The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 93


__ADS_3

Ais membelai rambut putri nya "Jadi sekarang kamu harus tinggal bersama suami kamu sayang" ucal Rio dan Ais tersenyum menanggapi.


"Aku ke kamar sebentar boleh kan" ucap Mell menunduk, Rio dan Ais mengerti perasaan putri nya mereka mengijin kan.


Mell masuk ke kamar nya, tidak berubah sama sekali gumam nya dalam hati tak lama dia mulai duduk di sisi ranjang sambil memeluk lutut nya, bibir nya mungkin masih bisa tersenyum namun sayang mata nya tidak bisa berbohong, telaga bening itu seolah hadir mewakili semua rasa yang ada dalam hati nya kini gadis itu tak dapan menahan lagi, telaga itu seolah tak mampi di bendung tepian nya sehingga jatuh begitu saja, suara isakan terdengar sesekali sampai Ais yang tiba tiba duduk di samping nya lalu mulai memeluk putri nya, yah tadi Ais menyusul Mell dan saat di depan kamar ternyata pintu nya tidak di tutup rapat, ketika mendengar isakan Ais langsung masuk dan menemukan putri nya sedang dudu di bawa tepi ranjang.


"Mommy" lirih nya kemudian tak dapat lagi menahan, tangis nya pecah begitu saja dalam dekapan sang Mommy.


Hati Aia seolah teriris melihat putri nya menangis seperti ini, namun dia tidak boleh lemah menghadapi keras kepala putri nya ini.


Ais melepas pelukan mereka dan mengusap air mata Mell "Sayang dengar Mommy baik baik, kamu sudah lama kan kenal sama Abang?kamu juga dulu dekat sama Abang, tapu kenapa sekarang kamu malah benci sama Abang?" tanya Ais.


"Aku gak tau Mom tapi yang pasti aku benci perjodohan ini, di hati aku masih ada orang lain" ucap Mell.


"Tapi kenapa kamu gak pernah bilang sama Mommy dan Daddy kalau kamu ingin bersama dengan orang lain?" tanya Ais yang sedikit terkejut mendengar alasan putrinya.


"Karna aku gak mau bersama dengan dia Mom?" ucap Mell kembali diiringi tangis nya.


"Di satu sisi aku sangat mencintai dia tapi di sisi lain aku juga sangat membenci dia Mom dan aku sadar banget kalau dia bukan orang yang baik buat aku, tapi mau gimana lagi di hati dan pikiran, ku selalu ada dia dia dan dia" tambah nya semakin menangis, rasa nya baru kali ini Mell berani berinteraksi dengan Mommy nya sampai seperti ini.


"Apa yang kamu mau?kamu mau di kembali?atau dia pergi?" tanya Ais, dia ingin meyakinkan diri nya juga.


"Aku mau lupain dia tapi aku gak bisa, rasa sulit sekali Mom hikss hikss" jawab Mell yakin tapi kemudian kembali menangis.


Ada senyuman di wajah Ais, ternyata putri nya ini sangat lugu pikir nya, dia ingin melupakan tapi tidak tau cara nya dan dia melampiaskan itu pada suami nya.


Sekarang Ais yakim bahwa Justin bisa membuat Mell jatuh cinta pada nya suatu hari nanti tapi dia juga harus sangat sabar menghadapi segala sikap Mell sebelum Mell benar benar bisa melupakan seseorang di masa lalu nya.


Ais menangkup kedua pipi Mell dan membuat mereka bersitatap "Dengar dan ingat baik baik ucapan Mommy Mellani" ucap nya serius, setiap kali Ais memanggil nama Mellani berarti dia tidak main main dengan kata katanya.


Mell berhenti menangis "Kalo itu yang kamu rasakan, berarti kamu hanya belum bisa melupakan nya, kamu seperti itu karena kamu terbiasa bersama dia kamu terbiasa menghabiskan waktu mu bersama nya sehingga itu mempengaruhi jiwa mu yang seolah tidak bisa hidup tanpa nya" ucap Ais.


"Yang harus kamu lakukan adalah memberikam waktu agar jiwa mu sembuh dan terbiasa tanpa nya, kamu juga membutuhkan seseorang yang selalu bisa bersama dengan mu" tambah nya.

__ADS_1


"Mommy mau kan temenin aku" ucap Mell menyentuh kedua tangan Mommy nya yang ada di pipinya.


Ais tersenyum "Mommy mau tapi Mommy gak bisa" ucap nya membuat Mell menunduk lalu Ais kembali menegakkan kepala nya.


"Mommy bukan orang yang tepat sayang, kamu tau siapa orang yang mau dan bisa membantu kamu dan yang selalu siap melakukan apapun untuk kamu?" tanya Ais dan Mell mulai berfikir.


"Daddy" sebut nya tapi Ais menggeleng pertanda bukan.


"Terus siapa Mom?kalo orang tua aku aja gak mau bantu anak nya terus siapa lagi?" tanya Mell frustasi dan bingung.


Ais tersenyum "Suami kamu" ucap Ais membuat Mell diam dan menatap nya.


"Suami mu adalah pengganti orang tua mu, karena dia yang akan membimbing dan mengajari mu dengan lembut setelah orang tua mu, dia yang akan memarahi dan mengingatkan mu setelah kami orang tua mu, dia yang akan menemani mu tidur setelah kami dia yang akan selalu ada bersama mu setelah kami" tambah nya.


"Abang?" pekik Mell bertanya.


"Iya, dan karna itulah seorang anak perempuan di perboleh kan meninggalkan rumah orang tua nya setelah menikah, karna itulah seorang istri harus mengikuti perkataan suami nya dan karna itulah seorang istri harus menghormati dan melayani suami nya" jelas Ais.


"Kamu mungkin belum mencintai suami mu tapi kamu tetap wajib untuk menghormati dan menuruti semua perkataan nya selama itu memang baik untuk di lakukan sayang dan cobalah untuk membuka hati mu untu nya" tambah Ais.


Mell tersenyum "Mell janji Mom" ucap nya menyatuka kelingking mereka lalu tertawa bersama.


"Sekarang mandi lah kamu harus terlihat segar dan cantik saat menemui suami kamu, Mommy akan panggil Justin kesini nanti" ucap Ais dan Mell menurut.


Ais keluar dari kamar putri nya sambil mengusap bekas ais matanya dengan perasaan lega karena bisa meringankan beban putrinya sekaligus menjelaskan bagaimana dia harus bersikap sebagai seorang istri.


Setengah jam berlalu kini Mell sudah sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandinya, dia berjalan dan sedikit terkejut melihat Justin sedang tidur di ranjang milik nya.


Mell berlalu pergi ke ruang ganti dan mengganti baju nya, memoles sedikit make up pada wajah nya.


Setelah selesai dia kembali ke kamar dan mendapati Justin masih tidur dengan pulas nya, lalu dia pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat dengan aromaterapi yang menenagkan.


Mell keluar dari kamar mandi dan duduk di sebelah Justin dia berniat untuk membangunkan nya.

__ADS_1


"Abang" panggil nya.


"Abang bangun ini udah siang, ayo makan abang belum makam kan"


"Abang bangun, aaaakkh" bukan nya bangun Justin justru menarik tangan Mell hingga jatuh dan membuat nya berada di atas Justin.


Justin mulai membuka mata nya perlahan masih berusaha mengumpulkan nyawa nya "Cantik" gumam nya.


Cup


Satu kecupan di bibir nya membuat dia membelalakan mata nya dan melihat wajah Mell tepat di atas nya.


Mell merasa malu dengan yang dia lakukan "Apa yang gue lakuin, bodoh" batin nya merutuki perbuatan nya sendiri.


Mell bangun dari posisi nya "Ayo bangun, aku udah siapin air hangat buat Abang mandi" ucap Mell berusaha menutupi kegugupan nya.


Justin juga ikut bangun, dia sama terkejut nya dengan tindakan Mell karena baru kali ini Mell mencium nya tanpa ada paksaan dari siapapun itupun ciuman di bibir.


"Abang kenapa?" tanya Mell padahal dia juga tau Justin pasti terkejut dengan tindakan nya.


"Ah nggak kok gak papa" jawab nya berusaha tersenyum.


"Oh iya tadi kamu bilang apa?" tanya nya.


"Aku bilang ayo makan, tapi Abang mandi dulu yah aku udah siapain air hangat nya di kamar mandi, terus itu baju Abang juga udah aku siapin" jawab Mell menunduk.


"Kenapa Mell menunduk saat bicara?apa dia merasa malu dengan tindakan nya barusan" batin Justin senang.


"Ok tapi Abang mau cium dulu" ucap nya membuat Mell mendongak dan mendengus kesal.


"Gak mau" tolak Mell memalingkan wajah.


"Yaudah kalo gitu Abang gak mau mandi ah" jawab Justin yang ingin kembali merebahkan diri namun dengan cepat Mell mencium Justin lalu berlari keluar dari kamar.

__ADS_1


"Manis banget sih" ucap Justin memandangi kepergian Mell.


__ADS_2