The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 108


__ADS_3

Beberapa hari telah mereka lewati bersama, keadaan Yuki juga sudah sangat membaik, Yuki dan Raka memutuskan untuk kembali lebih cepat ke negara mereka.


Mell sudah berbelanja untuk semua keluarga nya sebagai buah tangan dan memutuskan untuk kembali besok ke negara nya.


"Kamu belum tidur?" tanya Justin yang baru keluar dari ruang ganti.


Mell menggeleng "Aku belum ngantuk" jawab Mell.


"Istirahat dong besok kan kita mau balik" ucap Justin seraya duduk di samping Mell.


"Abang istirahat duluan aja" ucap Mell.


"Abang lega deh udah cerita semua nya sama kamu dan masalah nya juga udah selesai, tapi Abang penasaran kemana Tania dan Reyn sekarang?apa mereka masih hidup?atau apa mereka sudah melarikan diri?" ucap Justin.


"Apa Abang pikir setelah hampir melenyapkan nyawa suami aku mereka masih bisa hidup?berani mengusik milik ku berarti ajakan perang untuk ku apa lagi sampai menyentuh milik ku berarti sudah siap kehilangan nyawa nya" batin Mell dengan seringai licik nya.


"Kenapa Abang malah mikirin dia?Abang masih peduli sama dia?" ucap Mell pura pura kesal hanya untuk mengalihkan perhatian Justin.


Justin panik "Eh nggak bukan gitu sayang" elak nya.


"Udah lah males tau gak" kesal Mell lalu menyelimuti seluruh tubuh nya.


Justin mendekat memeluk Mell yang membelakangi nya "Lepas gak usah peluk peluk aku" ucap Mell.


"Maaf sayang Abang gak maksud bikin kamu cemburu" ucap Justin.


Mell tersentak dia tidak mengira kalau Justin menganggap dirinya cemburu.


Mell membuka selimut nya lalu berbalik menghadap Justin "Ck siapa yang cemburu?Abang jangan ngadi ngadi yah eh ngada ngada maksud aku" ralat Mell.

__ADS_1


Justin tertawa "Kamu tuh lucu yah apa coba ngadi ngadi?hahahhaa"


"Ngomong nya jangan buru buru dong sayang kan jadi salah"


"Tapi kalo bukan karena cemburu terus kenapa kamu marah coba?" goda Justin.


"Udahlah inti nya aku gak CEMBURU titik" ucap Mell menekankan kata cemburu nya.


"Udah ah aku mau tidur" ucap Mell yang langsung memeluk Justin.


"Eh katanya gak mau di peluk tapi kok_"


"Oh iya lupa, awas awas" ucap Mell malu dan langsung membelakangi Justin


"Malu maluin banget sih Mell" batin Mell.


Justin terkekeh melihat tingkah Mell yang sangat menggemaskan baginya, dia mendekat dan memeluk Mell dari belakang namun Mell terus menggerakkan tubuh nya seolah tidak ingin di peluk "Diem dong sayang nanti kalau adik Abang bangun kamu mau tanggung jawab?" goda Justin yang sudah mulai memejamkan matanya.


Pagi menjelang kini Mell dan Justin sudah siap dengan koper mereka, beberapa staf sudah masuk "Tuan Nona sarapan kalian sudah siap" ucap seorang maid.


"Tidak perlu kami akan makan di pesawat nanti" jawab Justin ramah.


"Baik Tuan" jawab nya tak kalah ramah.


Justin dan Mell sudah berada dalam jet pribadi milik keluarga Pramudita, "Sayang kamu ayo sarapan" ajak Justin.


"Hmm" jawab Mell.


Mereka sarapan dengan tenang dalam perjalanan menuju negaranya, sesekali Justin menjahili Mell dengan mengatakan bahwa Mell makan dengan belepotan padahal tidak sama sekali dan hal itu membuat Mell kesal karena dia selalu percaya.

__ADS_1


"Eh kok ngambek" ucap Justin yang tak berhenti tertawa dan mengejar Mell hingga ke kamar.


Mell berdiri dengan melipat tangan nya di depan dada, Justin mengikuti dan sudah memeluk Mell dari belakang untuk meredakan emosi nya "Maaf yah Abang cuma bercanda kok" ucap Justin yang bicara sambil menelusupkan kepala nya di ceruk tengkuk Mell dan membuat nya merinding.


"Jangtung jangan berdebar gini napa sih" batin Mell.


Mell memegangi dada nya "Abang" ucap Mell berbalik, Justin khawatir melihat Mell memegangi dadanya dengan ekspresi tak terbaca.


"Sayang kamu kenapa?ada yang sakit?" tanya Justin dan Mell mengangguk.


"Apa yang sakit?" tanya Justin.


"Jantung aku" ucap Mell polos.


"Jantung?" ulang Justin semakin khawatir.


"Kenapa jantung kamu?" tanya Justin.


"Aku gak tau, tapi setiap deket Abang jantung aku kok berdebar kenceng banget yah?" ucap Mell.


Justin tersenyum "Astaga Abang pikir kenapa?" ucap Justin, Mell yang melihat Justin tertawa malah semakin bingung.


"Abang kok ketawa?" tanya Mell.


"Gak papa sayang" ucap Justin lalu memeluk Mell.


"Gimana?masih berdebar gak?" tanya Justin.


"Masih" ucap Mell lirih, ketika Justin hendak melepas pelukan nya Mell tiba tiba memeluk nya lebih erat.

__ADS_1


"Nanti dulu" ucap Mell dan Justin menurut untuk tetap memeluk Mell sambil sesekali menciumi aroma rambut Mell yang sangat harum untuk nya.


__ADS_2