
Setelah sampai di dapur Justin mendudukan Mell di sebuah meja kursi tunggu, biasa nya itu tempat yang di gunakan saat ada orang yang minta untuk di buatkan minuman atau makanan.
"Tunggu sebentar yah sayang Abang buatin mie nya dulu" ucap Justin.
Mell tersenyum dan mengangguk dia duduk dengan tenang sambil memperhatikan suami nya yang mulai sibuk dengan peralatan dapur, semua bahan sudah dia persiapkan sejak tadi.
Sekitar dua puluh menit kemudian mie ayan special buatan Justin sudah matang, dengan sangat percaya diri Justin berjalan menghampiri Mell dan menyajikan masakan nya aroma yang sangat menggoda seakan menngelitik indra penciuman Mell dan membuat nya semakin merasa lapar.
Mata Mell berbinar saat makanan itu ada di hadapan nya, Justin hanya diam dan ikut tersenyum melihat Mell bahagia "Makan dong sayang" ucap Justin.
"Iya" balas Mell yang langsung melahap makanan yang sejak tadi sangat dia inginkan.
"Gimana?enak?" tanya Justin.
"Enak, tapi kok kayak nya agak beda dari biasa nya yah?" ucap Mell.
Justin tersenyum "Iya Abang kurangin sedikit bumbu yang yang kurang bagus buat ibu hamil" ucap Justin.
Mell yang sedang sibuk makan tidak terlalu menghiraukan ucapan Justin namun dia mengulangi nya "Oh ibu hamil" ucap Mell tanpa sadar.
Namun setelah beberapa detik Mell sadar dengan yang dia ucapkan dan membuat nya sedikit tersedak "Uhuk uhuk uhuk"
"Pelan pelan dong sayang, kamu gimana sih" ucap Justin.
Setelah cukup tenang Mell menatap Justin dengan menelisik "Maksud Abang apa? tadi tadi Abang bilang apa?" tanya Mell tidak percaya bahkan suara nya sedikit bergetar.
"Abang bilang ibu hamil" ucap Justin berjongkok seraya mengusap perut Mell yang masih sangat rata lalu menciumi nya beberapa kali.
Mell tidak bisa lagi menahan telaga bening di kelopak mata nya yang sudah hampir tumpah sejak tadi, dia menangis sangat haru dan bahagia mendengar ucapan Justin barusan.
Justin bangun dan mengusap air mata Mell yang tumpah dengan penuh kasih sayang "Makasih sayang, makasih makasih karena kamu bersedia mengandung anak aku"
"Terima kasih udah udah kasih aku kebahagiaan yang sangat luar biasa ini" ucap Justin dengan air mata yang juga mengalir dari sudut mata nya.
Mell hanya bisa menganggukkan kepala menanggapi ucapan Justin sambil mengusap pelan wajah suami nya.
__ADS_1
Justin memeluk erat Mell dalam dekapan nya menyalurkan semua cinta dan kasih sayang yang dia miliki untuk wanita luar biasa yang sangat dia cintai itu.
Setelah melepaskan pelukan nya Justin kembali meminta Mell untuk melanjutkan makan nya setelah itu mereka kembali ke kamar untuk beristirahat.
Justin membantu Mell untuk berbaring namun Mell menolak dia bilang ingin mengganti pakaian tidur nya dulu agar merasa lebih nyaman.
Lima menit kemudian Mell keluar dengan pakaian tidur nya yang terlihat sangat nyaman, Mell tidak suka pakaian yang terlalu seksi dia hanya terbiasa memakai piyama tidur dengan luaran panjang dengan motif bunga atau polos namun saat akan benar benar tidur dia melepas luaran nya dan tidur dengan bagian dalam piyama nya saja (Itu termasuk seksi gak sih menurut kalian?kalau menurut Autor sih seksi gak seksi yah soalnya kan dia kaya gitu cuma kalau bener bener mau tidur aja tapi kalau keluar kamar luaran piaya yang panjang nya tuh tetep di pake kok)
Justin melihat Mell keluar dengan piyama merah itu terlihat sangat bahagia hati seakan tengah berbunga dia merasa jatuh cinta kembali setiap kali melihat wanita yang kini tengah mengandung buah hati mereka itu.
Mell berjalan dan menghampiri Justin, dia naik ke ranjang dan langsung menghambur kepelukan suami nya "Aku kangen banget sama Abang" ucap Mell dengan manja nya.
Justin tersenyum menyambut pelukan Mell dia bahagia saat Mell bersikap manja dan mengatakan isi hati nya seperti ini.
"Iya Abang juga kangeeeeenn banget sama istri Abang yang cantik ini" balas Justin dan mereka tertawa bersama menertawakan kata kata bucin mereka.
Mell melepas pelukan nya dan menatap Justin "Oh iya aku belum tanya kenapa Abang bisa ada di sini?" tanya Mell.
Justin tersenyum "Kita tanya jawab nya besok aja yah sekarang kamu harus banyak istirahat dulu" ucap Justin.
"Aawwh" pekik nya sambil memegangi dada.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Justin khawatir.
"Luka aku" ringis Mell.
"Astaga sayang dada kamu kenapa?" tanya Justin panik.
"Cuma luka biasa bang, gak papa kok" jawab Mell.
"Gak mungkin kalau cuma luka biasa ini luka pasca operasi Mell" ucap Justin sedikit geram dengan Mell yang selalu menutup nutupi apa yang dia lakukan.
"Kamu hutang banyak penjelasan sama Abang Mell, Abang gak mau tau kamu harus jujur dengan semua yang lakukan di belakang Abang selama beberapa hari terakhir ini dan jelasin luka ini juga" ucap Justin dengan sangat tegas kepada Mell.
Justin tidak marah dia hanya bersikap tegas untuk menghadapi sifat keras kepala istrinya itu karena bagaimana pun Justin sangat khawatir dengan keadaan Mell terlebih sekarang Mell tengah mengandung buah hati mereka.
__ADS_1
Mell sempat tertegun dengan semua ucapan Justin namun diapun sadar bahwa cepat atau lambat dia memang harus menjelaskan segala nya pada Justin.
Mell menunduk dan menganggukkan kepala nya setelah Justin selesai bicara, Justin yang tak tega melihat istri nya seperti itu segera membawa Mell kedalam pelukan nya.
"Sini Abang liat luka nya" ucap Justin, Mell menurut dan menunjukkan luka bekas operasi nya yang masih basah itu, terdapat sedikit rembesan darah di sana dan Justin segera menangani nya dengan sangat telaten dan penuh kasih sayang.
"Kalau cara Abang ngobatin pasien kaya gini aku yakin pasien Abang pasti banyak apalagi perempuan" gerutu Mell.
Mendengar itu Justin sontak tertawa dan membuat Mell semakin kesal "Kenapa Abang ketawa?" tanya Mell.
"Maksud kamu apa?kamu cemburu?" tanya Justin menggoda.
"Cih buat apa aku cemburu?Abang kan punya aku dan gak ada satu orang pun yang bisa milikin Abang kecuali aku" tegas Mell penuh penekanan lalu segera membaringkan tubuh nya membelakangi Justin.
Justin ikut merebahkan tubuh nya dan kembali melingkarkan tangan nya ke perut Mell sambil sesekali mengelus nya perlahan.
"Baby, nanti kalau kamu udah lahir jangan tiru sifat Bunda yang suka ngomel dan ngambek tiba tiba yah" ucap Justin.
Mendengar itu Mell semakin kesal dan menghempaskan tangan Justin dengan kasar "Gak usah deket deket aku" ketus Mell.
Namun bukan Justin nama nya jika tidak bisa meluluhkan hati pujaan hati nya itu "Makan nya kamu jangan sering sering ngambek dong sayang, gak boleh tau kata orang tua nama nya pamali" ucap Justin sambil memeluk Mell lagi.
"Mau pamali bumali atau bimali sekalipun aku gak peduli" ucap Mell kembali menghempas tangan Justin lagi.
Justin kembali memeluk Mell lagi sambil berkata "Gak boleh tau sayang seorang istri marah lama lama sama suami nya nanti dosa loh, apalagi kalau nolak keinginan suami, kamu mau jadi istri durhaka?" ucap Justin lembut.
Mell diam mendengarkan apa yang Justin ucapkan, hati nya terenyuh dan ingin sekali rasa nya menangis.
Justin merasa sedikit heran karena Mell tidak lagi merespon ucapan nya karena penasaran dia pun membalikkan tubuh Mell perlahan.
Justin sedikit terkejut karena Mell bukan marah tapi malah menangis dan merasa sedih "Sayang kamu kok nangis sih?" tanya Justin lembut.
"Maafin aku hiks hiks" ucap Mell lalu memeluk Justin dengan sangat erat.
"Mood bumil satu ini emang sangat ajaib, aku yakin pasti nanti dia akan minta hal hal yang aneh hehe" batin Justin..
__ADS_1
"Udah sayang jangan nangis terus nanti mata nya bengkak loh" ucap Justin, Mell menurut dan berhenti menangis namun dia tidak melepaskan pelukan nya, dia merasa sangat rindu pada sosok laki laki yang telah membuat nya sangat nyaman selama hampir satu tahun ini.