
Pagi hari nya Mell sudah bekerja seperti biasa, bekerja dengan serius dan sangat keras bahkan sampai jam makan siang tiba dia masih belum menyentuh makanan yang sudah Siska siapkan, berkali kali Siska mengingatkan namun hasil nya tetap saja sama.
"Nona ada yang ingin menemui anda" ucap Siska.
"Suruh masuk" jawab Mell masih fokus dengan laptop nya.
Justin duduk di sofa menunggu Mell menoleh kearah nya namun sampai satu jam Mell masih fokus bekerja dan tidak melihat keberadaan Justin.
Justin berjalan ke arah Mell lalu mengusap kepala Mell dan membuat nya mendongak.
"Abang" ucap Mell senang dan hendak berdiri namun dia ingat bahwa Justin akan menjadi suami nya, Mell kembali duduk dengan wajah datar memaling.
"Mau apa abang ke sini" tanya Mell ketus.
"Makan dulu yuk, udah jam dua lewat ini nanti kamu sakit" ucap Justin melihat arloji nya.
"Abang gak perlu khawatir, pergi lah aku masih harus kerja" ketus Mell.
"Kamu ngusir abang" tanya Justin yang niat nya hanya ingin bercanda.
Mell berdiri "Ayo kita bicarain tentang perjodohan kita" ucap Mell dan membuat Justin senang.
Mereka duduk bersama di sofa "Aku gak bisa nikah sekarang" ucap Mell datar.
"Abang juga gak bisa" jawab Justin dan Mell mendongak dia pikir Justin juga menolak perjodohan itu.
"Terus kenapa abang bilang setuju sama Daddy" tanya Mell.
"Maksud Abang, Abang gak bisa nikah sekarang karena sebentar lagi ada jadwal operasi pasien abang jadi gak bisa hari ini" jawab Justin tertawa.
"Aku serius bang" ucap Mell mulai kesal.
Menghela nafas "Ok, Mell jujur tadinya abang juga gak tau apa apa tentang perjodohan ini, Abang juga kaget tiba tiba Daddy kamu ngumumin tentang pernikahan kita tapi setelah Abang bicara sama Ayah dan Daddy kamu Abang memutuskan untuk kasih kita kesempatan" ucap Justin dia tidak memberitahu Mell tentang perasaan nya karena takut Mell malah akan menjauh darinya.
"Maaf bang tapi aku gak bisa terima perjodohan ini, aku gak bisa menikah sama abang karena_"
"Karena Reyn" potong Justin, Mell mengernyitkan dahinya.
"Dari mana Abang bisa tau" tanya Mell heran.
"Waktu kamu mabuk kamu terus ngoceh tentang dia jadi Abang tau sedikit" jelas Justin.
"Abang ngerti Mell tapi tolong kasih Abang kesempatan buat jagain kamu dan bahagiain kamu" pinta Justin memegang tangan Mell.
Mell menepisnya "Mell gatau apa Mell bisa bahagiain Abang sedangkan Mell sendiri gak bisa terima pernikahan ini, dan Abang juga sekarang tau siapa orang yang ada di hati Mell gimana bisa Abang terima itu?" tanya Mell heran.
__ADS_1
"Abang terima apapun masa lalu kamu Mell, kalau masalah cowok itu Abang yakin kamu udah gak ada apa apa sama dia" ucap Justin.
"Jadi Abang mohon kasih Abang kesempatan yah" pinta Justin lagi.
"Ok..setahun, kalau sampai setahun aku tetep gak bisa terima pernikahan ini Abang harus ceraikan aku" ucap Mell dan Justin terlihat diam.
"Ok" jawab Justin.
"Tapi selama pernikahan kita Abang gak boleh macem macem yah" ingat Mell.
"Maksud nya" tanya Justin.
"Iiiya maksud nya aku gak mau ada kontak fisik sama Abang" jelas Mell lirih.
"Ok Abang gak akan sentuh kamu tanpa ijin dari kamu, tapi Abang mohon di depan keluarga kita harus keliatan serasi dan baik baik aja layak nya suami istri" ucap Justin.
"Ok" jawab Mell datar.
"Satu lagi"
"Apa" jawab Justin.
"Kita gak perlu tau urusan masing masing" jawab Mell.
"Yaudah makan yuk" ajak Justin, awal nya Mell menolak namun akhirnya dia mau karena memang sedikit lapar juga.
Di tempat lain
Han yang menyukai Mellani hati nya merasa sangat hancur mendengar pengumuman dari Rio namun apa daya dia dan Justin adalah saudara dan mereka sudah berjanji bahwa siapapun yang Mell pilih atau yang menikah dengan Mell maka yang lain harus merelakan nya.
"Gue kurang apa sih?selama ini gue yang ada di samping lo Mell seharus nya gue yang nikah sama lo" ucap Han berteriak sendiri tanpa di sengaja ternyata Siska melihat dan mendengar ucapan Han.
"Sabar Han, nasib kita tuh sama" ucap Siska sendu.
Han menoleh "Maksud lo?lo suka sama Mell juga" ucap Han dan mendapat sentilan di dahi nya dari Siska.
"Dasar be*o, maksud gue tuh gue suka sama dokter Justin" jelas Siska.
"Hah?sejak kapan lo naksir Abang gue?" tanya Han.
"Sejak pertama kali gue liat dia" jawab Siska menunduk.
Flashback on
Siska sedang berjalan berdua dengan kakak nya Santi lalu beberapa orang menghadang mereka dan berniat untuk memperkosa mereka.
__ADS_1
"Hai cantik temenin kita yuk"
"Ayolah cantik cantik mau pada kemana sih"
"Iya nih jalan berdua aja mau abang temenin gak?"
"Eh jangan macem macem yah kalian" bentak Santi.
"Kakak aku takut" ucap Siska.
"Ayo bawa mereka" perintah ketua preman itu.
"Aaakkkhh lepasin saya lepasin adik saya" bentak Santi.
"Toloooooong toloooong" teriak Siska dan Sinta.
"Lepaskan mereka" teriak Mell yang saat itu usianya baru 10 tahun dan baru akan membangun Black Rose.
"Eh anak manis jangan ikut campur lo"
"Bos apa sekalian aja kita tangkep anak ini, lumayan kan buat kita jual di pasar gelap" ucap anak buah preman itu.
"Tangkep anak belagu itu" ucap bos preman itu, namun saat preman itu hendak menyentuh Mell di justru mendapat sebuah pukulan yang sangat keras di bagian bawah nya.
Mell menghabisi semua preman itu dengan sangat cepat dan mudah walaupun badan nya jauh lebih kecil dari preman preman itu.
"Kalian gak papa" tanya Mell.
"Saya gak papa, makasih yah sudah nolong kita" ucap Santi.
"Kak" pekik Siska kemudian tak sadarkan diri.
Mell langsung meminta Justin yang kebetulan sedang berkunjung di rumah orang tua angkat Mell.
"Tolong bawa ke mobil aja bang" pinta Mell
Setelah cukup lama akhirnya Siska siuman dan yang pertama Siska lihat adalah wajah teduh Justin dan sejak saat itu dia mulai menyukai Justin tapi tak pernah berani mengungkapkan nya, Siska merasa sakit saat melihat Justin dekat dengan Mell namun apa boleh buat toh dia juga sangat menyayangi Mell dan rela melakukan apapun untuk Mell.
Siska menceritakan masalah nya bahwa dia di usir oleh ibu tiri nya setelah ayah nya baru saja meninggal dunia menyusul sang bunda setelah itu juga Siska masuk ke dunia bawah untuk membalas perbuatan ibu tiri nya itu.
***Flashback ***off******
"Oh jadi gitu" ucap Han.
"Yaudahlah mungkin kita emang harus mengikhlaskan orang yang kita saka untuk orang yang kita sayang" ucap bijak Siska dan Han hanya mengangguk.
__ADS_1