
Di markas
Mell datang bersama Han dan Siska, seperti biasa nya semua anggota menundukkan kepala tanda penghormatan kepada pemimpin tertinggi mereka itu.
"Bangunkan dia" ucap Mell saat melihat Dion yang pingsan di kursi dengan tangan dan kaki yang terikat.
Byuurrrr
"Hah hah hah" nafas Dion.
"Apa tidur mu nyenyak" tanya Mell di balik topeng.
"Siapa lo" tanya Dion marah.
"Hahaha saya berusaha bicara sopan tapi seperti nya anda tidak bisa yah, ok gue juga bisa bicara gak sopan sama lo" ucap Mell penuh penekanan.
"Bawa masuk" perintah Mell, lalu masuk lah seorang wanita dengan keadaan tangan terikat dan mulut yang di lakban, lalu mendudukkan wanita itu di sebuah bangku sebelah Dion.
"Buka penutup mulut nya" perintah Mell.
"Siapa lo berani - berani nya bawa gue ke tempat seperti ini" teriak Clara dan kaget melihat Dion ada di sebelah nya.
"Sayang kamu di sini" ucap Clara melihat Dion yang juga di ikat.
"Aku juga gak tau kenapa mereka tiba - tiba bawa aku ke sini tadi" jawab Dion.
"Hahaha kalian memang pasangan serasi benar - benar serasi" ucap Mell.
"Sama - sama licik, sama - sama pintar berakting, waah gue salut sama kalian, Hebat!" ucap Mell sambil bertepuk tangan.
"Ngomong - ngomong, halo tante Clara" sapa Mell.
__ADS_1
"Siapa lo" bentak Clara.
"Oh iya gue lupa kita baru pertama kali ketemu yah tan, tapi gue udah lama loh cari tante" ucap Mell sambil memegang dagu nya.
"Gue seneng bisa ketemu sama tante sekarang, maaf yah tan kita baru ketemu hari ini" lanjut nya.
"Siapa lo sebenernya brengs*k" bentak Clara semakin keras.
"Sabar tante, jangan marah - marah nanti wajah tante makin jelek" ucap Mell tertawa. "kurang ajar" ucap Clara.
"Ambil cambuk" perintah Mell.
Mell mulai melayangkan cambuk nya berkali - kali ke arah Dion dan Clara dengan penuh amarah, sampai mereka berdua tak sadarkan diri baru dia berhenti.
"Awasi mereka baik - baik gue gak mau mereka lolos" ucap Mell kemudian pergi.
**
Saat itu Clara berada di sebuah parkiran di mall terbesar di negara itu setelah berbelanja, dia langsung di bekap dan di seret ke arah mobil lalu hari itu juga kembali ke dalam negri untuk menemui Mell.
**
Mell hendak kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan nya namun Siska memberi tau kalau jadwal nya adalah meeting dengan klien di resto dekat kantor nya.
"Mari Nona, tuan Maxim sudah menunggu di ruang VIP" ucap Siska.
Maxim melihat ke arah pintu yang terbuka dan muncul lah Mellani dengan sekretaris nya, Maxim seolah terpesona ketika melihat Mell tapi pandangan nya malah teralih saat Siska muncul dari balik tubuh Mell
"Permisi, tuan Maxim" sapa Mell.
"Ah yah Nona Mellani, maaf" jawab nya gugup.
__ADS_1
"Oh iya silahkan duduk" lanjut nya.
"Maag menunggu lama" ucap Mell.
"Tidak apa Nona, kebetulan saya juga baru sampai" jawab nya. Mereka memulai meeting tapi sesekali Max mencuri - curi pandang ke arah Siska, setelah selesai mereka keluar bersama Max membukakan pintu agar Mell dan Siska bisa keluar lebih dulu.
"Max" panggil seseorang dan membuat Mell juga Siska menoleh.
"Mamah" ucap Max.
"Mamah ngapain di sini" tanya Max.
"Mamah?" tanya Mell.
"Iya Nona perkenalkan ini mamah saya" ucap Max memeluk bahu mamah nya.
"Hai sayang, kamu ngapain di sini" tanya mamah Max yang tak lain adalah Bella sahabat Ais dan Rio, yang langsung memeluk Mell.
Max mengerenyitkan alis nya "Mamah kenal sama Nona Mellani" tanya Max.
"Haha iya sayang, ini Mellani putri sahabat baik Mamah" ucap Bella setelah mengurai pelukan nya
"Mell tadi ada urusan sedikit di sini tante, tante apa kabar" tanya Mell sedikit tersenyum
"Tante baik sayang, kamu sendiri gimana oh iya Mommy kamu juga gimana apa sudah ada perkembangan" tanya Bella panjang lebar dan Mell tersenyum.
"Aku baik tante, tapi soal Mommy yaah masih sama" jawab Mell pasrah.
"Kamu yang sabar yah sayang, Mommy mu wanita yang kuat dia pasti sembuh" ucap Bella.
"Amin, terima kasih tante" jawab Mell.
__ADS_1
Kemudian mereka pulang ke rumah masing- masing.