
Sejak masuk ke dalam ruangan Justin tadi Mell merasa sangat mengantuk karena semalam tidak cukup tidur jadi merebahkan tubuh nya di atas sofa sambil menunggu Justin tapi karena Justin tak kunjung datang jadi dia tertidur
Ceklek
pintu di buka perlahan Justin mengedarkan pandangan nya menyapu ruangan mencari dimana keberadaan calon istrinya itu.
Lalu dia berjalan masuk dan melihat ke arah sofa, seorang gadis cantik sedang terlelap di sana sambil memeluk tas kecil milik nya.
Justin ingin membangunkan nya namun tentu dengan cara yang lembut agar Mell tidak kaget dan menyerang nya.
"Sayang bangun yuk" ucap Justin menyentuh kepala Mell lembut.
Beberapa kali Justin membangunka Mell sampai akhirnya gadis itu menggeliat dan bangun tapi terkejut karena ada Justin di sebelah nya.
"Ah astaga" kaget Mell langsung duduk dari posisi nya masih dengan memeluk tas nya ity.
"Abang ngapain di sini?" tanya Mell kesal.
"Inikan ruangan abang, harus nya abang yang tanya kamu ngapain di sini?" balas Justin.
Melihat sekeliling nya "Ah benar ini ruangan bang Justin" batin Mell.
"Aku mau jadi assiten abang selama seminggu" ucap Mell membuat Justin terkejut karena dia tidak tau apa apa.
"Apa!"
"Kenapa?!" masih tak habis pikir.
"Di suruh Daddy" ketus Mell menjawab.
"Iya tapi kenapa kamu mau?" tanya Justin.
"Yakan aku bilang Daddy yang suruh" jelas Mell.
"Kamu di hukum sama Daddy yah?" tanya Justin menelisik.
"Bisa malu gue kalo bang Justin tau gue di hukum sama Daddy" batin Mell
__ADS_1
"Nggak kok, mungkin biar kita lebih deket aja" elak Mell santai namun Justin malah bersemu, terlihat rona merah di wajah putih nya namun segera dia sadar mengendalikan kebahagiaan nya.
"Huh kalo abang gak mau ga papa nanti aku bilang ke Daddy kalo abang gak butuh assis_"
"Abang mau" potong nya cepat.
"Ini Mommy bawain chicken sandwich buat abang" tunjuk Mell pada kotak bekal itu, Justin membuka nya.
"Waah enak banget kaya nya" ucap nya memasukkan sandwich itu ke mulut nya.
Makan sendiri tanpa sengaja tidak memperdulikan Mell yang melihat nya sesekali, Justin tau kalau Mell juga pasti belum sarapan makan nya karena isi bekal ini cukup banyak.
"Hmm enak banget sandwich nya, bilangin ke Mommy nya abang suka sandwich buatan Mommy" ucap nya dengan mulut penuh.
"Telen dulu makanan nya baru ngomong" ucap Mell ketus.
"Kamu mau gak nih aaaaa" ucap Justin menyodorkan sandwich bekas nya ke hadapan Mell.
"Gak mau, itukan bekas abang" ketus Mell kemudian mengambil yang ada di kotak.
"Eeh itukan buat Abang" ucap Justin.
"Menggemaskan sekali wajah nya ketika kesal haha" batin Justin
Mell memakan nya dengan buru buru hingga membuat nya tersedak dan batuk batuk.
"Uhuukk uhuk hukk"
"Hei hati hati" ucap Justin menepuk punggung Mell, setelah lebih baik Justin memberikan air minum pada Mell.
"Udah enakan?" tanya Justin dan Mell hanya memgangguk.
Tok tok tok
"Masuk" sahut Justin.
"Selamat pagi Justin" ucap nya.
__ADS_1
"Ah iya dokter Tata, silahkan masuk" ucap Justin sambil tersenyum.
"Justin ruang operasi sudah siap" ucap seorang Dokter muda nan cantik.
"Kenapa Dokter Tata harus repot repot kemari seharus nya minta saja suster yang menyampaikan pada saya" ucap Justin.
"Ah aku gak ngerasa repot kok, jangan terlalu formal dong Justin kita kan udah lama kenal" ucap Dokter Tata.
"Ok Tata tapi karena ini masih jam kerja jadi kita harus profesional kan" balas Justin tersenyum, yah mereka memang cukup dekat karena dulu menjadi teman saat kuliah.
"Ok" balas nya mengedipkan sebelah mata nya, namun seketika melirik ke arah Mell.
"Siapa dia?" tanya Dokter Tata lembut, tapi tatapan nya seolah menunjukkan ketidaksukaan nya.
"Ah perkenalkan ini Mellani, Mell kenalin ini Dokter Tata dia rekan kerja abang" jelas Justin.
"Hai" ucap Tata namun Mell hanya sedikit tersenyum.
"Dia_?" melirik ke arah Justin
"Dia cal_"
"Saya assisten Dokter Justin" jelas Mell memotong jawaban yang akan Justin berikan.
"Oh assisten, ok kalau gitu apa dia juga akan ikut ke ruang operasi?" tanya nya lagi.
"Nggak dia gak ikut" ucap Justin.
"Abang tinggal dulu yah, kamu istirahat aja lagi" ucap Justin sambil menangkup kedua pipi Mell dan Mell sendiri hanya bisa pasrah walaupun sesekali menarik narik tangan Justin agar tidak menyentuh nya.
"Iya udah lepasin" ketus Mell.
"Oh iya kamu kalo mau istirahat jangan di sofa, masuk aja ke ruang pribadi abang tuh kamar yang waktu itu kamu tidur password nya hari ulang tahun kamu.
"Apa?!"
"Abang tinggal yah sayang" tambah nya tak menanggapi keterkejutan Mell.
__ADS_1
"Siapa sebenar nya gadis itu?kenapa seperti nya Justin dekat sekali dengan nya?" gerutu Dokter Tata yang sudah di depan pintu namun melirik ke belakang dan melihat Justin yang sedang menyentuh pipi Mell.
Justin sudah pergi ke ruang operasi menyusul dokter muda tadi sedangkan Mell sudah masuk ke dalam kamar dan kembali merebahkan tubuhnya.