
Kini pasutri itu sudah berada di kediaman nya mereka memutuskan untuk pulang dulu kekediaman mereka dan besok baru mengunjungi keluarga mereka.
Pagi menjelang hari ini Justin dan Mell berniat untuk mengunjungi keluarga mereka dan memberikan bingkisan sebagai buah tangan.
"Assalamualaikum" ucap Justin dan Mell yang di sambut dengan hangat oleh kepala pelayan keluarga Pramudita.
"Tuan muda Nona muda" ucap nya tersenyum ramah.
Setelah masuk Mell langsung menghambur ke pelukan Mommy nya yang sedang duduk bersama Rio.
"Mommyyyyyyy" panggil nya.
"Hai sayang nya Mommy" jawab Ais menyambut Mell dalam pelukan nya.
"Aku kangen sama Mommy" ucap nya.
"Mommy juga"
"Sama Daddy nggak nih" ucap Rio pura pura kesal.
"Daddy apa kabar?" tanya Justin.
"Tadi nya sih baik Justin, tapi tau Mell gak kangen sama Daddy kaya nya Daddy sakit deh" ucap Rio dan mereka tartawa bersama.
"Nggak gitu Daddy, aku juga kangen banget sama Daddy" ucap Mell lalu memeluk Rio juga.
"Honey month kalian gimana?" tanya Ais setelah memeluk Justin.
Justin dan Mell saling pandang "Baik kok Mom" jawab mereka bersamaan.
"Wah berarti kita bakalan cepet dapet cucu nih Dad" ucap Ais menggoda mereka.
"Ah Mommy apaan sih" Mell merasa malu sendiri dengan ucapan Mommu nya.
"Do'ain aja yah Mom Dad" ucap Justin.
"Pasti dong, Ayah Bunda kamu juga pasti seneng" ucap Ais.
"Oh iya kalian udah sarapan belum?" tanya Ais.
"Udah kok Mom" jawab Mell.
"Hmm Dianna mana Mom?" tanya Mell sambil melihat sekeliling nya.
"Dianna kan kuliah sayang" ucap Ais.
"Oh iya lupa aku" ucap Mell.
"Ah padahal aku udah kangen banget sama tuh anak" ucap Mell.
"Nanti siang dia pulang kok, katanya dia cuma ada beberapa mata kuliah aja" ucap Ais.
"Kalian ke kamar aja dulu sambil istirahat" ucap Rio.
__ADS_1
"Iya, kalau gitu kita masuk dulu yah Mom Dad" ijin Justin.
Di dalam kamar Justin mendapat telfon dari seseorang "Bagus, persiapkan saja semua nya saya akan datang ke peresmian nya nanti" ucap Justin.
"Ada apa?" tanya Mell penasaran karena melihat Justin sangat senang.
"Rumah sakit impian Abang sebentar lagi akan di resmikan sayang" ucap Justin memeluk Mell erat bahkan sampai mengangkatnya.
"Aaakh Abang turuni nanti jatuh" teriak Mell.
Justin menurunkam nya lalu memeluk Mell "Abang seneng banget" ucap nya tak henti henti tersenyum lebar.
"Aku gak ngerti maksud Abang apa?rumah sakit mana?" tanya Mell.
"Kamu tau apa alasan Abang mau jadi dokter?" tanya Justin.
Mell menggeleng "Itu karena kamu" ucap Justin.
Mell bingung "Kok aku?" tanya nya.
"Dulu kamu itu anak yang sangat ceria mudah tersenyum tertawa dan Abang sangat suka denger tawa kamu tapi setelah insiden Mommy itu Abang gak pernah lagi liat kamu tertawa lepas paling hanya tersenyum itupun sangat jarang dan sejak saat itu Abang bertekad untuk menjadi seorang dokter agat bisa membantu penyembuhan Mommy, Abang pengen rawat Mommy di rumah sakit yang Abang bangun tapi sayang nya pembangunan itu belum selesai dan baru akan selesai sekarang yaah walaupun Abang gak bisa rawat Mommy di sana tapi Abang bersyukur Mommy bisa sembuh lebih cepat" jelas Justin panjang lebar.
"Hmm makasih yah Abang baik banget sama aku dan keluarga aku bahkan juga sama keluarga angkat aku" ucap Mell terharu ternyata sedalam itu perasaan Justin.
"Kamu tau kenapa Abang gak nyerah dan bisa tahan untuk gak minta hak Abang sebagai suami kamu sampai kamu siap?dan sampai hari ini?" tanya Justin.
Mell menggeleng "Karena Abang udah nunggu kamu lebih lama dari ini dan Abang sanggup, lalu kenapa sekarang Abang harus nyerah dan maksa kamu?" ucap Justin tersenyum.
"Itu mah kurang sayang" goda Justin yang baru sadar dengan tindakan Mell.
Mell mendongak menatap wajah Justin "Eh becanda kok sayang" ucap Justin yang tak ingin Mell salah paham, namun tanpa di duga Mell justru mencium bibir Justin sekilas.
"A a aku cuma bisa gitu" ucap Mell malu.
"Mau Abang ajarin gak?" tanya Justin yang mendapat cubitan di lengan nya dari Mell.
"Awwwhh, sakit sayang" ucap Justin.
"Oh iya selamat yah buat peresmian rumah sakit impian Abang" ucap Mell menatap Justin.
"Selamat nya gitu doang?" tanya Justin yang ingin meminta lebih.
"Hmm terus apa dong?" tanya Mell bingung.
"Abang boleh dapet cium gak?" tanya Justin.
"Kan tadi udah?" protes Mell.
"Tadi mah beda, sekarang kan buat peresmian sayang" ucap Justin.
Mell mengalah dan hendak mencium pipi Justin namun di hentikan "Eh bukan di situ tapi sini" ucap Justin menunjuk bibir nya.
"Aku gak bisa, udah di sini aja" tolak Mell menunjuk pipi Justin.
__ADS_1
"Kamu pikir Abang ini kaya Al adik angkat bontot kamu itu hah?" tanya Justin.
"Ya ampun Abang tau Al?" tanya Mell.
"Iyalah, udah ayo jangan ngalihin topik deh" ucap Justin.
"Kan aku udah bilang aku gak bisa" ucap Mell.
"Abang yang cium yah?" ucap nya mendekatkan wajah mereka.
Mell hanya diam dan memejamkan mata nya Justin yang berpikir kalau Mell tidak akan menolak langsung melancarkan aksi nya.
Mell memukul dada Justin saat dia mulai kehabisan nafas "Nafas dong sayang, kamu belum bisa atur nafas yah?" tanya Justin tersenyum.
"Itukan pertama kali sama Abang, mana aku tau cara cara nya?aku gak pengalaman" ucap Mell ketus.
"Hey kamu pikir Abang pengalaman?kamu juga orang pertama yang Abang cium" balas Justin bangga.
Mell mengerenyit "Masa?" tanya Mell tak percaya.
"Iyalah, Abang gak pernah mau nyentuh wanita lain selain istri Abang yang cantik ini" ucap Justin mengecup singkat bibir Mell.
"Aku pikir Abang udah sering kaya gitu makannya sekarang jago" ledek Mell.
"Abangkan dokter jadi tau lah" ucap Justin.
"Sombong" ketus Mell.
"Makannya ayo Abang ajarin lagi biar kamu juga bisa, kalau udah bisa kan enak" goda Justin.
"Apasih" ucap Mell hendak pergi namun Justin menarik nya dan langsung memeluk erat tubuh Mell.
Mell menolak dia ingin pergi "Diem dong sayang nanti adik Abang bangun jangan salahin Abang yah?" ucap Justin dan Mell langsung diam tak bergeming lama kelamaan dia membalas pelukan Justin.
"Nanti kamu ikut yah ke acara peresmian nya" ucap Justin masih memeluk Mell.
"Aku usahakan" ucap Mell, Justin senang setidaknya Mell mau mengusahakan untuk datang mengingat kegiatannya yang pasti nanti akan sangat sibuk di kantor.
Siang menjelang Mell sudah menunggu Dianna sejak tadi sambil memasak di dapur dia sengaja ingin masak untuk suami nya.
"Waah bau haruk apa ini?" tanya Justin dan Rio bersamaan datang.
Mell dan Ais tersenyum "Mommy buatin kepiting asam manis kesukaan Daddy" ucap Ais tersenyum.
"Kamu masak apa sayang?" tanya Justin.
"Aku juga masak makanan favorite Daddy ayam bumbu bali" ucap Mell memandang Rio.
"Loh sayang bukan nya tadi kamu bilang kalau ini makanan favorit suami kamu" ucap Ais heran dan langsung mendapat tatapan tajam dari Mell.
"Mommy" pekik nya memberi kode untuk jangan banyak bicara.
"Yaaah ketauan deh mau perhatian sama suami tapi gengsi" ucap Dianna yang tiba tiba datang.
__ADS_1