
Setelah puas melakukan nya berkali kali dan membuat tenaga mereka terkuras habis seperti biasa Justin segera membawa Mell dalam pelukan nya dan hal itulah yang membuat Mell sangat nyaman setelah mereka berhubungan, walau sering tidur dengan berpelukan namun entah mengapa berbeda rasa nya jika tidur sambil berpelukan setelah berhubungan.
"Sayang" panggil Justin.
"Hmm" balas Mell.
"Makasih banyak yah" ucap Justin.
Mell mengangguk "Abang sayang banget sama kamu" ucap Justin kemudian.
Mell masih tidak menjawab dia hanya tersenyum lalu mengeratkan pelukan nya pada Justin sambil menggesek gesekan hidung nya di dada Justin untuk menghirup aroma maskulin yang sangat khas di tubuh suami nya itu.
"Jangan pernah tinggalin aku" guman Mell dengan nada yang lirih.
Justin sedikit terkejut kenapa Mell tiba tiba mengatakan hal itu hingga ia melonggarkan sedikit pelukan nya dan melihat Mell dengan wajah yang sedikit sedih.
"Abang gak akan pernah ninggalin kamu Nyonya Justin Abraham gak akan pernah, Abang hanya akan dan selalu mencintai kamu sampai kapan pun dan dalam keadaan apapun bahkan setelah Abang mati sekalipun Abang akan tetap mencintai kamu selama nya tanpa batas waktu" jelas Justin dengan menekankan kata sebutan bagi istri seseorang sambil menatap lekat manik mata Mell yang sedikit berair.
Kata kata seperti itu selalu bisa menenangkan segala kegundahan dalam hati Mell, apalagi setiap habis berhubungan Justin selalu mengucapkan terimakasih dan menyatakan rasa sayang nya pada Mell.
Mell kembali memeluk Justin dengan erat seolah semua keraguan dan kesulitan yang ia alami selama beberapa hari ini sirna begitu saja.
__ADS_1
"Sayang" panggil Justin.
"Hmm" sahut Mell yang masih memejamkan mata nya.
"Sekali lagi yuk" ajak Justin.
"Apa?" tanya Mell polos dia sungguh tidak mengerti kali ini karena sedang tidak fokus dan sedang menikmati pelukan nya.
"Masa kamu gak ngerasain sih sayang" tanya Justin lagi dengan suaranya yang mulai memberat.
"Ap_"
Dan jadilah apa yang seharusnya terjadi yaaaah kalian taulah guys, maaf yah Autor gak bisa jelasin secara detail karena Autor yakin ada beberapa readers yang masih di bawah umur hihihi jadi mohon bijak yaaahhh Autor sayang kaliaaannnnnn semuaaa, jangan pindah lapak😁🥰
Sekitar pukul setengah dua belas Mell turun ke bawah dan menuju dapur entah kenapa dia ingin sekali makan roti.
"Tolong ambilkan saya roti dan selai stroberry" ucap Mell pada salah maid maid nya.
Maid itu langsung menundukkan kepala nya lalu mengambil kan apa yang Mell mau sedangkan Mell menunggu di meja dapur nya.
Mell mendapat apa yang dia mau roti dengan selai stroberry namun ketika akan memakan nya Mell memisahkan pinggiran roti nya yang berwarna lebih gelap, saat hendak memakan nya tiba tiba saja Justin datang dan menarik tangan Mell untuk menyuapi nya.
__ADS_1
"Abaaang" rengek Mell.
"Maaf sayang" ucap Justin cengengesan.
"Kamu pisahin pinggiran roti nya?" tanya Justin.
"Iya tiba tiba aja aku gak mau makan pinggiran roti nya" ucap Mell.
Justin terkekeh "Waah anak Ayah kaya nya bakal mirip sama Ayah nih" tambah Justin.
"Ayah?" ulang Mell.
"Iya sayang, Abang mau anak kita manggil orang tua nya Ayah dan Bunda" balas Justin lembut sambil mengusap perut Mell yang masih rata.
"Kenapa harus Ayah Bunda?" tanya Mell yang seperti nya kurang setuju.
"Emang nya kenapa sayang?" tanya balik Justin.
"Yaa gak papa juga sih, yaudahlah manggil itu juga boleh" pasrah Mell akhirnya.
"Yaudah cepet di makan roti nya abis itu kita makan siang" ucap Justin dan Mell mengangguk.
__ADS_1