The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 82


__ADS_3

"Ok sekarang kamu pergi ke kamar bersih bersih terus tidur, kita bicarain ini besok" perintah Rio lalu tanpa membantah Mell menuruti nya.


***


Mentari menyapa kini sinar nya sudah mulai meninggi, Mell sudah siap dengan pakaian kantor nya dan berjalan menuju meja makan.


"Morning" sapa Mell pada orang tua nya juga Dianna.


"Duduk" ucap Rio datar, Mell menurut dan mulai memakan sarapan nya.


"Sesuai dengan yang semalam Daddy bilang kalau hari ini kamu akan turutin semua kata kata Daddy" ucap Rio.


"Dan sekarang Daddy mau kamu jadi assisten Justin di rumah sakit selama seminggu, tanpa membantah nya" tambah nya menegaskan.


"Tapi Dad kerjaan aku di kantor gimana?pagi ini aja aku ada meeting sama petinggi peringgi perusahaan kita Dad, gimana bisa ak_" mulai khawatir.


"Bukan nya kamu sendiri yang bilang akan menuruti kata kata Daddy" potong nya.


"Tapi Dad perusaha_" protes Mell masih berlanjut berharap akan merubah perintah Daddy nya.


"Soal kantor kamu gak perlu khawatir Daddy bisa handel semua nya bahkan Bima juga masih bisa bantu Daddy" tambah nya, kemudian Mell melihat ke arah Dianna meninta bantuan namun Dianna masih fokus pada makan nya.


"Ah Dad, hari ini kan hari pertama Dianna kuliah jadi aku harus temenin dia" ucap Mell masih berusaha.


"Dianna akan di antar sama Han kamu gak perlu khawatir, gak apa apa kan Dianna?" tanya Rio lembut pada Dianna.


"Gak papa dong Dad, aku malah seneng bisa di anter sama kak Han" jawab Dianna antusias tidak memikirkan raut muka sahabat nya yang sudah sangat kesal itu, toh itu demi kebaikan nya kan begitu pikir Dianna.


"Ok aku pergi" ucap Mell kesal tanpa menyelesaikan sarapan nya.

__ADS_1


"Eeh tunggu dulu, bawa ini buat sarapan Justin yah kamu juga sarapan bareng aja nanti Mommy bikin banyak kok di situ" ucap Ais memberi kotak bekal yang sudah dia siapkan sejak pagi.


Mell pergi setelah berpamitan pada Dianna dan mencium kedua orang tua nya, hah ciuman pagi di hari seperti nya memang sudah wajib di lakukan oleh Mell.


"Ada apa Nona?" tanya Siska ketika di dalam mobil karena wajah Mell sudah kesal sejak masuk mobil tadi.


"Antar gue ke rumah sakit" ucap Mell sambil memijat pelipis nya sedikit, Siska terkejut dan khawatir saat Mell menyebut kata rumah sakit di takut terjadi sesuatu pada Mell sehingga langsung menepikan mobil nya, untung saja itu masih di sekitaran komplek dan masih pagi juga jadi belum banyak orang lalu lalang.


"Lo sakit dek, sakit apa?mama yang sakit?bilang sama mba, lo kenapa gak ngomong dari tadi kan mbak bisa ngeb_" terus saja Siska mencecar Mell dengna banyak pertanyaan.


"Gue gak papa mbak, gue kena hukum sama Daddy gara gara semalem ketauan pulang larut" ucap Mell mendengus.


Bernafas lega "Astaga gue pikir kenapa" ucap Siska.


"Berapa lama?hari ini kan lo ada rapat penting sama petinggi perusahaan lo" tambah nya.


"Seminggu"


"Yaudah lah biar gue yang urus kantor nanti" ucap Siska pasrah.


"Daddy yang handel nanti selama gue di hukum, ayah juga nanti ikut bantu mbak nanti ikut aja biar tau perkembangan nya" ucap Mell.


"Syukur deh kalo Daddy yang handel" balas Siska.


"Yaudah ayo jalan" ucap Mell meninggikan sedikit suara nya.


"Iya iya marah marah mulu sih lo, cepet tua baru nyaho lo" ejek Siska namun Mell tetap diam dan malah menyandarkan kepala nya.


**

__ADS_1


"Permisi, apa dokter Justin sudah datang" tanya Mell pada resepsionis yang seperti nya masih baru dan belum mengenal Mell


Mendongak "Ah cantik sekali dia" batin resepsionis yang melamun itu.


"Permisi" ucap Mell melambaikan tangan nya di hadapan wanita itu.


"Ah iya Nona, dokter Justin belum sampai mungkin sebentar lagi Nona bisa tunggu di sebelah sana" jelas nya menunjuk sebuah sofa yang tak jauh dari meja resepsionis.


Mell melirik arah yang di tunjuk "Tidak perlu saya akan menungu di ruangan dokter Justin saja, terimakasih" jawab Mell.


"Tapi Nona anda tidak bisa masuk seenak nya seperti itu" ucap nya menghentikan langkah Mell.


"Saya yang akan bertanggung jawab, kalau dokter Justin datang katakan saja Nona Mellani yang datang" ucap Mell sedikit tersenyum kemudian pergi tanpa menghiraukan ocehan dari resepsionis itu.


"Cih sombong sekali, memang nya dia pikir siapa dia?dia bersikap seakan adalah pemilik rumah sakit dan kekasih dokter Justin saja, padahal aku yakin dokter Justin itu masih lajang dan akan menjadi kekasih ku hehe" gerutu nya kemudian kembali ke meja.


Setengah jam kemudian Justin datang dan resepsionis itu memanggil nya "Dokter Justin" panggil nya.


"Ada apa?" tanya Justin datar, yah dia memang akan bersikap dingin pada sebagian orang yang belum mengenal nya atau baru dia kenal tapi jika sudah dekat maka dia akan semakin hangat seperti pada rekan sesama dokter, perawat apalagi pasien nya dia akan berubah 180 derajat.


"Dok ada seseorang yang menunggu di ruangan dokt_"


"Kenapa menunggu di ruang pribadi saya?bukan kah sudah saya peringatkan untuk jangan masuk ke area pribadi saya tanpa ijin" potong Justin meninggikam suara nya membuat resepsionis itu langsung bungkam dan menunduk ketika melihat sorot mata Justin yang datar berubah jadi sangat tajam.


"Maaf dok saya sudah bilang pada Nona Mellani untuk_"


"Siapa?Mellani?Yang datang bensr benar Mell?" tanya nya antusian dan senang begitu nama Mellani di sebut.


Justin langsung berlari menghampiri Mell di ruangan nya tanla memperdulikan resepsionis itu.

__ADS_1


"Siapa Nona Mellani itu sebenar nya?kenapa dokter Justin senang sekali dia yang datang padahal tadi waktu aku bilang ada seseorang yang menunggu di ruangan nya dia marah tapi ketika aku sebut nama nya malah jadi sesenang itu, huh menyebalkan sekali" gerutu nya.


__ADS_2