
Tok Tok Tok
Ceklek
"Hah ternyata dia masih tidur" ucap Justin yah yang mengetuk adalah Justin tapi karena tidak ada jawaban jadi dia langsung masuk.
Justin masuk membawa sarapan untuk Mell dan hendak membangunkan nya, Justin ingat saat pertama kali dia berusaha membangunkan Mell saat itu tangan nya hampir patah.
"Mell bangun ini udah pagi lo, Mell" panggil Justin tapi dia tak bergeming dan hanya menggeliat lalu Justin mendekat dan mengusap kepala Mell pelan menciumi puncak kepala nya sesekali.
Mell mulai membuka mata nya dan terkejut melihat Justin ada di samping nya "abang ngapain di kamar aku" tanya Mell dengan suara khas bangun tidur.
hahaha"kamar kamu?hai cantik ayo bangun" jawab Justin.
"Ko abang ketawa sih" tanya Mell kesal.
"Ini kamar abang" jawab Justin, Mell mulai bangun dan sadar posisinya.
"Oh iya aku lupa, maaf bang" ucap Mell sedikit terkekeh.
"Mandi dulu sana abis itu sarapan, nih abang udah bawain sarapan nya" ucap Justin.
"Tapi aku gak bawa baju ganti bang" Mell.
"Nih abang beli dress tadi buat kamu" ucap Justin memberi paper bag pada Mell.
Mell mandi kemudian keluar dengan rambut yang masih sedikit basah, ternyata Justin masih menunggu nya di tepi ranjang.
Mell mengeringkan rambut nya di depan cermin menggunakan handuk kecil namun tak di sangka Justin mendekat dan membantu Mell mengeringkan rambut nya.
"Makasih abang" ucap Mell sedikit tersenyum.
"Ayo makan" ucap Justin dan Mell mengangguk.
"Aww" pekik Mell, Justin menoleh dan melihat Mell sedikit berjongkok dan memegangi perut nya.
"Kenapa, perut kamu sakit yah" tanya Justin dan Mell mengangguk kemudian menggiring Mell ke sofa.
"Perut aku kok sakit banget" tanya Mell.
"Pasti asem lambung kamu naik, semalem kamu belum makan yah" tanya Justin.
__ADS_1
"Oh iya aku lupa dari kemarin siang aku belum makan" jawab Mell mengingat.
"Maaf yah" ucap Justin. "Kok abang minta maaf" tanya Mell.
Menghela nafas "iya maaf karena semalem abang gak tanya kamu udah makan apa belum" ucap Justin.
"Yaelah bang, ini bukan salah abang kali emang aku nya aja yang lupa" jelas Mell.
"Yaudah kamu makan dulu terus nanti minum obat" ucap Justin. "Mau di suapin gak" tanya Justin dan Mell menggeleng.
Setelah sarapan dan minum obat Mell menemui Daddy dan Mommy nya lalu berpamitan untuk ke kantor.
Semua orang Mell yang tampil sederhana dengan dress di atas lutut dan tas jinjing mini nya, semua karyawan menyapa dan menundukkan kepala tanda hormat, biasa nya Mell akan membalas sapaan mereka sambil tersenyum lebar tapi kali ini berbeda di berjalan tanpa menghiraukan sapaan orang - orang.
"Nona kenapa yah tidak biasa nya seperti itu"
"Iya biasa nya senyum manis"
"Sayang banget padahal gue kangen di senyumin bos cantik"
"Gue jadi takut kalo liat bos begitu"
**
"Baik Nona" jawab nya kemudian masuk.
"Apa jadwal saya hari ini" tanya Me datar sambil memijit pelan pelipis nya.
"Pagi ini ada meeting dengan semua kepala divisi untuk membahas tentang perkembangan proyek yang baru kita bangun di kota P Nona" jawab Siska.
"Dan saat ini semuanya sudah berkumpul di ruang meeting" lanjut nya.
"Ok, ayo" ajak Mell, setelah satu jam Mell kembali keluar dan masuk ke ruangan nya.
"Nona ini berkas yang harus di tanda tangani" ucap Siska, Mell membaca berkas itu dan menemukan keganjilan.
"Siapa yang buat laporan murahan seperti ini" bentak Mell menggebrak meja membuat Siska sedikit kaget, namun ia mengerti dengan emosi bos besar nya itu saat ini.
"Tuan Dion yang membuat nya" jawab Siska dan Mell menyeringai kemudian tertawa.
"Bagus..sekarang gue tau kebusukan lo yang sebenar nya, om tersayang" ucap Mell tersenyum devil.
__ADS_1
"Panggil dia kemari" perintah Mell.
Tok tok tok
"Masuk" perintah Mell, Dion masuk dengan sedikit takut karena dia pikir Rio ada di dalam dan mengetahui perbuatan nya.
"Hah om pikir Daddy mu yang panggil om kemari ternyata kamu sayang, om kangen banget sama kamu kita gak bisa ngobrol banyak karena sama - sama sibuk maaf yah sayang" ucap nya panjang lebar tanpa melihat wajah Mell yang sudah sangat marah.
"Om memang berhutang maaf tapi bukan karena itu" ucap Mell dingin membuat Dion menatap nya.
"M m maksud kamu a apa sayang" jawab nya ketus, karena Mell menyeringai.
"Akui sekarang semua nya paman atau aku yang harus mengungkap satu persatu kesalahan mu?" tanya Mell dingin.
"Apa yang anak tengil ini maksud, apa dia tau kalau gue udah ubah laporan keuangan perusahaan atau dia tau rencana balas dendam yang gue rencanain dari dulu" batin Dion.
"Kenapa diam om" tanya Mell.
"Ah om gak ngerti maksud kamu sayang" masih mengelak.
Mell melempar berkas laporan yang baru dia periksa tadi ke wajah Dion, "Baca itu!" ucap Mell mulai kesal.
Dion membuka dan membaca nya, dia tau laporan itu salah tapi masih berpura - pura. Dion selalu memanipulasi laporan nya tapi tak seorang pun yang tau bahkan Rio juga tak menyadari nya jadi Dion cukup percaya diri berbohong di hadapan Mell.
"Ini laporan yang om buat sendiri sayang, dan gak ada yang salah dengan isi nya" ucap Dion meyakinkan.
Mell menyeringai "om pikir aku bodoh, hah?" tanya Mell.
"Sayang kamu pasti salah paham, kamu kan baru lulus SMA dan kamu juga baru beberapa kali datang ke perusahaan mana mungkin kamu bisa langsung menyalahkan laporan yang sudah biasa om buat" jelas Dion dan Mell tertawa sangat keras sampai memenuhi ruangan kedap suara nya.
"Om pikir karena aku baru lulus SMA dan aku baru beberapa kali dateng ke kantor berarti aku bodoh aku gak tau apa - apa?begitu?" tanya Mell kembali tertawa.
Tapi tiba - tiba tawa nya berhenti saat ia mendekati Dion dan mencengkram kuat jas Dion membuat sang pemilik jas itu kaget dan ketakutan.
"Mungkin anda bisa mengelabuhi Daddy saya tapi tidak dengan saya" ucap Mell penuh penekanan.
"Lihat ini" ucap Mell menunjukkan sebuah vidio yang berisi percakapan dia dan Reyn saat di cafe, mata Dion terbelalak tak percaya kebohongan nya terbongkar oleh Mell padahal dia berpikir Mell itu anak yang bodoh dan tak tau apapun.
"Keluar dari ruangan ku" perintah Mell. "Apa?" tanya Dion.
"Keluar" bentak Mell membuat Dion langsung pergi.
__ADS_1
Di luar kantor anggota Black Rose telah bersiap untuk membawa Dion ke markas nya.
"Selesai Queen" ucap Siska setelah mendapat pesan dari anggota Black Rose, dan Mell hanya menarik sudut bibir nya sekilas.