The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 162


__ADS_3

Mell senang akhirnya dia tidak perlu takut Justin akan tau siapa sebenarnya nya dia di dunia bawah alias peran nya sebagai ketua mafia Black Rose.


"Ehem" dehem Justin.


"Kenapa?" tanya Mell menoleh ke arah Justin.


"Seinget Abang tadi ada yang mau ngucapin makasih lho" ucap nya.


Mell terkekeh dan langsung menghambur ke dalam pelukan Justin "Aku sayang Abang, maaf karena dulu pernah nolak Abang" ucap Mell.


"Gak papa yang penting sekarang gak di tolak lagi" jawab nya lalu langasung menggendong Mell dan membawa nya ke ranjang king size mereka.


Mereka tidak benar benar melakukan itu Justin hanya memeluk Mell sepanjang malam saja dia juga tidak tega jika harus membuat istri nya ini kelelahan apalagi di saat awal kehamilan nya seperti sekarang.


"Abang..Abang udah tidur?" panggil Mell.


"Udah..Abang udah tidur" jawab Justin dengan mata terpejam sambil memeluk Mell.


Mell mendongak lalu terkekeh melihat tingkah suami nya itu.


"Dasar yah" ucap Mell sambil mencubit pinggang Justin hingga dia tertawa lepas.


"Aduh aduh ampun sayang ampun" pekik Justin di tengah tawa nya

__ADS_1


"Rasain siapa suruh kamu seneng banget jahilin aku" dengus Mell sambil mengerucutkan bibir nya.


Justin tak tahan di kecup nya bibir yang membuat nya candu hingga mabuk kepayang itu.


Mell membelalak walaupun sudah sering Justin melakukan nya namun dia tetap saja terkejut jika mendadak seperti saat ini.


"Iih Abaaang" rengek Mell.


"Abang kangen banget sama kamu" ucap Justin setelah berhasil menenangkan Mell.


"Oh yah?kok aku biasa aja yah" bohong Mell.


"Masa?" tanya Justin dan Mell mengangguk.


"Mau kemana?" tanya Mell santai.


"Yaa keluar ajaa siapa tau ada cewek cantik di sana" jawab Justin asal.


"Jangan berani turun dari ranjang ini kalau kamu masih mau hidup" ucap Mell dengan tatapan yang berbeda saat Justin hendak menapakkan kaki nua ke lantai.


Mata Mell sedikit memerah tangan nya mengepal kuat bangkan hingga bergetar namun bukan karena ingin menangis tapi lebih seperti menahan sesuatu dalam benak nya.


"Hei sayang kenapa?Abang cuma bercanda, Abang gak ada maksud kaya gitu" jelas Justin saat melihat Mell.

__ADS_1


Justin mengusap lembut kepala Mell lalu memeluk nya " Maaf sayang Abang gak akan meninggalkan kamu maaf maaf maaf" tambah Justin sungguh sunguh karena niat nya memang hanya ingin menggoda Mell saja.


Mell yang berada dalam pelukan Justin masih di temani dengan amarah nya, ia meremas kuat kuat piyama tidur Justin hingga kancing kancing nya terlepas "Aku lebih ikhlas pria ku di ambil tuhan dari pada wanita lain" geram Mell dengan suara khas nya saat menghadapi musuh musuh nya.


Meski sangat terkejut dengan ucapan Mell dan nada bicara nya namun Justin tetap bersikap tenang dia sadar bahwa untuk melunakkan Mell dia tidak bisa menggunakan kekerasan namun harus dengan kesabaran ekstra dan kelembutan cinta.


"Lebih baik Abang mati dari pada harus mengkhianati kamu" balas Justin tagas dengan penuh keyakinan.


Mell mendongak, mata semula merah kini sudah kembali bersinar "Maaf" lirih Mell, hanya kata itu yang saat ini mampu ia ucapkan.


"Abang yang harus nya minta maaf, maaf sayang maafin Abang..Abang gak akan pernah pergi" balas Justin.


"Aku gak akan rela liat kamu sama perempuan lain" ucap Mell, Justin tersenyum.


"Cieee yang udah cinta banget sama suami nya" goda Justin.


Mell tidak mengelak dia Justru mendongak untuk bisa menatap wajah suami nya.


Dengan lembut Mell ******* bibir Justin yang terlihat menggodaa di hadapan nya itu "Iya, iya aku jatuh sejatuh jatuh nya sama laki laki di hadapan aku ini dan aku sangat mencintai laki laki yang sekarang sudah menjadi suami aku dan calon ayah dari anak anak ku..kenapa?ada masalah?" tanya Mell setelah melepas tautan mereka.


Justin tersenyum lalu kembali ******* bibir Mell "Kamu gak salah justru aku malah takut kalau kamu gak cinta sama Abang" balas Justin setelah melepas lagi tautan mereka.


Mereka kembali saling memeluk dan tidur hingga pagi menjelang..

__ADS_1


__ADS_2