
Matahari kini sudah menampakkan wujud nya, terang nya memasuki dan menyinari celah celah jendela namun Mell masih tergulung di balik selimut.
Sebenarnya Mell sudah terbangun beberala menit yang lalu, hanya saja hari ini dia merasa sedikit malas untuk beranjak dari tidur nya.
Berbeda dengan Justin yang sudah berkutat dengan peralatan dapur untuk membuatkan menu sarapan special untuk istri nya, pak Mun kepala pelayan sudah melarang majikan nya untuk menunggu saja namun Justin menolak karena dia tau Mell menyukai masakan nya.
"Nggak apa apa pak Mun, lagian istri saya juga biasa nya cuma sarapan sandwich dan susu hangat" ucap Justin.
"Baiklah Tuan, kalau begitu saya permisi" ucap nya.
Setelah jadi Justin membawa hasil masakan nya ke dalam kamar namun saat melihat Mell masih tidur dia mendekat dan duduk di samping nya.
"Mell bangun yuk Abang udah buatin sarapan nih buat kamu"
"Mell"
Mell tidak menjawab dia hanya menggeliat, sampai benar benar sadar dan duduk di samping Justin.
"Selamat pagi istri Abang yang cantik" sapa Justin tersenyum.
"Hmm" balas Mell malas dengan mata belum terbuka sepenuh nya.
Cup
Mell terkejut matanya terbelalak saat benda kenyal itu menyentuh bibirnya "Morning kiss" ucap Justin tertawa melihat ekspresi Mell yang masih bengong.
"Mandi dulu sana terus sarapan, nih Abang udah buatin susu hangat sama chicken sandwich favorit kamu" tambah nya, tanpa menjawab apapun Mell langsung turun dan berlari ke kamar mandi.
Lima belas menit kemudian dia keluar hanya menggunakan jubah mandi yang sedikit lebih pendek tadi milik nya, itu karena dia lupa membawa baju ganti nya tadi.
Mell keluar dan mendapati Justin sedang duduk sambil memperhatikan nya "Kenapa?" tanya Mell heran, Justin mendekat membuat Mell mundur hingga terhalang tembok karena merasa takut dengan tatapan Justin yang terasa aneh baginya.
"Kamu mau goda Abang yah?" tanya Justin menelisik.
Mell gelagapan dan tidak percaya Justin malah akan tergoda melihat nya memakai jubah mandi ini "A apa sih orang aku lupa bawa baju jadi aku ke ke keluar kaya gini" jawab nya gugup.
Menghela nafas "Tapi sekarang kamu harus tanggung jawab" ucap Justin.
Mell menganggkat sebelah alis nya pertanda apa? dia tidak mengerti maksud Justin.
"Aku gak lakuin apa apa kenapa harus tanggung jawab?" tanya Mell mulai kesal.
"Kamu tuh udah bikin adik Abang bangun tau gak?" jawab Justin membuat Mell semakin bingung.
"Adik?" tanya nya dan Justin mengangguk.
"Kenapa kak Han bangun?bukan nya dia lagi jagain Dianna di rumah sakit?" ucap Mell membuat Justin tertawa terbahak bahak sedangkan Mell semakin bingung.
"Bukan Han tapi ini" ucap Justin yang memegang tangan Mell dan mengarahkan nya ke arah bawah nya.
Mell terkejut, dengan wajah merona dia berlari menuju kamar mandi dan mengganti pakaian nya sedangkan Justin masih tertawa melihat tingkat Mell.
Beberapa menit kemudian Mell keluar sudah dengan dress di atas lutut nya, dia berjalan menuju meja rias lalu mulai mengeringkan rambut saat tiba tiba Justin mendekat dan mengambil hair dryer yang sedang ku gunakan.
"Abang balikin" ucap Mell kesal.
__ADS_1
"Biar Abang bantu" ucap nya sambil mengeringkan rambut panjang Mell.
Mell memoles sedikit make up dan liptin di bibir nya.
"Cantik banget sih istri Abang ini" puji Justin membuat wajah Mell semakin merona namun dia langsung memalingkan wajah nya tidak ingin Justin melihat rona pada pipi nya.
"Sarapan yuk" ajak nya.
"Siapa yang bikin?" tanya Mell memandang chicken sandwich yang ada di hadapan nya.
"Abang dong" jawab nya membanggakan diri, Mell tersenyum "Masa sih?" tanya nya tak percaya.
"Coba dong" ucap Justin dan Mell mulai memakan sandwich itu "Heeemm enak" puji Mell dengan wajah berbinar membuat Justin senang melihat nya.
"Kalo kamu suka Abang bisa bikinin tiap pagi" ucap Justin.
"Gak usah, mulai besok aku yang akan masak buat Abang" ucap Mell masih memakan makanannya.
"Abang gak di tawarin nih?" tanya Justin.
"Ambil aja tuh di piring kan masih ada" jawab Mell.
"Abang mau yang kamu pegang itu, kayanya lebih enak deh" ucap Justin.
"Ini punya aku" ucap Mell mengamankan sandwich nya dan menggeser posisi duduknya.
Justin berjongkok di depan Mell "Dikit aja Abang belum makan apa apa lo dari pagi, kamu mau Abang sakit?" tanya nya memelas, Mell mengalah dan memberikan sandwich nya.
"Suapin dong" pinta Justin dan Mell menurut walaupun malas.
"Tuh kan yang ini emang lebih enak, karna di makan dulu sama istri Abang yang cantik ini" ucap Justin mengelus kepala Mell, Justin kembali duduk di sofa samping Mell sambil memakan sandwich yang ada di piring sedangkan Mell memakan sandwich yang sedari tadi dia pegang.
"Dasar, jadi dia mau coba sandwich aku cuma karena ini bekas aku?itukan sama aja kaya ciuman, yaa walaupum gak langsung, suka banget kayanya cium aku dasar mesum" gerutu Mell membatin.
"Abang mau tanya" ucap Justin yang sudah selesai dengan sarapan nya dan kini hendak meminum susu nya.
"Hmm" jawab Mell.
"Kenapa kamu setuju buat bulan madu?"
"Uhukk uhuukk uhukkk" Mell tersedak mendengar pertanyaan Justin.
"Pelan pelan Mell" ucap Justin menepuk punggung Mell pelan.
"Gak aku gak papa" jawab Mell setelah merasa lebih baik.
"Ada yang salah sama pertanyaan Abang?" tanya Justin.
"Aku aku" mencari alasan "Aku cuma mau sekalian liburan aja kan udah lama juga gak liburan" alasan Mell, hanya itu yang dapat dia pikirkan sekarang.
"Oh kirain_"
"Kirain apa?Abang jangan macem macem yah" potong Mell mengancam kemudian pergi meninggalkan Justin keluar dari kamar.
__ADS_1
"Mell mau kemana?" tanya Justin tapi tidak di hiraukan oleh nya.
Mell duduk di halaman belakang rumah, dia merasa bosan saat ini sampai dia memutuskan untuk pergi ke markas.
**
Di markas
"Gimana soal penembak itu?" tanya Mell pada anak buah nya.
"Jangan khawatir Queen kita udah pasang alat penyadap di tubuh nya dan kalau sampai dia berhianat saat itu juga bom akan menghancurkan tubuh nya" jelas Kevin.
"Lalu?" tanya Mell ingin tau kelanjutan info nya.
"Ternyata dia memang benar hanya orang suruhan dan dia di bayar oleh orang bernama Titania" tambah Bastian.
"Titania?" tanya Mell mulai mengingat.
"Queen mungkin lebih kenal dengan nama Tania, dia adalah salah satu tangan kanan Queen yaitu ketua Black Rose dari negara P" ucap Bastian.
"Tita?Tania?Titania?" ulang Mell membandingkan nama Tania kemudian tertawa.
"Seinget gue dia punya saudara kembar kan?" tanya Mell kembali serius.
"Iya dia punya saudara kembar nama nya Tatania, tapi dia meninggal beberapa tahun yang lalu di duga dia depresi dan akhirnya bunuh diri" ucap Kevin.
"Titania..Tatania" ulang Mell.
"Terus apa hubungan nya sama Justin?kenapa dia mau menghabisi Justin?" tanya Mell bingung.
"Dugaan sementara sepertinya Tuan Justin pernah berhubungan dengan mereka tapi soal apa hubungan nya kami belum tau, karena bagaimanapun dia adalah katua dari Black Rose bukan kah setiap ketua mafia kita memang memiliki kemampuan khusus dan selalu bisa menutup rapat semua informasi" ucap Bastian.
Mell menghela nafas kasar "Yah lo bener setiap tangan kanan gue emang harus sangat cerdas, tetap cari informasi lainnya" perintah Mell "Besok gue akan pergi ke sana buat cari tau apa yang sebenernya terjadi, gue gak terima karena Dianna sampe terluka gara gara orang itu" tambah Mell.
Kemudian meninggalkan ruang rapat menuju tempat latihan, dia melihat katana yang sudah cukup lama tidak dia sentuh sejak membantai orang tua Reyn waktu itu.
Dia berlatih hingga sore hari baru pulang, mobil nya memasuki area mansion dengan selamat.
Mell langsung masuk ke dalam kamar dan mendapati Justin sedang terlelap di ranjang dengan beberapa buku medis di samping nya, Mell melewati Justin dan bergegas mandi lalu bersiap memakai pakaian santainya.
Setelah itu Mell turun ke dapur untuk memasak "Pak Mun" panggil Mell.
"Iya Nona, apa ada yang Nona inginkan?" tanya nya sopan.
"Nggak pak saya cuma mau masak buat makan malam" jawab Mell.
Pak Mun terkejut bagaimana bisa seorang Nona muda yang harus nya tidak pernah memasuki area dapur apalagi mau mengotori dirinya hanya untuk memasak.
"Tapi Nona, tidak pantas rasa nya jika anda repot repot memasak bukan kah itu hanya akan mengotori tangan Nona" ucap Pak Mun.
Mell tersenyum "Gak papa pak mun, saya juga pernah ikut kelas memasak lagi pula saya ingin memasak untuk suami saya" ucap Mell.
"Tuan benar benar beruntung memiliki Nona sebagai istrinya" ucap pak Mun memuji dan Mell hanya tersenyum.
"Astaga maaf kan saya Nona maaf atas kelancangan saya" ucap nya merutuki kebodohan nya dan memohon maaf telah bicara lancang.
__ADS_1
"Santai saja pak Mun, selama memang masih dalam batas wajar" ucap Mell menepuk bahu pria paru baya itu namun dengan senyuman yang tidak dapat di artikan.