
Di markas
Mell berjalan memasuki markas di susul Siska yang mengikuti nya di belakang, mereka berjalan dengan santai semua anak buah yang berjaga selalu mendudukkan kepala nya saat Mell lewat.
"Buka" perintah Mell pada penjaga yang berdiri di depan pintu penjara bawah tanah.
"Hai Reyn, apa kabar" tanya Mell santai.
Reyn yang sedang menunduk langsung mendongak "Tolong maafin aku sayang, aku minta maaf" ucap Reyn dan langsung terisak isak.
"Lepaskan ikatan nya" perintah Mell.
Walaupun masih bingun tapi Han tetap mendekat dan melepaskan ikatan Reyn, dia tidak mau melanggar perintah Mell..dia juga ada di sana karena tadi ada anak buah nya yang memberi tau bahwa Mell datang jadi dia langsung berlari menuju ruang bawah tanah.
"Pergilah Reyn, pergilah sejauh yang kamu bisa tapi ingat jangan pernah muncul di hadapan aku lagi..karena kalau sampai itu terjadi gak akan ada kesempatan kedua untuk kamu hidup, aku bisa pastikan itu" ucap Mell penuh penekanan di akhir kalimat nya.
Reyn senang karena bisa bebas dari Mell, dia yakin bahwa Mell tidak akan pernah tega melenyapkan nya karena bagaimana pun dia yakin bahwa Mell masih sangat sangat mencintai dia.
Sedangkan Han yang masih bingung dengan keputusan Mell hanya diam dan sesekali menatap Siska namun Siska hanya diam saja.
Reyn langsung pergi dengan bantuan Han yang memapah nya selain karena luka pada sekujur tubuh juga karena mata Reyn yang sengaja di tutup.
__ADS_1
Saat sudah di luar gerbang markas, Han langsung memasukkan Reyn ke dalam mobil dan meninggalkan nya di pinggir jalan yang cukup ramai dan memberi beberapa lembar uang dari dompet nya seperti yang tadi Mell perintahkan.
Balik ke Mellani..
Mellani yang menatap kepergian Reyn hanya diam tanpa melakukan apapun dan setelah Reyn keluar Me juga ikut keluar namun dia tidak mengikuti Reyn melainkan masuk ke kamar pribadi nya di susul oleh Siska.
"Apa yang gue lakuin ini udah bener mbak?" tanya Mell saat Siska sudah menutup pintu dan menyalakan mode kedap suara pada kamar nya.
"Mbak gak tau, tapi kalau lo mau memulai sesuatu yang baru lo harus mengakhiri dulu yang lama" jawab Siska.
"Itu sebab nya gue lepasin dia, kalau gue habisin dia itu cuma akan bikin gue merasa bersalah seumur hidup karena udah bunuh orang sangat gue cintai" ucap Mell.
"Gue juga gak mau dia bawa mati cinta gue" lanjut nya lirih namun sambil menahan sedikit tawa nya.
Mell pulang dengan di antar oleh Siska karena dia malas untuk menyetir sendiri.
Saat sampai di rumah Mell terlihat sangat murung dia bahkan tidak tersenyum lebar seperti biasa nya di hadapan orang tua nya.
Ais semakin khawatir dengan putrinya itu pasal nya beberapa hari yang lalu Rio mengatakan kepada Ais tentang pengintaian orang suruhan Rio, yang tau hubungan putri nya dengan seorang lelaki bernama Reyn.
"Mas aku rasa putri kita masih sedih karena hubungan nya yang berakhir, aku bahkan sudah sangat jarang melihat dia tertawa lepas hanya beberapakali tersenyum saja itupun untuk menenangkan aku" ucap Ais yang memandangi tubuh Mell berjalan semakin menjauh.
__ADS_1
"Iya kamu bener sayang, tapi aku heran kenapa orang suruhan aku gak bisa nemuin keberadaan lelaki itu dia seolah di telan bumi aku bahkan gak bisa dapet info apapun tentang dia" ucap Rio heran.
"Mas, kok selama aku pulang Dion gak pernah jengukin aku yah" tanya Ais membuat Rio mengerenyitkan dahi nya.
"Kenapa kamu bahas pria lain saat suami mu ada di hadapan mu" ketus Rio.
"Astaga Mas, udah deh mulai lagi cemburu nya" balas Ais jengah dengan tingkah suami nya yang selalu cemburu bahkan sekarang lebih sering.
"Aku gak tau, tapi Mell pernah bilang Dion balik ke America dan memutuskan untuk menetap di sana" jawab Rio masih ketus.
"Eh iya Mas, aku mau bicara tentang Mell sama Justin" ucap Ais.
"Kenapa mereka" tanya Rio masih ketus, Ais mulai menceritakan semua yang mengganjal di hati nya dan keinginan nya untuk menjodohkan mereka, Rio yang semula hanya menjawab ketus mulai antusias dan melupakan kekesalan nya tadi.
"Aku setuju, lagipula Justin anak yang baik dan bertanggung jawab dan aku liat juga kayak nya Mell nyaman saat bersama Justin walaupun aku gak tau gimana persis nya perasaan mereka" ucap Rio dan Ais tersenyum manis.
"Akau akan bicarakan ini pada Bima" tambah nya.
"Ehem" dehem Rio membuat Ais menoleh dan mengangkat sedikit dagu pertanda bertanya APA?
"Kita lanjutin yang semalem yuk sayang" ucap Rio dengan seringai mesum nya🤣
__ADS_1
Namun Ais menolak dan langsung pergi ke kamar dan tidur di ranjang nya(gak mau ko malah langsung ke kamar sih?🤣🤭)
"Ayolah sayang" rengek Rio, mau tidak mau Ais harus melakukan nya jika sang suami sudah seperti ini, dan akhir nya mereka pun melakukan nya sampai mereka berdua merasa lelah dengan olahraga malam yang peluh keringat itu, lalu merebahkan diri mereka dengan saling berpelukan di bawah selimut yang sama tanpa sehelai benang pun.