The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 106


__ADS_3

"Operasi nya berjalan lancar dan pasien juga sudah melewati masa kritis nya.


"Syukurlah" ucap Mell dan semua orang pun merasa lega.


"Abang gak papa?" tanya Mell Justin berdiri dengan tegak menahan rasa sakit dan lelah nya setelah melakukan prosedur operasi.


"Gak" jawab Justin ketus.


"Oh iya Abang kenalin ini kak Raka dia rekan bisnis aku, dan kak Raka kenalin ini bang Justin suami aku" ucap Mell menjelaskan.


Ada sedikit rasa tidak suka dari tatapan kedua nya ketika memandang satu sama lain.


"Ah senang bertemu dengan anda tuan Justin" ucap Raka mengulurkan tangan nya.


"Ya tentu" jawab Justin menggapai uluran tangan Raka.


"Abang pasti capek mau aku pijitin?" tanya Mell lembut.


Justin tersenyum "Ayo badan Abang emang sakit semua" ucap Justin.


"Kak Raka aku tinggal dulu yah, nanti aku balik lagi kalau suami aku udah mendingan" ucap Mell.


"Iya hati hati" ucap Raka tak rela dan Mell hanya tersenyum.


"Apa aku bener bener gak punya harapan sama sekali Mell?" gumam Raka memandang kepergian Mell yang di rangkul oleh Justin suaminya.


Sampai di kamar Justin bergegas pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri nya "Abang udah makan?" tanya Mell saat Justin keluar dari kamar mandi dan duduk di samping nya.


"Ngapain kamu tadi sama dia?" tanya Justin kesal.


"Aku cuma kebetulan ketemu sama Yuki, terus mereka ajak aku makan siang bareng tapi_"


"Tapi apa?" tungkas Justin.


"Gak papa lupain aja" ucal Mell.


"Kenapa?kamu seneng abis di lamar sama dia?" bentak Justin.


"Apa sih kok Abang ngomong nya gitu?" ucap Mell mulai kesal juga.


"Apa yang omongin fakta Mell, kamu akan terima lamaran itu kalau aja Yuki gak kecelakaan kan?" ucap Justin dengan nada mengejek.


"Aku gak nyangka seburuk itu aku di mata Abang" lirih Mell lalu pergi meninggalkan Justin.


Mell pergi ke kastil markas Black Rose, di sana dia sudah di sambut dengan sangat epik oleh para mafioso nya ada Kevin Liam juga Bastian.


"Dimana mereka?" tanya Mell dingin dengan aura sangat tajam.


"Mereka di penjara bawah tanah Queen" jawab Bastin, walau mengenakan topeng tapi sorot mata membunuh itu seolah siap melukai siapapun.


Mell memasuki sebuah ruang bawah tanah yang sangat pengap yang hanya di hiasi dengan jendela kecil sebagai pentilasi udara nya.


"Ambik air panas yang di campur dengan bubuk cabai dan perasan jeruk nipis kemari" perintah Mell.


"Ini Queen" ucap salah seorang mafioso.


"Siram" ucap Mell.


Byuuuurrrrrrr

__ADS_1


Seember air panas dengan campuran bubuk cabai dan perasan jeruk nipis tertumpah dengan epik ke tubuh Reyn dan Tania yang sudah penuh dengan bekas luka lebam dan sayatan.


Sayatan itu pasti ulah Bastian si psykopat gila itu, jiwa psykopat nya akan muncul jika dia berhadapan dengan musuh atau pengkhianat.


"Aaakhhh panas perih aaahhk" teriak Reyn dan Tania bersamaan.


Mell tersenyum licik "Kenapa?" tanya Mell.


"Sakit yah?perih?" tambah nya dengan nada mengejek.


"Itu semua gak sebanding dengan rasa sakit yang kalian kasih ke gue dan suami gue" bentak Mell.


"Sekarang gue akan kasih kalian kematian yanh sangat mengerikan" tambah Mell dengan senyum devil nya.


"Kalian semua ambil katana belatih panah pistol atau apapun senjata yang kalian inginkan untuk membalas pengkhianat ini, gue kasih kalian kesempatan" ucap Mell yang kembali duduk di kursi kebesaran nya.


Semua anak buah Mell sudah memilih senjata nya masing masing dan mulai melempari menyayat tubuh Reyn dan Tania hingga penuh dengan darah.


Teriakan terdengar menggema di seluruh penjuru ruangan "Liam ambil garam, dan siapkan air panas yang baru mendidih yang di campur dengan cabai tumbuk cabai bubuk garam dan perasan jeruk nipis" ucap Mell.


"Baik Nona" jawab Liam.


Mell menaburi tubuh Reyn dan Tania dengan garam, mereka meronta menjerit dan memberontak namun itu hanya sia sia di hadapan Mell.


"Mell kenapa kamu jadi sejahat ini Mell, kamu bukan Mellani yang aku kenal dulu" teriak Reyn.


Mell tertawa renyah "Yah gue emang bukan lagi Mellani yang lo kenal dulu, karena Mellani yang dulu itu udah gak ada dia udah mati perasaan nya hantur dan lo yang udah buat dia mati rasa" teriak Mell.


"Apalagi saat gue tau bahwa semua yang lo lakuin buat deket sama gue itu cuma pura pura untuk bales dendam orang tua lo, gue makin jijik sama lo Reyn" tambah Mell.


"Aku mohon maafin aku Mell" ucap lirih Reyn.


"Hahahahaha lo bilang apa Reyn?maaf?gue udah kasih lo kesempatan buat pergi dan hidup dengan tenang tapi lo malah nyia nyiain kesempatan itu dan dengan sengaja masuk ke hidup gue lagi untuk memisahkan gue dan suami gue" ucap Mell.


"Dan lo Tania, lo itu bener bener gak tau berterima kasih yah?gue kasih lo kerjaan dan percayain lo universitan gue di sini buat lo kelola tapi nyata nya lo malah manfaatin itu semua di tambah lo malah hampir masukin Justin ke dunia bawah" ucap Mell.


"Itu karena gur cinta sama Justin Queen, gue_" teriak Tania


"TUTUP MULUT LO!" bentak Mell membuat mereka semua diam.


"Lo aja gak berhak sebut nama suami gue dengan mulut kotor lo itu apalagi buat berharap dia akan jatuh cinta sama lo" bentak Mell.


"Sekarang kalian harus dapat balesan yang lebih dari itu" ucap Mell lalu mengambil katana nya lalu menyayat lagi kulit Reyn dan Tania kemudian dia siram lagi dengan air panas campuran tadi hingga mereka sekarat dan hampir tewas.


"Biasa nya gue akan tanya permintaan terakhir orang yang gue bunuh, tapi kalian para pengkhianat bahkan gak pantes buat dapetin itu" ucap Mell diiringi dengan tawa nya yang menyeramkan, di keadaan seperti ini pasti tidak akan ada yang percaya bahwa dia adalah seorang Mellani Putri Pramudita.


"Lo itu iblis Mell" ucap lirih Reyn.


Mell tertawa puas "Yah, yah gue emang iblis tapi keiblisan gue gak akan muncul kalo aja kalian gak maksa dia buat keluar, dan sekarang iblis itu telas menguasai diri gue buat hukum pengkhianat seperti kalian" ucap Mell dengan nada meninggi.


"Dan sekarang rasakan lah" tambah nya dengan suara lebih kecil kalu tertawa kembali.


Srreeeeeeeetttt


Katana Mell berhasil menebas habis kepala Reyn dan Tania bersamaan hingga seperti bola yang menggelinding mendekati kaki Bastian dan Kevin yang berada tak jauh dari mereka, darah berceceran di mana mana bahkan Mell pun terkena cipratan nya.


"Bastian ini hadiah buat lo" ucap Mell dengan datar dan di akhiri dengan senyum devil nya.


"Waaaaahh thanks Queen" jawab Bastian gembira.

__ADS_1


Sedangkan Kevin dan Liam hanya bisa memandang naas dan ngilu pada jiwa psykopat Bastian yang menurut mereka sudah sangat mengerikan.


Mell kembali ke hotel dengan keadaan sudah bersih dan sudah mengganti pakaian nya dengan yang baru, namun terlihat sangat pucat dan lelah kemudian menemui Justin yang sedang duduk di balkon kamar nya.


"Abang" panggil Mell lemas.


Justin menoleh "Kamu kenapa?" tanya Justin yang sedikit panik melihat wajah pucat Mell.


"Aku ak_" belum sempat Mell bicara tubuh nya sudah terkulay dan jatuh pingsan untung nya dengan sigap Justin menangkap dam membawa nya ke ranjang.


Justin memeriksa keadaan Mell "Dia demam" ucap Justin lalu menelfon Liam untuk membawakan air hangat untuk mengompres Mell dan juga paracetamol untuk dia minum nanti.


Malam semakin larut, hawa dingin semakin menyeruak ke dalam tubuh Mell baru saja bangun dan melihat Justin tengan tertidur sambil duduk di samping nya, sebelah tangan nya terus menggenggam tangan Mell.


"Abang" panggil Mell dan Justin bangun, Mell berusaha untuk bangun namun Justin melarang nya.


"Aku mau ke kamar mandi" ucap Mell lirih.


"Ayo Abang anter" ucap Justin lalu membantu Mell, Justin menunggu di depan pintu sampai Mell keluar.


"Aku mau ngomong sesuatu sama Abang" ucap Mell yang sudah duduk di tepi ranjang nya bersama Justin.


"Jangan sekarang kamu masih sakit" ucap Justin.


"Tapi aku gak mau hubungan kita terus terusan kaya gini" ucap Mell.


Justin menghela nafas ada kekhawatiran dalam benak nya bahwa Mell lelah dengan hubungan ini dan ingin berpisah dari nya, entah iblis mana yang membisikkan hal itu "Abang ngerti, Abang akan urus surat perpisahan kita" ucap Justin lalu berdiri dan hendak pergi namun Mell dengan segenap kekuatan nya berusaha bangun dan memeluk erat Justin dari belakang.


"Siapa yang ijinin Abang buat tinggalin aku?" tanya Mell yang mulain menitikkan air mata nya, hati nya seolah kacau saat Justin mengatakan perpisahan.


"Ini yang kamu mau kan Mell?kamu mau pisah sama Abang dan kembali ke mantan kamu si Reyn itu?" ucap Justin dengan kecewa.


Mell melepaskan pelukan nya dan berdiri di hadapan Justin "Kenapa Abanh ngomong gitu?" tanya Mell heran "Ternyata bener yang Kevin katakan kalau Tania sempat memberi tau sesuatu pada Justin hingga membuat nya berpikir kalau Mell masih mencintai Reyn" batin Mell.


"Abang denger sendiri kalau kamu masih mencintai mantan kamu itu kan?dan kamu juga pasti mau balik sama dia, Abang gak pernah maksa minta hak Abang sebagai suami kamu Mell karena Abang pikir kamu cuma butuh waktu buat terima Abang sepenuh nya tapi ternyata bukan itu alasan nya" ucap Justin kecewa.


"Kamu emang gak mau Abang sentuh karena ingin menjaga nya buat dia kan, kamu tau rasa nya mencintai seseorang yang di hati nya masih mencintai orang lain?" tanya Justin dan Mell hanya diam.


"Seperti memeluk kaktus, semakin erat kita peluk maka semakin sakit rasa yang kita dapat" tambah Justin.


"Abang aku gak pernah berpikiran kaya gitu" ucap Mell, lalu memutar sebuah vidio yang lengkap tentang percakapan dia dan Reyn yang lengkap bukan setengah seperti yang Tania tunjukkan.


"Setengah kebenaran itu lebih berbahaya dari pada kebohongan itu sendiri bang" ucap Mell lalu pergi keluar.


Justin menonton vidio itu sampai selesai kemudian duduk di tepi ranjang "Ternyata bener apa yang Dianna bilang, kalau Mell itu sebenernya mencintai aku bukan Reyn, dia hanya terbiasa bersama mantan nya itu" ucap Justin kemudian mengambil mantel milik nya dan pergi menyusul Mell.


Mell pergi ke taman untuk menyegarkan pikiran nya di memilih untuk berjalan jalan di sekitar taman, lalu seseorang datang mensejajarkan langkah nya.


Mell menoleh dia pikir itu Justin tapi ternyata Raka "Kamu ngapain sendiri di sini?" tanya nya.


"Eh kak Raka, aku cuma cari angin aja kak" alasan Mell.


"Aku temenin yah?" ajak Raka.


"Makasih kak, eh tapi Yuki gimana?aku belum liat kondisi nya lagi" tanya Mell.


"Yuki udah sadar kok, keadaan nya juga udah membaik sampaikam ucapan terima kasih aku buat suami kamu yah" ucap Raka.


"Aku juga minta maaf udah lancang lamar kamu tanpa tau yang sebenernya" tambah Raka.

__ADS_1


Mell tersenyum "Itu bukan salah kak Raka, kan waktu aku nikah kakak udah balik ke negara kakak" ucap Mell.


__ADS_2