The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 122


__ADS_3

"Tapi..aaahh" belum sempat berucap Justin sudah lebih dulu membopong Mell ala bridal style dan membawa nya ke kamar.


"Eh apaan sih Abang aku bisa jalan sendiri, aku berat loh" ucap Mell.


"Emang sih" jawab Justin asal namun Justru mendapat sorot mata tajam dari Mell.


"Jadi maksud Abang aku gendut?" tanya Mell kesal.


Justin tersenyum "Enggak sayang gendong kamu mah enteng kalau di bandingin sama ujian kedokteran Abang, udah diem jangan banyak protes" jawab Justin.


Mell langsung mengunci mulut nya rapat rapat karena takut akan membuat Justin tidak seimbang dan malah membuat mereka jatuh dari atas.


"Diem aja diem tangga setinggi ini kalau jatuh insya allah geger otak nih, astaghfirullah..malah mikir yang jelek jelek kan gue padahal yang bening ada di depan mata" batin Mell yang meracau tak karuan.


Sampai di dalam kamar Justin langsung merebahkan Mell perlahan di atas ranjang mereka.


Tapi bukan hanya sampai di situ, setelah merebahkan Mell Justin justru malah naik ke atas nya "Mana ciuman sambutan Abang?" tanya Justin yang membuat Mell mengerenyit.


"Ciuman nya sayang kan Abang baru pulang" jelas Justin dan Mell hanya ber ooo ria.


"Mana?" tanya nya lagi lalu Mell berusaha untuk bangun tapi tidak bisa karena Justin terlalu berat untuk nya.


"Abang minggir dulu" ucap Mell.


"Gak mau, yang ada nanti kamu kabur lagi" balas nya sedikit cemberut.


"Aku mau kabur kemana?aku kan istri Abang, sejauh mana pun aku pergi pasti akan selalu kembali sama Abang" ucap Mell yang membuat Justin terharu.


"Eh Abang kenapa kok kaya mau nangis gitu?" tanya Mell sedikit khawatir.


Justin bangun dan duduk di samping Mell "Abang seneng denger omongan kamu barusan" jawab Justin dengan senyum nya.


"Yang mana?" tanya Mell bingung.


"Yang barusan kamu bilang sejauh mana pun kamu pergi pasti akan selalu kembali sama Abang" jelas Justin.


Mell tersenyum lalu menangkup kedua pipi Justin "Aku serius" ucap Mell lalu mendekatkan wajah nya pada Justin, jarak di antara kedua nya semakin menipis bahkan deru nafas mereka bisa mereka rasakan satu sama lain.


Tanpa basa basi lagi Justin langsung mendaratkan ciuman pada bibir Mell, Justin semakin memperdalam ciuman nya itu merasakan manis nya bibir Mell walaupun bukan untuk yang pertama kali dia rasakan sedangkan Mell hanya bisa mengikuti permainan suami nya.


Mell memberi kode dengan menepuk pelan dada suami nya hanya untuk sekedar menghirup oksigen yang ada, setelah terlepas Mell mulai bisa bernafas lega lalu tak lama Justin mengulang aksinya kembali.

__ADS_1


"Udah?" tanya Mell lembut saat Justin melepas ciuman mereka untuk yang kedua kali nya.


"Pengen nya sih lanjut tapi Abang udah gerah banget pengen mandi dulu sayang" ucap Justin tak rela mengakhiri kegiatan mereka saat ini.


Mell sedikit terkekeh melihat keluhan suami nya itu "Yaudah Abang mandi dulu abis itu kita_"


"Lanjut yang tadi" potong Justin semangat.


Mell kembali di buat tertawa oleh tingkah suami nya itu "Kita makan malam Abang" ucap Mell.


"Abis itu_"


"Abis itu kita lanjutin kan sayang?" potong Justin yang lagi lagi membuat Mell tertawa.


"Kok ketawa sih?" ucap Justin sedikit kesal.


"Lagian Abang kok mikiri nya itu terus sih haha" ucap Mell di tengah tengah tawa nya.


"Terus apa dong?" tanya Justin yang sontak membuat Mell menghentikan tawa nya.


"Aku mau ngomong sesuatu tapi nanti aja abis makan malam" ucap Mell.


"Yaudah mandi dulu sana" ucap Mell seraya mendorong Justin sampai ke depan kamar mandi.


"Enggak ih sana Abang" usir Mell.


Setelah mandi Justin bersiap dengan memakai piyama tidur yang sudah Mell siapkan tadi lalu turun ke bawah untuk makan malam.


Mell yang tengah menata makan malam tidak menyadari kehadiran Justin di belakang nya sampai sebuah tangan kekar melingkar erat di pinggang nya.


"Abang udah selesai mandi nya?" tanya Mell saat tau Justin yang memeluk nya.


"Udah sayang nih bukti nya Abang udah wangi kan?" tanya Justin sedikit terkekeh sambil menelusupkan wajah nya di balik ceruk tengkuk leher Mell.


Mell berbalik dan mengalungkan tangan nya ke leher Justin "Iya suami aku emang wangi banget deh" ucap Mell sedikit menggoda Justin.


Justin semakin menipiskan jarak di antara mereka dan mencium sekilas bibir Mell "Makan dulu yuk" ajak Mell setelah Justin mencium nya.


"Yuk, wah kamu masak apa sayang?" tanya Justin.


"Aku masakin ayam bumbu bali kesukaan Abang" ucap Mell.

__ADS_1


"Makasih yah kamu perhatian banget sama Abang" ucap Justin dan Mell hanya tersenyum menanggapi nya.


Setelah makan malam mereka kembali ke kamar "Sayang tadi kamu bilang mau ngomong sesuatu sama Abang?" tanya Justin.


"Eh iya, sini duduk di samping aku" ucap Mell sambil menepuk tempat di sebelah nya.


Justin mendekat dan duduk tepat di sebelah Mell "Hmm ada masalah di Pram Group" ucap Mell sedikit sendu.


"Masalah apa sayang?kalau kamu mau kamu bisa cerita sama Abang, yah mungkin Abang gak bisa bantu banyak tapi seenggak nya bisa meringankan sedikit beban kamu dengan berbagi cerita sama Abang" ucap Justin.


"Gini_" Mell menarik nafas sebentar.


"Aku harus pergi ke luar kota selama beberapa bulan karena ada masalah yang cukup rumit di kantor cabang" ucap Mell.


"Emang gak bisa di wakilin sama yang lain sayang?" tanya Justin lembut.


"Aku juga mau nya gitu bang, tapi aku rasa masalah ini terlalu rumit kalau harus di tangani sama orang lain" jawab Mell.


"Tadi nya sih Daddy yang mau kesana tapi aku pikir lebih baik aku aja karena Daddy juga kan baru mulai ngantor hari ini" tambah nya.


"Terus kapan kamu berangkat?" tanya Justin masih dengan suara lembut nya sehingga Mell merasa sangat nyaman untuk terus bercerita.


"Besok" jawab Mell lalu menunduk, sebenar nya Mell merasa sangat tidak enak jika harus meninggalkan Justin mengingat bahwa sekarang pekerjaan nya sangat banyak di rumah sakit.


Justin tersenyum dan mengankat dagu Mell hingga membuat mereka bersitatap lalu mencium lembut kening Mell cukup lama "Gak papa sayang, kita bisa ketemu di akhir pekan kan?" tanya Justin dan Mell tersenyum lalu memeluk Justin.


"Makasih yah Abang udah ngertiin aku, jujur aku takut banget mau ijin sama Abang" ucap Mell.


Justin melerai pelukan nya "Takut?kenapa?emang Abang sakitin kamu?" tanya Justin heran.


"Bukan gitu, ya aku cuma gak enak aja masa aku ninggalin Abang apalagi sekarang Abang lagi sibuk banget di rumah sakit, nanti siapa yang urusin Abang?" jelas Mell panjang lebar.


"Gak papa sayang Abang ngerti kok posisi kamu" ucap Justin dan kembali memeluk Mell.


"Besok Abang anter kamu kesana yah" ucap Justin.


"Gak perlu aku pergi sama mba Siska kok lagian kan Abang baru mulai kerja di JMA aku gak mau Abang di cap sebagai CEO yang nggak bertanggung jawab" balas Mell.


"Gak akan sayang, pokok nya besok Abang mau anter kamu" ucap Justin.


"Yaudah aku ikut apa kata Abang aja deh" balas Mell pasrah.

__ADS_1


"Tapi sekarang Abang dapet jatah kan?" tanya Justin menggoda Mell dan hal itu berhasil membuat wajah Mell kembali merona.


"Hmm" jawab nya sedikit malu.


__ADS_2