The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 128


__ADS_3

"Siap tuan putri" ucap Justin seraya menundukkan kepala nya tanda hormat.


Mell kembali terkekeh dengan sikap Justin "Udah deh jangan gitu terus" ucap Mell.


Justin ikut tertawa "Ok sayang, tapi baik baik kamu harus sangat hati hati perasaan Abang gak enak banget biarin kamu masuk ke tempat itu" ucap Justin.


"Iya aku akan hati hati" balas Mell.


Mell mencium punggung tangan Justin untuk berpamitan begitupun dengan Justin yang mencium lembut kening Mell.


**


Dua bulan telah berlalu Mell dan Justin selalu menghabiskan waktu nya bersama di akhir pekan, banyak dari rekan kerja Mell yang mengajak nya kencan saat akhir pekan namun Mell menolak dengan berbagai alasan, tidak mungkin kan jika dia bilang kalau dia harus menemui suami nya setiap libur kerja secara semua rekan kerja menganggap nya masih lajang dan menikah bahkan dia sendiri mengiyakan asumsi itu.


Mell berfikir itu akan mengurangi resiko berbahaya jika suatu saat ada yang mencari informasi tentang nya.


Di lain tempat Han sudah sembuh kembali beraktifitas seperti semula, seperti pergi ke kantor dan membantu Mell di markas untuk memimpin tugas tugas nya seperti biasa.


Eits jangan lupakan Dianna yang juga sering membuat Han pusing dengan tingkah konyol nya namun hal itulah yang membuat seorang Han jatuh cinta pada nya.


Kembali ke Mell, kini Mell sudah memasuki gerbang utama tempat nya bekerja dia selalu menyapa dengan hangat orang orang yang dia temui.


Huh Mell benar benar sangat menjiwai peran nya sebagai gadis lajang yang masih sangat polos dan lugu, bahkan di juga memakai riasan yang cukup tebal untuk menutupi kulit nya yang putih sehingga terlihat lebih gelap dan memberi sedikit aksen berjerawat, tidak mungkin kan ada seorang gadis cantik dengan kulit putih bersih yang mau bekerja di tempat seperti ini.


Riasan Mell terlihat sangat sempurna bahkan tidak akan luntur walau terkena air dan sabun, hanya bisa hilang dengan sabun khusus yang buat oleh Kevin dan Bastian yah karena itu memang salah satu hasil eksperimen mereka yang sering di gunakan untuk penyamaran.


Mell juga selalu menggunakan lensa kontak yang bisa merekam bahkan menyadap suara hanya dengan menatap objek nya saja.


Sebelum mulai melakukan pekerjaan nya Mell menemui Siska terlebih dulu "Kita harus secepat nya menemukan celah dari masalah ini Siska, gue muak ada di sini lama lama" ucap Mell.


"Baik Nona, saya sudah merangkum semua informasi yang kita dapat hanya tinggal menemukan otak dari masalah ini" ucap Mell.


"Orang ini cukup menantang" ucap Mell dengan seringai di wajah nya.

__ADS_1


Bell masuk telah berbunyi pertanda Mell harus segera melakukan tugas nya dia pergi ke tempat pengambilan barang "Kak saya butuh barang ini" ucap Mell memberi secarik kertas berisi daftar barang yang di butuhkan.


"Tar saya lagi sibuk" ucap orang itu dengan sedikit ketua, yah orang satu orang itu memang sesikit kasar pada Mell sejak Mell menolak untuk bersentuhan dengan nya.


Flashback on


Suatu hari Mell menemui orang yang seseorang bertugas memberi barang yang para pekerja nya butuhkan untuk proses produksi, Mell menunggu dengan sabar giliran nya namun sudah dua jam dia menunggu tidak juga ada yang memberi apa yang dia butuhkan.


"Lama banget sih" gerutu Mell, sampai sebuah tangan menyentuh bahu nya dan dengan refleks Mell memelintir tangan orang tersebut hingga membuat nya meringis.


"Aaakkhhh" ringis nya.


"Astaga maaf kak aku gak sengaja" ucap Mell lalu melepaskan tangan nya.


"Gimana kak apa barang saya sudah siap?" tanya Mell sopan.


"Tergantung" ucap nya menyeringai.


Orang itu mendekat dan berniat menyentuh Mell namun dengan cepat dia menendang perut orang tersebut hingga membuat nya terhuyung ke belakang "Maaf kalau kakak tidak bisa memberikan apa yang saya butuhkan saya bisa minta bunda untuk meminta nya sendiri sama kakak" ucap Mell lalu pergi namun di hentikan karena bagaimana pun semua orang cukup segan pada atasan pertama Mell itu yang juga adalah orang suruhan Siska untuk melindungi Mell.


"Eeh tunggu dulu" ucap nya menahan Mell pergi.


Mell berbalik dan menatap nya dengan tajam "Barang lo ada di sana" ucap nya menunjuk di area ujung lorong, Mell bergegas mengambil yang dia butuhlan lalu pergi.


Setelah jam istirahat lagi lagi Mell mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan, kali ini dengan orang yang berbeda namun niat yang sama "Hei sini" perintah seseorang.


Mell mendekat "Iya" ucap Mell.


"Mau ambil barangkan?" tanya nya.


"Iya, dimana barang nya?" tanya Mell balik.


"Di sana, tapi sebelum itu kita main dulu yuk" ajak nya.

__ADS_1


"Main?" tanya Mell bingung.


"Lo bisa ambil barang nya setelah kita ehem" ucap nya melirik tubuh Mell dengan penuh gairah.


Mell yang mengerti maksud orang itu langsung tersenyum dan mendekat "Apa ini yang lakuin sama semua pekerja perempuam di sini?" tanya Mell.


"Hmm sebener nya gak jarang mereka yang menawarkan biar bisa dapet barang dengan cepat tapi lo itu polos banget lo gak ada inisiatif buat kesana jadi gue berbaik hati buat cara instan buat lo" jawab nya.


Lelaki itu merentangkan tangan nya kala Mell semakin mendekat namun bukan nya pelukan malah cengkraman erat yang orang itu dapat dari Mell "Ingat ini baik baik, gue bukan bagian dari mereka yang bisa lo bodoh bodohin" ucap Mell ingin lalu pergi, orang itu malah hendak memeluk nya dan namun dengan seketika Mell menendang kepala nya sampai terbentur ke tembok.


"Jaga baik baik tangan lo selagi masih terpasang dengan baik" ucap Mell.


"Dasar cewek sombong liat aja gue pasti bisa dapetin lo, muka pas pasan aja bangga" ucap nya meneriaki Mell.


Mell terus berjalan sampai sebuah tangan menahan nya namun lagi lagi karena refleks Mell kembali memelintir nya "Awwhh" ringis orang itu.


"Kakak"pekik Mell, yah ada tiga orang yang bertugas membantu para pekerja untuk mendapat barang yang mereka butuhkan dan dia salah satu nya.


"Sakit banget tangan gue, lu cewek apa bukan sih?" ketus nya memegangi tangan yang Mell pelintir tadi.


"Ya maaf kak lagian kakak sih ngapain juga ngagetin aku" balas Mell.


"Kenapa lu?" tanya nya.


"Gak papa" jawab Mell.


"Lo kalau di gangguin sama orang bilang gue aja tar gue yang tergur mereka" ucap nya.


Mell tersenyum "Iya makasih kak" balas Mell.


"Yaudah lo mau ambil barang apa biar gue ambilin" ucap nya.


Mell tersenyum "Ternyata masih banyak orang orang baik di sekitar gue" batin Mell.

__ADS_1


__ADS_2