
Setelah terjadi nya serangan di markas Black Rose beberapa hari yang lalu mengharuskan Han di rawat dengan intensif oleh tenaga medis karena terluka cukup parah dan untuk menghindari kekhawatiran semua keluarga termasuk Dianna Mell harus mengumumkan bahwa dia telah mengirim Han ke sebuah negara untuk menangani bisnis nya yang sedang bermasalah, Rio sempat curiga sebelum nya namun Mell berhasil menjelaskan tanpa mengatakan permasalahan yang sebenar nya pada Rio dan tentu saja dia percaya pada Mell.
Setelah beberapa minggu Han di nyatakan sembuh dan bisa beraktifitas seperti biasa nya lalu dia pulang layak nya setelah perjalanan bisnis dengan membawa buah tangan berupa brand brand luar yang sudah Mell siapkan.
Orang pertama yang dia temui adalah Dianna kekasih nya karena Rio dan Ayah nya sedang melakukan perjalan bisnis nya juga sedangkn Bunda nya pergi ke negara asal nya untuk pekerjaan.
Saat itu Dianna sedang duduk berdiam diri di sebuah bangku panjang yang ada di taman, tidak seorang pun menemani nya di sana.
Han memperhatikan Dianna sejak satu jam yang lalu dan Dianna tetap saja diam, sampai Dianna mengeluarkan ponsel nya dan menggeser beberapa kali seperti nya dia sedang melihat sesuatu di sana yang membuat nya bahagia karena dengan jelas Han bisa melihat bahwa Dianna tersenyum sangat manis setelah itu.
Han ingin langsung menemui Dianna namun langkah nya terhenti saat melihat seorang pria tampan dengan otot yang cukup bagus dan wajah yang dominan bule menghampiri Dianna.
"Hay" sapa nya sambil melambaikan tangan, setidak nya itulah yang Han tangkap.
Dianna tampak menyembunyikan senyum nya dan terlihat tidak suka dengan keberadaan pria bernama Erik itu.
"Kalau kakak mau bicara sesuatu yang penting katakan sekarang tapi kalau tidak tolong tinggalin aku sendiri" ucap Mell tegas.
"Aku udah sering bilang ke kamu kalau aku mencintai kamu Dianna dan aku bisa bahagiain Kamu, kenapa sih gak mau kasih aku kesempatan?" tanya nya.
"Dan aku juga udah sering kasih jawaban atas pertanyaan kakak kan? aku udah sering banget bilang kalau aku gak bisa dan aku gak mau aku agak suka di paksa" jawab Dianna.
"Iya tapi apa alasan nya?" tanya nya lagi.
"Bukan nya kemarin aku udah jawab?aku bilang aku udah punya pacar dan aku mau serius sama dia" jawab Dianna lagi.
__ADS_1
"Tapi aku gak percaya sama kamu, itu pasti cuma alesan kamu doangkan biar bisa menghindar dari aku?iyakan?" ucap nya yang mulai menggenggam lengan Dianna dengan begitu kasar hingga membuat lengan nya sangat merah.
"Awwh kak lepas sakit kak lepas" ucap Dianna masih berusaha menarik tangan nya dari genggaman Erik namun pria itu seolah kehilangan kendali atas diri nya sendiri yang tidak menghiraukan teriakan Dianna apalagi dengan suasana yang memang sudah sepi membuat Dianna tidak bisa berbuat banyak.
Tanpa mereka sadari sepasang mata telah mengawasi semua interaksi mereka sejak tadi, sungguh dia sudah benar benar tidak bisa menahan diri nya namun dia juga ingin lihat apa yang ingin pria itu lakukan pada Dianna.
"Kamu bohong kan? Dianna kamu gak bener bener punya pacar kan? aku tau kamu bohong" ucap nya ngeyel.
"Aku baru akan percaya kalau pacar kamu itu datang sekarang juga" balas Erik sedangkan Dianna terus meringis.
"Buat apa aku bohong? aku bener bener udah punya pacar" terika Dianna yang semakin membuat Erik kalang kabut dan ingin menampar Dianna namun sebelum tangan itu bisa menyentuh pipi lembut Dianna harus terlebih dahulu menghadapi tangan kekar Han yang sudah menangkap nya sedangkan Dianna menundukka sedikit wajah nya karena ketakukan.
"Jangan pernah berani menyentuh wanita ku!"
Suara barinton nan berat itu mampu membuat Erik melepaskan cengkraman nya pada tangan Dianna.
Seutas senyun devil terukir dari sudut bibir Han lalu melangkahkan kaki nya untuk lebih mendekat pada pria itu "Bukan kah anda yang ingin bertemu dengan saya?" ucap Han dengan sorot mata yang sangat membunuh.
"Owh jadi lo pacar nya Dianna?" ucap nya lalu tertawa.
"Gue gak percaya lagian kalau pun lo pacar Dianna dia akan rebut dia dari lo" tambah nya.
"Pergilah selagi saya masih bicara dengan sopan dan ingat untuk jangan pernah menyentuh wanita ku" ucap Han.
"Ok gue ngalah sekarang, gue akan pergi tapi pasti akan kembali ingat itu baik baik" ucap nya.
__ADS_1
"Dianna sayang tunggu aku yah, kamu pasti akan jadi milik ku" tambah nya lalu pergi namun di hentikan kembali oleh Han.
"Tunggu!" perintah Han.
Erik berbalik dan menatap Han, dan tanpa aba aba dia langsung menyerang Han namun Han bisa menghindar sehingga tidak kena pukulan Erik namun kala menghindar dengan cepat Han melayangkan dua tinjuan ke bagian uluh hati dan wajah sebelah kiri Erik dan membuat wajah nya memerah.
"Itu untuk anda yang sudah berani menyerang saya dan ini bugh_
"Untuk anda anda yang telah berkata sembarangan pada Dianna" tambah nya setelah memukul bagian bibir Erik hingga darah segar mengalir dari sana.
Namun bukan nya kapok Erik malah ingin menonjok Han dan Han tidak menyianyiakan nya, Erik sendiri lah menyerahkan tangan nya pada Han maka jangan salahkan dia jika terjadi sesuatu pada tangan itu.
Dengan satu gerakan gesit tangan Erik patah oleh Han dan menimbulkan suara yang benar benar membuat ngilu siapapun yang mendengar nya.
"Aaaakkkhhh" teriak nya sangat kencang.
"Itu hukuman untuk tangan anda yang telah berani menyentuh milik saya yang sangat berharga" ucap Han kemudian pergi dan membawa Dianna yang masih menundukkan kepaka nya sambil menutup telinga.
Dianna begitu takut walau hanya untuk mengangkat wajah nya, Han membawa Dianna masuk kedalam mobil sedangkan anak buah nya mengurus Erik.
Saat sudah di salam mobil Dianna masih menundukkan kepala sambil menutup rapat telinga nya sampai suara Han yang lembut menyadarkan nya "Sayang" panggil Han sambil menarik pelan tangan Dianna.
Dianna menoleh pada Han, sangat jelas terlihat bahwa gadis itu sangat ketakukan dan dengan cepat Han merangkul tubuh Dianna.
"Tenang lah kakak ada di sini buat kamu" ucap Han.
__ADS_1
"Kakak dari mana aja aku takut" ucap Dianna.
"Iya kakak minta maaf yah udah ninggalin kamu lama" balas Han.