The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 103


__ADS_3

"Tanpa gue sadar bang Justin suami gue mungkin udah buat tempat nya sendiri di hati gue tanpa menggantikan posisi lo waktu itu, tapi itu yang buat dia berhasil dan sekarang dia adalah satu satu nya laki laki yang special di hati gue" ucap Mell.


Mell keluar dari kamar untuk menemui Justin dia ingin mengatakan kalau Justin telah berhasil mendapatkan hati nya.


Sedang Justin sudah sadar dari lamunan nya dan ingin menemui Mell juga jadi dia keluar dari kamar.


Mereka bertemu tepat ruang tengah, Justin melihat Mell sedang tersenyum dia mengira bahwa Mell sangat bahagia karena bertemu kembali dengan Reyn dan akan mengatakan kalau dia ingin berpisah lalu kembali pada Reyn sedangkan Mell sangat bahagia karena dia sudah sadar kalau Justin adalah lelaki special di hati nya selama ini.


Mell berjalan ke arah Justin begitupun dengan Justin yang berjalan menghampiri Mell namun tanpa di sangka Reyn yang berada di belakang Mell membidikan sebuah pistol ke arah Mell dengan cepat Justin berlari memeluk Mell untuk melindungi nya, Mell senang karena Justin memeluk nya namun saat mendengar suara tembakan dan melihat tangan nya yang meraba punggung Justin berdarah di tambah tubuh Justin yang mulai tidak seimbang membuat Mell terbelalak.


Justin jatuh seketika dalam pelukan Mell, tubuh Mell bergetar hebat jantung nya berdegub tak karuan matanya tanoa sadar meneteskan air mata melihat begitu banyak darah yang Justin keluarkan, padahal Mell sudah sangat terbiasa dengan banyak darah namun melihat darah Justin tumpah membuat tubuh nya lemas.


Reyn kesal karena peluru nya tidak mengenai Mell melainkan Justin dia berniat untuk menembak nya lagi namun melihat tatapan tajam Mell membuat nya bergetar.


Tapi segera dia kendalikan, Reyn sudah mengarahkan pistol itu ke arah Mell namun sayang peluru yang habis, Liam dan kevin yang datang karena mendengar suara tembakan berlari ke arah suara dan melihat Reyn yang ingin menembak Mell sesegera mungkin mereks berlari dan meringkus Reyn, lalu membawa nya ke penjara bawah tanah ke tempat Tania yang sedang di jawa Bastian.


"Ada apa vin?" tanya Bastian khawatir saat mendengar suara tembakan.


"Justin ketembak" ucap Liam.


"Apa?" tanya Bastian.


"Kok bisa?" tambah nya.


"Itu semua karena si brengs*k ini" jawab Kevin menendang wajah Reyn membuat nya mendengus.


"Bas gue serahin mereka sama lo, gue percaya lo bisa urus mereka tapi ingat mereka harus tetap hidup gue yakin Queen pasti pengen main main juga sama mereka biar gue sama Liam yang bantu Mell" ucap Kevin.


"Ok kalian hati hati, kabarin gue terus ya" balas Bastian menyeringai, si psykopat ini memang bisa membuat siapapun merinding dengan senyum devil nya yang tak dapat di artikan.


Di tempat lain


Mell yang melihat tangan nya yang menyentuh pundak Justin berdarah merasa tubuh nya bergetar dia yakin itu bukan darah nya sampai saat tubuh Justin melemah dan ambruk dalam dekapan Mell.


"Nggak"


"Nggak"


"Ini gak mungkin terjadi, nggak"


"Abang bangun bang"


"Abang" Mell terua berteriak memanggil manggil Justin yanh sudah tidak sadarkan diri.


"Dokteeeeerrr" teriak Mell sekuat mungkin seketika ruangan itu jadi penuh dengan gema suara Mell dan banyak mafioso Black Rose yang melihat dan ingin membantu namun saat Mell melihat Kevin dan Liam datang Mell langsung meminta mereka untuk membawa Justin ke rumah sakit milik nya, yah Mell memiliki rumah sakit yang cukup terkenal di negara itu.


Justin langsung mendapat pertolongan dan menjalani operasi untuk mengangkat peluru yang bersarang dalam tubuh nya.


"SELAMATKAN SUAMI SAYA KALAU KALIAN MASIH INGIN HIDUP!" ancam Mell pada para tenaga medis itu.

__ADS_1


"Ba baik Nona" jawab mereka kompak.


Beberapa jam telah berlalu Mell dengan setia menunggu Justin di luar dengan sangat gelisah, Kevin dan Liam mencoba menenangkan Mell namun gagal akhirnya Kevin berinisiatif menelfon Han sembari memberi info tentang kondisi Justin.


Han bergegas pergi menyusul Mell bersama Dianna, kebetulan saat Kevin menelfon sedang ada Dianna di samping nya jadi Dianna tau dan merasa khawatir dengan keadaan Mell juga dan ingin ikut bersama Han.


"Ok kamu boleh ikut tapi ingat keadaan kamu juga belum benar benar sehat dan kamu harus janji akan selalu ada di dekat aku, yah" ucap Han pada Dianna sembari mengelus lembut kepalanya.


Dianna menjawab dengan anggukan dan senyum manisnya.


Dokter telah selesai mengoperasi Justin "Bagaimana suami saya" tanya Mell kala melihat seseorang yang tak lain adalah dokter yang menangani Justin keluar.


"Operasi nya berjalan dengan lancar tapi untuk sekarang keadaan tuan Justin sangat kritis, kita harus berdoa agar tuan bisa secepat nya melewati masa kritisnya" jelas dokter.


"Apa?kritis?" ucap Mell lemas.


"Maaf Nona, kami sudah berusaha semaksimal mungkin" jawab dokter itu menyesal.


"Bodoh!"


"Pergi dari sini dan jangan pernah tunjukkan wajah kalian di hadapan gue" bentak Mell.


Tubuh Dokter itu sudah bergetar sedari tadi bahkan keringat nya pun bercucuran sangat deras.


"Aaaaaaaaakhhhhh" teriak Mell histeris.


"Liam, carikan dokter terbaik yang bisa menyelamatkan suami gue sekarang" perintah Mell dengan frustasi.


Seorang dokter kembali keluar dari ruangan itu "Bagaimana suami saya?" tanya Mell lagi.


"Saya ingin melihat nya saya ingin bertemu dengan suami saya" ucao Mell.


"Tentu Nona, tapi tolong tunggu sampai pasien di pindah ke ruang rawat dulu yah" pinta dokter itu dan Mell mengangguk.


Di ruang rawat


Mell menemui Justin yang berbaring tak berdaya di bangkar rumah sakit ah tidak itu terlalu besar jika di samakan dengan bangkar rumah sakit karena Kevin telah memesan khusus untuk kasur untuk Justin yang berukuran besar yang cukup untuk tiga orang.


"Maafin aku" ucap Mell lirih.


"Maa maaf maafin aku"


"Aku mohon Abang bangun hikss"


"Tolong jangan siksa aku kaya gini hiksss" Mell terus memohon agar Justin bangun namun Justin tetap tidak bangun.


Tak lama Han dan Dianna masuk ke dalam ruangan Justin, Dianna yang melihat keadaan sahabat nya sangat kacau langsung memeluk nya.


"Mbul lo yang sabar yah yang kuat Justin pasti baik baik aja" ucap Dianna.

__ADS_1


"Gue bodoh banget selama ini Dii, gue bodoh hilks hiks"


"Gue udah nyia nyiain orang yang sangat mencintai gue bahkan rela kehilangan nyawa nya sendiri cuma buat ngelindungin gue Dii hiks"


"Sedangkan yang gue lakuin selama ini cuma terus terusan mikirin orang lain yang jelas jelas jahat sama gue, gue bodoh banget Dii" Mell terus meracau dalam dekapan Dianna, air mata nya pun entah sudah sebanyak apa mengguyur wajah mulus nya.


"Udah Mell udah, Bang Justin juga pasti gak mau liat lo kaya gini" ucap Dianna yang ikut menangis melihat keadaan sahabat nya itu sedangkan Han masih memperhatikan kedua sahabat itu dan merasa ada yang aneh dengan kondisi Justin.


"Dii" panggil Han dan Dianna menoleh.


"Kamu ajak Mell keluar dulu yah kasian dia kalau terus di sini, biar aku yang jaga bang Justin sementara" ucap Han.


Mell awal nya menolak namun Dianna terus membujuk nya.


Setelah Dianna dan Mell keluar Han mendekat ke ranjang Justin dan berteriak cukup keras di sebelah telinga nya.


"Gila ya lo" bentak Justin.


"Akhhh luka jahitan gue" pekik Justin yang lupa dengan luka nya.


"Lagian lo kenapa pura pura masih kritis sih?" tanya Han kesal.


"Gue juga baru sadar beberapa jam yang lalu pas Mell keluar tapi gue minta sama dokter buat jangan kasih tau Mell dulu" ucap Justin.


"Kenapa?lo tau gak sih Mell tuh khawatir banget tau gak sama lo?" kesal Han.


"Gue tau, sekarang gue butuh bantuan lo" ucap Justin memandang Han penuh harapan.


"Bantuan apa?jangan maen maen lo sama Mell bang, gue gak akan tinggal diem kalo sampe lo sakitin Mell, gue udah relain dia buat lo dengan harapan dia akan bahagia bukan menderita" jelas Han.


"Gue gak akan pernah bikin istri gue menderita, tapi ada sesuatu yang perlu gue bicarain sama Dianna, gue perlu ngomong sama dia jadi gue minta tolong sama lo buat ajak Mell keluar sebentar dan jangan bilang sama dia kalau gue udah sadar" pinta Justin.


"Ok, gue percaya sama lo bang" jawab Han lalu pergi.


Di tempat lain Mell sedang berjalan bersama Dianna menyusuri taman rumah sakit "Mbul udah yah lo yang sabar lo harus kuat buat suami lo" ucap Dianna dan Mell hanya mengangguk.


Menghela nafas dalam lalu di buang kasar "Gue cuma gak habis pikir aja ternyata secinta itu bang Justin sama gue, tapi apa balesan gue buat dia?gue bahkan belum bisa buka hati gue atau jalanin kewajiban gue sebagai seorang istri yang sebenarnya" ucap Mell yang merasa gagal.


"Gue yakin bang Justin ngerti posisi lo" jawab Dianna.


"Gimana perasaan lo sekarang?" tanya Dianna.


"Gue gak tau Dii, tapi ngeliat bang Justin terluka bikin darah gue serasa mendidih tubuh gue bergetar dan hati gue seolah tersayat, perih dan sesak banget yang gue rasain" jelas Mell.


"Perasaan itu melebihi perasaan khawatir gue dulu sama Reyn" tambah nya menundukkan kepala lalu menyeka sedikit air mata nya yang hampir menetes.


Dianna tersenyum "Syukurlah, gue ikut seneng akhirnya lo bisa sadar sama perasaan lo kalo sebenernya lo itu cinta sama suami lo" ucap Dianna.


"Gue masih belum yakin Dii, gue masih ngerasa aneh sama perasaan ini mungkin karena gue juga udah terbiasa sama Reyn" ucap Mell.

__ADS_1


"Lo tuh yah Mbul his kesel tau nyadarin lo harus gimana lagi sih" kesal Dianna.


"Ya mau gimana lagi Dii, lo juga tau sendiri kalau gue udah cinta sama seseorang ya gue akan sepenuh nya mencintai dia apapun yang terjadi" jelas Mell.


__ADS_2