangun tadi namun mendengar ancaman Justin membuat nya mengurungkan niat dan ingin melihat sejauh mana Justin berusaha membangunkan dia sampai pada akhirnya Justin merealisasikan ancaman nya dan benar benar menciumi Mell di seluruh wajah nya hingga Mell tidak kuat untuk berpura pura lagi.


"Yaudah mandi dulu sana, atau mau sama Abang mandi nya?" goda nya lagi.


"Hisss" dengus Mell lalu berlari menuju kamar mandi.


Setengah jam berlalu Mell sangat menikmati berendam di dalam buth up dengan campuran aromaterapi dan taburan kelopak mawar merah.


Mell keluar hanya menggunakan mantel mandi karena dia lupa membawa pakaian nya tadi.


Mell berjalan menuju ruang ganti lalu membuka lemari pakaian nya.

__ADS_1


"Apa apaan ini" pekik Mell membelalakan matanya terkejut dengan semua model baju tidur nya.


"Dianna kurang ajar" kesal Mell.


Jadi Dianna dan Han memang sengaja menukar koper milik Mell yang sudah maid nya siapkan dengan koper yang Dianna siapkan, yang isi baju tudur nya dia ganti dengan lingeri yang sangat seksi.


"Gimana gue bisa keluar kalo gini cara nya?" ucap Mell kesal.


Sepuluh menit berlalu namun Mell belum juga keluar dari ruang ganti nya.


"Sayang, kamu masih di dalem?" panggil Justin.


"Sayang" tetap tidak ada jawaban.


"Abang masuk yah kal_"


"Jangan" potong Mell berteriak.


"Yaudah kamu cepetan keluar" ucap Justin lalu kembali ke ranjang nya.


lima menit kemudian Mell keluar masih dengan menggunakan mantel yang tadi dia gunakan setelah mandi.


"Loh kok kamu masih pake mantel sih?" tanya Justin.


Mell tidak menjawab tapi langsung merebahkan dirinya membelakangi Justin, menutup semua bagian tubuh nya menggunakan selimut dan yang terlihat hanya sedikit rambutnya saja.


"Kamu sakit?"


"Coba Abang check?" tambahnya menarik paksa selimut yang Mell gunakan.


"Abang apa sih" bentak Mell kesal.


"Ya kamu kenapa?" tanya nya lembut.


"Aku gak papa udah jangan ganggu aku" bentak Mell lagi.


"Oh jadi Abang ganggu kamu?" ucap Justin kecewa membuat Mell merasa bersalah entah mengapa suara itu membuat nya terenyuh seakan teriris.


Menghela nafas "Yaudah kalo gitu Abang pesen satu kamar lagi aja yah" tambah nya kemudian beranjak dari tempat tidur, Mell tidak bergeming namun saat Justin membuka pintu Mell bicara.


"Maaf, aku gak maksud ngomong gitu" ucap nya masih dengan menyelimuti tubuh nya.


"Gak papa Abang ngerti kok, kamu pasti gak nyaman harus tidur sama Abang" ucap Justin hendak keluar.


"Aku gak bilang gitu" teriak Mell lalu duduk sambil menatap punggung suami nya membuat Justin menghentikan langkah nya dan tersenyum.


Dia berbalik menatap Mell lalu menghampiri nya, Mell tidak pernah kalah soal sorot mata tajam naum kali ini entak bagaimana bisa dia malah menunduk.


Justin semakin mendekat dan duduk di samping Mell, meraih dagu nya dan membuat mereks bersitatap.

__ADS_1


Justin menatap Mell sangat lekat wajah mereka sudah saling berhadapan hanya tinggal beberapa senti lagi, Mell bisa merasakan deru nafas hangat suami nya tanpa sadar dia memejamkan mata, merasa mendapat ijin Justin semakin mendekatkan wajah mereka hingga kedua bibir itu menyatu, Mell bisa merasakan sesuatu yang sangat kenyal menyentuh bibir nya namun dia tetap diam karena tidak tau harus berbuat apa, Justin mengigit pelan bibir Mell sampai terbuka lah bibir itu lalu ********** pelan dan sangat lembut, pagutan demi pagutan terjadi membuat cium*n mereka semakin dalam sampai Mell benar benar kehabisan nafas dan memukul mukul dada Justin pelan.


"Nafas dong sayang" ucap Justin tertawa kecil melihat istri nya kehabisan nafas.


"Abang mau bunuh aku" kesal Mell.


"Mana mungkin?justru Abang selalu berdoa kalau pun nanti tuhan memanggil salah satu di antara kita semoga sehari sebelum kamu, Abang duluan yang di panggil karena Abang gak akan sanggup bertahan walau cuma sehari dari kamu" jawab Justin.


"Gausah ngaco deh" kesal Mell kembali berbaring.


"Jadi Abang boleh tidur sini?" tanya Justin.


"Hmm" jawab Mell.


Justin merebahkan tubuh nya di samping Mell yang membelakangi nya.


"Kamu kenapa sih masih pake mandel mandi gini?" tanya Justin menyentuh bahu Mell.


"Gak papa" ketus Mell.


Justin beranjak dari tempat nya dan berjalan ke ruang ganti "Abang mau kemana?" tanya Mell.


"Abang mau ke ruang ganti" jawab nya sambil terus berjalan, Mell panik dia takut Justin akan melihat lemari pakaian nya.


"Abang jangan kesana" teriak nya sambil berlari namun tali mantel nya justru lepas tanpa dia sadari.


Mell menarik tangan Justin membuat mereka saling berhadapan, Justin melihat mantel mandi yang Mell kenakan terbuka dan terlihat lah tubuh nya yang ternyata memakai lingeri berwarna hitam yang sangat seksi.


"Sayang kamu_" ucap Justin menunjuk ke arah Mell.


Mell tersadar dan segera menutupi tubuh nya dengan mantel itu.


"Kamu kenapa pake lingeri?mau godain Abang yah?" ucap Justin jahil.


"Hiss dasar suami mesum, sini" Mell menarik tangan Justin menuju lemaru pakaian nya lalu membuka nya.


"Lihat nih" tunjuk Mell pada Justin.


"Astaga sayang kamu siapin lingeri sebanyak ini?" tanya Justin semakin menggoda Mell.


"Niat banget sih kaya nya" tambah nya tanpa melihat wajah Mell yang sudah kesal.


"Bukan aku, tapi Dianna sama kak Han yang lakuin ini" kesal Mell.


"Oh yah?selera mereka bagus juga yah" jawab Justin memandang gantungan lingeri itu.


"Apaan sih, Abang tuh sama aja tau gak kaya mereka!" kesal Mell berteriak lalu kembali ke tempat tidur dan menutupi seluruh tubuh nya.


Lanjooot yooookk

__ADS_1


__ADS_2