
Mell tidak pulang ke rumah nya setelah melenyapkan Alex, ia tidur di kamar pribadi di markas nya begitu pun dengan Han dan Siska.
Kebetulan besok adalah weekend jadi Mell beralasan untuk menginap di rumah teman nya.
Pagi ini Mell bangun lebih awal ia memulai latihan dengan katana kesayangan nya karena itu adalah hadiah dari sang Daddy di hari ulang tahun nya.
Han dan Siska yang juga sudah bangun hanya memperhatikan Mell dari balik kaca, karena Mell berlatih dalam ruangan yang bagian pintu nya adalah kaca sampai ke ujung ruangan, jadi yang di lakukan di dalam sana bisa terlihat tapi bisa juga berubah jadi kaca satu arah atau yang di dalam bisa melihat area luar sedangkan yang di luar tidak bisa melihat area dalam.
"Lihat anak itu Lien..sangat berambisi, dendam nya pada orang yang telah membuat orang yang paling dia sayang terluka telah menjadikan dia seorang gadis yang sangat mengerikan ketika murka" ucap Han sendu lalu menunduk mengingat bagaimana terpuruk nya Mell saat itu.
"Iya lo bener, dia punya wajah yang sangat manis semanis anak kucing tapi ketika marah_" jawab Siska menghela nafas.
"Malah seperti senior nya Kucing" lanjut nya.
"Hah?" tanya Han bingung.
"Iya senior nya kucing, harimau" lanjut nya terkekeh.
"Kalau kalian masih mau main - main lebih baik pergi dari sana" teriak Mell tiba - tiba membuat Han dan Siska gelagapan dan langsung menghampiri Mell.
__ADS_1
"Ambil ini" Mell melempar katana pada Han dan Siska, dan langsung menyerang mereka berdua.
Mell berhasil membuat Siska mundur setelah 2 jam berlatih tanpa henti sedangkan Han masih bertahan walaupun ia juga sudah lelah, sejam kemudian Han pun terkapar tak berdaya dan di sambut tawa mengejek dari Siska.
"Lien, panggil tiga orang lagi" perintah Mell.
"Lo yakin Queen, lo udah 3 jam ga istirahat loh" ucap Siska tak percaya.
"Lo ngeraguin gue" tanya Mell yang mulai kesal.
"Ok gue panggil" pasrah Siska, kemudian 3 orang berbadan kekar masuk dan melawan Mell, tapi mereka semua juga di buat terkapar oleh Mell bahkan salah satu dari mereka terluka di bagian lengan nya.
"Keluar, obatin luka kalian" perintah Mell.
"Maaf untuk luka nya dan ambil ini" lanjut nya tersenyum manis walaupun memakai masker dan memberikan amplop untuk 3 anak buah nya itu.
"Ini yang bikin gue suka sama lo Mell, seganas dan se kejam apapun lo tapi soal sopan santun dan penempatan keadaan lo yang terbaik, lo tau kapan lo harus marah dan kapan lo harus baik, lo tau cara menghargai orang lain, dan lo gak pernah menghukum orang yang gak salah sama lo bahkan lo ga malu buat minta maaf sama bawahan lo sendiri" batin Han.
"Queen" panggil Siska pada Mell yang masih berlatih sendiri.
__ADS_1
"Hmm" jawab nya yang masih fokus pada katana nya.
"Gue mau ngalihin perhatian Queen, biar dia istirahat lo bantuin dong" bisik Siska pada Han.
"Queen" panggil Han kemudian namun tidak di gubris oleh Mell, tak lama Mell berhenti dan menghela nafas panjang lalu berteriak sangat kencang sampai menggema membuat Han Siska dan semua anak buah nya Berkumpul dengan cepat.
Mell yang menyadari itu langsung berbalik dan memerintahkan anak buah nya untuk bubar.
"Kenapa" tanya Mell dingin.
"Hmm kita cuma penasaran kenapa lo selalu pake katana itu setiap kali lo latihan di sini" tanya Siska takut dan membuat Mell menyeringai.
"Gue tau lo berdua cuma mau bikin gue berhenti latihan kan" tebak Mell benar dan membuat Han juga Siska gelagapan karena Mell tau rencana kecil mereka.
"Pertama gue gak suka ada orang yang ganggu waktu latihan gue, ingat itu" ucap Mell.
"Kedua jangan pernah coba alihin perhatian gue ketika latihan" lanjut nya dan mereka hanya mengangguk paham.
"Kalian penasaran sama katana ini kan" tanya Mell memandangi katana nya.
__ADS_1
"Katana ini hadiah dari Daddy dan Mommy di hari ulang tahun gue yang kelima tahun, ulang tahun terakhir yang gue rayain bareng Mommy sebelum peristiwa itu terjadi" ucap Mell lirih, ada raut kesedihan dan api dendam dalam mata nya.
"Dan gue udah bersumpah kalau gue akan balas perbuatan orang - orang itu sampai ke akar - akar nya dengan katana ini, gue bersumpah akan hancurin semua keturunan mereka sampai benar - benar habis" lanjut nya yang mulai mengeluarkan air mata namun telaga bening itu tak kunjung jauh ke wajah mulus Mell, sedangkan Han dan Siska hanya bisa menelan saliva nya berkali - kali mendengar ucapan Mell yang seperti sayatan bagi mereka.