
Pagi hari datang bersama dengan sinar penuh semangat untuk gadis belia yang sudah rapi dengan seragam nya itu, Mell yah gadis itu adalah Mell yang sebentar lagi akan berangkat sekolah.
"Yuniraaa ayok cepat dikit dong, nanti telat nih" teriak Mell pada adik perempuan nya itu.
"Iya bentar kak ini juga udah selesai kok" jawab nya keluar dari kamar dan menghampiri Mell.
Setelah berpamitan mereka pun berangkat.
"Mbul dari man aja gue telfon lo beberapa hari ini tapi gak pernah di angkat" tanya Dianna yang menghampiri Mell.
"Sorry gue agak sibuk beberapa hari ini belakangan ini, lagian gue kan udah kirim chat ke lo kalo gue izin sekolah" ucap Mell.
"Iya sih tapi kan tetep aja gue khawatir, oh iya tugas kemaren udah gue kasih ke wali kelas jadi lo gak akan kena marah guru" ucap Dianna tersenyum bangga.
"Uuh makasih yaahhh emang deh lo itu sahabat terbaik gue, makasih yah" ucap Mell.
"Yaelah kaya sama siapa aja sih lu, yaudah masuk kelas yu" ajak Dianna.
"Lo baik banget sama gue Dii, kadang gue pengen banget ceritain masalah keluarga gue sama lo, tapi gue takut lo bisa dalem bahaya nanti nya" batin Mell.
Setelah pulang sekolah seperti biasa Mell langsung kembali ke rumah nya, masuk kamar dan memeriksa banyak berkas yang sudah lama ingin di selesaikan.
Tok..tok..tokk
__ADS_1
"Mell sayang makan dulu yuk nak" ucap Mamah Nuri yang mengetuk pintu.
"Iya Mah sebentar lagi" jawab Mell.
Semua orang sudah makan tinggal Mell saja yang belum.
"Sayang Mamah boleh tanya" ucap Mamah Nuri saat Mell sedang makan, sebenar nya Mell paling tidak suka jika harus bicara saat makan tapi mungkin Mamah Nuri sedang sangat ingin bicara.
"Boleh, kenapa Mah" jawab Mell.
"Hmm gimana keadaan Mommy kamu sayang" tanya Mamah Nuri membuat Mell menghentikan aktifitas makan nya, dan meletakkan alat makan nya juga.
"Mommy masih sama Mah, belum ada perkembangan yang signifikan aku cuma berharap Mommy bisa cepat sadar" ucap Mell setelah menghela nafas cukup dalam, entah lah Mell selalu seperti orang yang akan marah jika ada yang menanyakan soal Mommy nya.
"Lanjutin dong makan nya sayang" ucap Mamah Nuri yang melihat Mell melamun dan sudah tidak berselera makan.
"Aku udah kenyang Mah, aku ke kamar dulu yah" jawab Mell.
"Eh gak boleh gitu dong sayang, kamu tau gak di luar sana masih banyak orang yang gak bisa makan, yang kelaparan yang makan dengan seadanya tapi tetap bersyukur, masa kamu yang bisa dengan mudah makan enak malah menyianyiakan makanan sih sayang" ucap Mamah Nuri panjang lebar membuat Mell tersenyum.
"Yaudah tapi Mamah suapin yah" pinta Mell manja.
"ucapan Mamah Nuri sama seperti yang Mommy ku ucapkan dulu saat aku masih kecil" batin Mell mengingat Mommy nya.
__ADS_1
"Makasih yah Mah" ucap Mell setelah selesai makan.
"Iya sayang, yaudah sekarang kamu balik ke kamar pasti banyak kerjaan kan secara anak cantik Mamah inikan calon pemimpin perusahaan terbesar di negara ini" puji Mamah Nuri.
"Mamah apaan sih aku ini tetap anak Mamah" ucap Mell tidak terima.
"Apa ini?siapa calon pemimpin perusahaan terbesar?dan memang nya cuma kakak aja yang anak Mamah" sahut orang yang sedang menuang air itu sambil mencibirkan bibir nya.
"Eeh nggak sayang gak gitu" jawab Mamah Nuri gelagapan.
"Iya aku calon pemimpin perusahaan besar suatu hari nanti, dan itu doa Mamah buat aku jadi kamu jangan iri yah" jawab Mell mengalihkan perhatian Yunira.
"Curang aku nggak Mamah doain kaya gitu" ucap Yunira tak terima.
"Siapa bilang Mamah gak doain kamu, Mamah selalu mendoakan yang terbaik untuk anak - anak Mamah ini" ucap Mamah Nuri tersenyum sambil merentangkan tangan nya dan langsung di sambut pelukan dari kedua putri nya.
Huaaaaaaaaa hikkss huaaa
"Mah Al bangun tuh" ucap Yunira.
"Yaudah Mamah tinggal dulu yah" ucap nya.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1
Malam hari nya seperti biasa Mell akan ke pengajian dan berlatih pencak silat, ia juga semakin dekat dengan Rey.