The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 89


__ADS_3

Pesta belum usai kini waktu sudah menunjukkan jam makan siang dan sebentar lagi Mell harus mengganti gaun pernikahan nya.


"Aku laper" gerutu Mell yang sedang duduk di atas pelaminan bersama Justin.


"Kamu laper?Abang ambilin makanan yah" ucap Justin.


"Gak usah" ketus Mell kemudian memanggil Dianna untuk mengambilkan makanan untuk nya.


"Nih Mbul" ucap Dianna memberikan sepiring makanan pada Mell namun porsi nya sangat banyak jika harus di habiskan sendiri.


"Lo gila yah, gue emang laper tapi gak sebanyak ini juga kali" ucap Mell menatap kesal pada Dianna.


"Ini Bunda yang ambilin katanya suami lo juga belum makan, jadi ini buat kalian" jawab Dianna.


"Ya kenapa gak ambil dua piring aja sih" ucap Mell masih kesal.


"Ini permintaan Bunda, katanya suami lo dari pagi belum makan apa apa" jawab Dianna.


Justin yang sedikit mendengar pertengkaran dua sahabat itu ikut bicara, lalu Dianna pergi.


"Makan lah, Abang nanti makan setelah kamu selesai" ucap Justin.


"Ambil ini" ucap Mell menyerahkan piring nya namun memalingkan wajah.


"Kamu makan dulu nanti Abang makan bekas kamu" ucap Justin menyerahkan kembali piring nya.


"Mana bisa begitu, Daddy gak pernah makan bekas Mommy begitupun mamah dan papah, aku gak mau kecewain mereka" batin Mell.


"Bunda suruh kita makan bareng" ucap Mell masih dengan ketus nya.


"Kalo kamu keberatan kamu makan aja duluan, soal Bunda biar nanti Abang yang jelasin" ucap Justin tersenyum.


Entah kenapa Mell merasa kesal karena Justin menolak makan bersama nya padahal bukan itu maksud Justin, dia hanya tidak ingin membuat Mell merasa tidak nyaman jika makan satu piring dengan nya.


Mell menaruh piring di pelaminan dengan emosi dan pergi meninggalkan Justin, Mell pergi ke ruang make up untuk berganti pakaian.


"Mana gaun gue" ucap Mell dingin pada maid yang ada di ruangan itu.


"Ini Nona"


"Saya mau mandi dulu" ucap Mell kemudian mandi selama 10 menit, setengah jam kemudian Mell kembali ke pesta bersiap untuk menyambut para tamu.


Gaun kedua



Justin memandang Mell yang berjalan menghampiri nya dan naik ke pelaminan.


"Kamu ganti gaun?" tanya Justin setelah Mell duduk di sebelah nya.


Mell tidak menjawab, tapi tangan nya sejak tadi terus memegang perut.


"Makan yuk" ajak Justin.


"Males" jawab Mell ketus.


kruyuk kruyuk..


Justin menahan tawa "Yakin gak mau makan?" tanya nya lagi, wajah Mell suda merah karena malu.


"Kenapa harus bunyi, perut sialan" batun Mell merutuki perut nya sendiri.


"Makanan yang tadi belum di makan, mau abang ambilin yang baru?" tanya Justin.


"Gak" singkat, Justin mengerti dan akhirnya dia mengambil kembali makanan yang baru karena dia tau Mell tidak biasa memakan makanan yang sudah dingin.


Justi datang dengan sepiring nasi di tangan nya dengan porsi yang sama seperti tadi.


"Nih" ucap nya menyerahkan piring pada Mell.


"Ini kebanyakan" ucap Mell.


"Kan makan nya berdua sayang" ucap Justin, Mell sedikit tersenyum mendengar nya.


"Nah gitu dong senyum kan cantik" ucap Justin.

__ADS_1


"Siapa juga yang senyum" elak Mell kembali dingin.


"Tunggu, kalo aku baru keliatan cantik berarti dari tadi aku jelek" ucap Mell membuat wajah Justin pias.


"Nggak gitu sayang, maksud Abang kamu tuh emang udah dasar nya cantik tapi kalo senyum kaya tadi jadi makin cantik" jawab Justin kembali tersenyum.


"Alasan" ucap Mell kesal namun dia terus tersenyum sepanjang acara sejak saat itu.


"Ayo makan" ucap Justin dan Mell menurut.


"Abang gak di bagi, kan Abang juga laper dari pagi belum makan apa apa" ucap Justi memelas.


"Nih makan sendiri" ucap Mell menyerahkan satu sendok pada Justin.


"Boleh minta suapin gak?" memelas.


"Gak" ketus Mell.


Akhir nya mereka makan bersama di piring yang sama, sesekali Justin berusaha menyuapi Mell namun hanya beberapa suap yang dia terima.


Pesta masih berlanjut sampai malam, tamu yang datang makin banyak apalagi dari kalangan pebisnis dari luar negri, mereka tidak ingin melewatkan pesta pernikahan keluarga Pramudita.


"Nona saat nya mengganti gaun Nona" ucap salah seorang maid yang tadi merias Mell.


Menghela nafas berat "Gue capek" ucap Mell.


"Ada apa?" tanya Justin yang mendengar Mell menghela nafas kasar.


"Nona harus mengganti gaun nya tuan" ucap Maid karena Mell tidak menjawab.


"Pergilah, nanti saya yang akan antar istri saya" ucap Justin kemudia maid itu pergi.


"Ayo Abang bantu" ucap Justin, dia tau semua gaun yang Mell pakai itu pasti berat.


"Aku capek" ucap Mell mendengus.


"Iya abis ini kita istirahat yah" ucap Justin mengusap kepala Mell.


"Jangan pegang pegang nanti rambut aku rusak" tolak Mell menepis tangan Justin.


"Yaudah makannya ayo" ajak Justin.


"Kalau kamu gak mau ganti baju Abang akan cium kamu di sini" ancam Justin dan Mell membelalakkan matanya.


"Bodo aku gak peduli" ucap Mell kembali datar.


"Lagian mana berani Abang cium aku di depan banyak orang kayak gini" batin Mell tersenyum sinis.


*Cup


Cup*


Dua kecupan berhasil mendarat di pipi kanan dan kiri Mell membuat wajah nya bersemu di tambah teriakan para tamu yang melihat.


"Abang" pekik Mell memukul bahu Justin kuat sampai membuat nya meringis.


"Masih mau nolak?" tanya Justin lagi, tanpa menjawab Mell berdiri dan pergi ke ruang make up untuk berganti gaun diikuti oleh Justin.


"Abang ngapain masih ikutin aku" teriak Mell saat sudah di dalam kamar.


"Kalian keluar lah" ucap Justin pada para maid dan mereka menurut.


"Mau bantu kamu ganti gaun, kamu gak mungkin bisa ganti sendiri kan?" jawab Justin santai.


"Gak aku gak mau, biar maid aja yang bantu aku ganti sekarang Abang keluar dari sini" tolak Mell mendorong tubuh Justin.


"Ok tapi Abang mau cium dulu" ucap nya dan Mell membelalakan mata nya tak percaya.


"Gak" tolak Mell melipat tangan nya ke depan dada.


"Yaudah gitu Abang gak mau keluar" ucap Justin.


"Menyebalkan" kesal Mell mengepalkan tangan nya.


"Ayo cuma satu ciuman setelah itu Abang langsung keluar" ucap Justin sambil menarik pinggang Mell hingga tak ada jarak di antara mereka.

__ADS_1


Cup


"Selesai, sekarang cepat keluar" ucap Mell setelah mencium Justin lalu mendorong nya.


Wajah Justim bersemu saking bahagia nya mendapat ciuman dari Mell sedangkan Mell masih merasa bingung kenapa sikap Justin jadi sangat berubah "Mesum" pikir nya sejak tadi.


Gaun ketiga



Mell sudah mengganti gaun ketiga nya, yah semua nya berwarna putih itu karena Mell hanya ingin warna itu.


Kali ini pesta di adakan outdor tepat nya di area taman hotel yang sangat besar yang biasa di gunakan untuk pesta juga, kini acara makan malam bersama keluarga dan tamu



Mell keluar bersama dengan Dianna kemudian menghampiri Justin.


"Sempurna" ucap Justin tanpa sadar saat memandang Mell.


"Ekheeemm" Dianna.


"Eh maaf Dianna" ucap Justin.


"Nih bang, aku balikin istri tercinta abang" ucap Dianna kemudian pergi.


"Kamu cantik banget sayang" ucal Justin namun Mell malah memalingkan wajah nya.


Cup


Mell menoleh dan memukul Justin.


"Abang apa apaan sih" kesal Mell.


"Lagian Abang ngomong gak di dengarin" jawab Justin santai.


Dasar pencuri mesum" pekik Mell kesal namun Justin malah tertawa di buat nya.


"Selamat malam hadirin sekalian, saya ucapkan selamat datang di pesta pernikahan Tuan dan Nona Abraham agenda malam ini adalah pemotongan kue pernikahan untuk kedua mempelai si harap untuk bersiap.



Setelah selesai memotong kue mereka kembali menerima banyak tamu.


**


Malam semakin larut kini para tamu sudah tidak berdatangan lagi, hanya ada anggota keluarga bahkan para wartawan pun sudah pergi setelah wawancara yang di wakilkan kepada Rio.


Mell dan Justin sudah terlihat sangat lelah karena terus meladeni para tamu sejak pagi tadi.


Dianna menghampiri Mell dan Justin bersama dengan Han karena kini hubungan mereka sudah sangat dekat hanya belum ada kepastian hehehe.


"Capek yah Mbul?" tanya Dianna.


"Banget, kaki gue berasa mau lepas karna pake heels dan gaun yang super berat ini" jawab Mell lemas, kemudian Justin pergi mengambilkan kursi untuk Mell.


"Sini" ucap Justin menyerahkan kursi itu pada Mell.


Justin berjongkok dan melepas heels Mell, memijat nya perlahan.


"Masih sakit?" tanya nya lembut.


"Masih" jawab Mell.


"Aaah kalian sweet banget sih" ucap Dianna bersandar pada Han.


"Abang cuma gak mau istri cantik Abang ini kesakitan" ucap Justin masih memijat pelan kaki Mell.


"Gue harus bener bener melepas lo Mell, sekarang lo udah jadi istri dari abang gue dan bang Justin juga cinta mati banget sama lo, gue cuma bisa doa yang terbaik buat kalian" batin Han memandang haru pada Mell dan Justin, Mell memang sengaja membiarkan Justin melakukan nya agar Han melihat dan bisa cepat melepaskan nya.


"Dansa yuk" ajak Dianna.


"Tapi kaki Mell masih sakit" ucap Justin.


"Udah nggak kok, ayok" balas Mell.

__ADS_1


Akhirnya mereka berdansa bersama semua anggota keluarga.


Dorr!!!


__ADS_2