
Pagi hari Mell sudah bangun lebih awal karena mendapat telfon dari seseorang, dia turun dari ranjang dan menjauh saat melihat siapa yang menelfon.
"Halo"
"Queen, keadaan nya memburuk apa yang harus kami lakukan?" tanya salah seorang mafioso Mell.
"Bodoh, gue gak mau sampe dia mati!" bentak Mell.
"Tunggu gue di sana" tambah nya lalu mematikan telfon.
Mell kembali ke kamar kemudian melihat Justin yang masih terlelap, Mell masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri setelah itu bersiap untuk pergi.
Sebelum pergi Mell sudah menyiapkam air hangat di buth up dengan mengukur suhu nya agar nanti ketika Justin bangun air nya masih cukup hangat tidak lupa pakaian santai yang dia siapkan di ujung ranjang.
Mell kembali melihat ke arah Justin sebeluk pergi, dia menyelimuti tubuh Justin yang terbuka, setelah nya Mell keluar menuju kamar Dianna.
Ceklek
Han yang sedang tidur di kursi dekat ranjang Dianna bangun karena mendengar suara pintu di buka.
"Mell" ucap Han dengan suara khas bangun tidur nya.
"Suuuuuuuttt" ucap Mell gerakan jari di mulut nya.
"Lo pagi pagi banget mau kemana?kenapa pake baju itu?" tunjuk Han yang masih belum sadar betul tapi jelas melihat Mell yang memakai pakaian serba hitam yang biasa dia gunakan saat di markas.
"Gue mau ke markas, gue titip Dianna sama lo" ucap Mell.
"Gue ikut" ucap Han.
"Gak perlu lo harus jaga Dianna gue takut terjadi sesuatu sama dia, atau lebih parah nya ada orang nya menginginkan nyawa nya" ucap Mell sambil berjalan lalu duduk di samping Dianna.
"Dii lo cepet sembuh yah, gue janji gue akan bales perbuatan orang udah buat lo kaya gini" ucap Mell geram menggenggam tangan Dianna yang terdapat selang infus nya.
"Gimana sama orang tua Dianna?apa mereka tau?" tanya Han.
"Mereka gak tau, dan sebaik nya gak perlu tau gue takut mereka akan khawatir dan suruh Dianna pulang sadangkan gue yakin Dianna betah disini" jelas Mell dan Han hanya mengangguk.
"Gue pergi kak" ucap Mell.
"Hati hati di jalan" ucap Han kemudian Mell mengangguk dan pergi.
**
__ADS_1
Di markas.
Ada di salah satu ruangan yang terlihat gelap dan pengap, hanya ada sedikit cahaya yang masuk di sela sela lubang jendela yang sangat kecil tidak hanya itu, aroma tidak sedap pun bisa tercium dengan jelas namun Mell dan tangan tangan kanan nya seolah terbiasa dengan aroma tersebut.
Terdapat banyak sekali alat alat aneh dan sangan tajam yang di pajang di sana termasuk gergaji, katana, kapak dan beberapa benda tajam lain nya.
Mell memasuki ruangan pribadi nya lebih dulu yang meminta anak buah nya memanggil Kevin Bastian dan Siska.
Tok tok tok
"Masuk"
Mereka masuk dan menundukkan kepala "Tahanan itu tidak mau buka mulut Queen, kami sudah berusaha bahkan kami juga sudah melukai nya tapi dia tetap bungkam" lapor Kevin.
"Gue denger dia bukan dari negara kita"
"Benar Queen dia asli dari negara P
Tanpa menjawab apapun Mell langsung pergi ke penjara bawah tanah di ikuti Kavin Bastian dan Siska.
Sampai di penjara Mell duduk di kursi nya dengan meninggikan satu kaki di kotak pijakan seperti biasa nya.
"Bangunkan dia" ucap nya dingin, hawa yang sedari tadi sudah dingin bertambah jauh lebih dingin sejak Mell mengeluarkan kata kata nya.
"Haaahh" menghela nafas kaget karena di siram dengan air es.
"Qui es-tu, laisse-moi partir vite (Siapa kalian?cepat lepaskan saya)" ucap dengan bahasa prancis.
" Voulez-vous ne pas me connaître? (Kau tidak mengenal ku?)" tanya Mell.
"Laisse-moi (lepaskan saya)" pekik nya dengan wajah pias.
"et qui êtes-vous (Dan siapa kalian?)" tambahnya
"connaissez-vous le groupe Mafia Black Rose? (Apa kau tau kelompok Mafia Black Rose?)" tanya Bastian yang angkat bicara.
"Êtes-vous Mafia Black Rose, la mafia numéro un qui est connue pour être très cruelle? (Apa kalian Mafia Black Rose, Mafia nomor satu yang terkenal sangat kejam itu?)" tanya nya dengan wajah semakin pucat.
"Aku sangat menghindari berurusan dengan dunia bawah apalagi dengan mafia, kenala aku malah terjebak seperti ini?" batin pria itu.
"Qui vous a dit de faire une émeute à la fête de la famille Pramudita? (Siapa yang menyuruh mu membuat kerusuhan di pesta keluarga Pramudita?)" tanya Mell dingin.
Pria itu kembali diam.
__ADS_1
"Dia memang selalu diam saat di tanya, rasanya pengen banget kulitin dia dari kemaren" geram Bastian.
Mell menjentikkan jari nya meminta sesuatu ke anak buah nya, dia membuka berkas yang baru saja di berikan, membaca nya sekilas lalu tersenyum simirk.
"Ah comme c'est mignon cette fille (Ah manis nya gadis ini)" memperlihatkan foto gadis kecil berusia sekitar 8 tahun kepada pria yang ada di hadapan nya.
Deg
Pria itu terbelalak "Si on joue avec cette fille ça doit être très amusant, ah ou on prend juste son coeur et ses reins et on les vend au marché noir (Kalau kita bermain main dengan gadis ini pasti sangat menyenangkan, ah atau kita ambil saja jantung dan ginjal nya lalu kita jual di pasar gelap)" ucap Mell membuat wajah pria itu semakin pucat pasih.
"Regarde ses très beaux yeux, je veux vraiment le retirer de ses yeux (Lihat lah bola mata nya yang sangat indah itu, ingin sekali rasanya aku mengambil paksa dari kedua matanya)" tambah nya, bukan hanya pria itu tadi sekarang wajah ketiga kaki tangan Mell yang tak lain adalah Kevin Bastian dan Siska menjadi pias pucat dan hanya bisa menelan saliva nya kasar mendengar ucapan Mell yang seolah tengah membicarakan sesuatu yang pantas di buat mainan.
"Je te prie de ne pas blesser ma fille (Saya mohon jangan sakiti putri saya)" ucap nya menangis.
Mell tertawa dengan sangat mengerikan di telinga pria itu "Alors dis-moi qui la personne t'a dit de gâcher à la fête de famille de Pramudita (Kalau begitu katakan siapa orang yang telah menyuruh mu membuat kekacauan di pesta keluarga Pramudita)" tanya Mell sambil mencengkram dagu pria itu hingga berdarah.
"Mlle Tita m'a dit que j'étais juste une personne de l'ordre, s'il vous plaît ne faites pas de mal à ma fille (Saya di suruh oleh Nona Tita, saya hanya orang suruhan tolong jangan sakiti putri saya)" pinta Pria itu masih sambil menangis dan memohon lalu Mell melepas cengkraman nya.
"Tita?" tanya Mell dan pria itu mengangguk.
"Gue bisa liat orang ini jujur, tapi siapa Tita?apa Dianna punya masalah sama dia?dan gue gak pernah punya musuh nama nya Tita" batin Mell.
"Pourquoi vous a-t-il dit d'attaquer la famille Pramudita?(Kenapa dia suruh kamu buat serang keluarga Pramudita?)" tanya Mell.
"Ma cible n'est pas la famille Pramudita mais M. Justin (Target saya bukan keluarga Pramudita tapi tuan Justin)" ucap nya.
Wajah Mell merah menahan amarah mendengar nya "Quel est le problème de la femme avec Justin (Apa masalah wanita itu dengan Justin?)" tanya Mell lagi.
"Je ne sais pas mais c'est sûr que Miss Tita veut que M. Justin la rencontre dans notre pays (Saya tidak tau tapi yang pasti Nona Tita ingin agar Tuan Justin menemui nya di negara kami)" jawab nya.
"Je vous demande pardon Mlle, s'il vous plaît ne faites pas de mal à ma fille (Saya mohon maafkan saya Nona, tolong jangan sakiti putri saya)" tambah nya meminta.
"Lepaskan dia" perintah Mell membuat Kevin Bastian dan Siska melongo tidak percaya.
"Tapi kenapa Queen dia_" ucap Bastian terpotong karena Mell menatap nya dengan sorot mata dingin.
"Maaf Queen" ucap nya.
"Écoutez, retournez dans votre pays et dites à Mlle Tita que Justin la rencontrera mais ne me dites pas que vous vous êtes fait prendre. (Dengar, sekarang kembalilah ke negara mu dan katakan pada Nona Tita bahwa Justin akan menemui nya tapi jangan bilang kalau kau sempat tertangkap)" ucap Mell.
"N'oubliez pas que votre femme et vos enfants sont entre mes mains, alors faites attention! Vous ne voulez pas rencontrer ceux qui n'ont pas déjà de tête? (Ingat anak dan istri mu ada di tangan saya jadi berhati hatilah! kamu gak mau kan ketemu dengan mereka yang sudah tidak memiliki kepala?)" Mell menyeringai, senyum yang begitu menakutkan dia adalah iblis bertubuh manusia saat berada di dunia bawah karena setiap ucapan nya akan benar benar terjadi.
Gluk mereka semua menelan saliva nya dengan susah payah mendengar ucapan Mell.
__ADS_1