The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 147


__ADS_3

Salah seorang dari orang orang di luar yang sedang mencari Mell melihat Mell juga ketiga lelaki itu sedang bersembunyi dan langsung berteriak memanggil teman teman nya yang lain.


"Itu dia orang nya" teriak nya.


Mell yang kaget langsung meminta kak kak dan kak untuk berlari keluar menyelamatkan diri mereka.


"Berhenti di sana" teriak mereka sambil menembak secara brutal.


"Cepat lari, dan masuk ke mobil itu" teriak Mell yang menunjuk sebuah mobil berwarna hitam di dekat gerbang keluar.


Setelah Mell mengalihkan perhatian orang orang itu Mell langsung berlari secepat mungkin namun sayang lagi lagi sebuah peluru begitu cepat untung saja Mell berhasil menghindar sehingga peluru itu hanya mengenai kaki nya sedikit (maksud nya cuma keserempet doang gitu guys🤭)


"Akkh" pekik Mell kesakitan namun berhasil lari lagi dan masuk ke dalam mobil nya.


Orang orang itu terus menembaki mobil yang Mell masuki bersama dengan kak kak dan kak.


Mereka bertiga terlihat sangat ketakutan namun tidak dengan Mell di justru sangat ingin kembali keluar dan menghabisi mereka semua jika saja dia tidak sedang bersama tiga laki laki ini.


"Sialan" pekik Mell sambil memukul stir mobil nya karena mereka masih terus menembaki untung saja mobil itu sudah di lapisi dengan kaca anti peluru bahkan semua sistem mobil itu sudah sangat canggih jadi sangat sulit untuk menghancurkan nya.


Mell mulai mengemudikan mobil nya dalam keadaan berlumuran darah, Mell bisa menahan nya tapi dia tidak mengerti kenapa tiba tiba perut nya terasa sangat sakit.


Dia berusaha untuk tetap tenang dan tetap mengendalikan rasa sakit nya namun akhirnya Mell setelah di rasa aman dari kejaran orang orang itu Mell menepikan mobil nya ke jalanan yang tidak ramai kendaraan bahkan karena suasana yang sudah mulai sore membuat jalanan itu semakin terkesan sepi.


"Aakh" erang Mell menahan sakit pada perut nya.


"Kak aku mau minta tolong" ucap Mell pada kak Robi


"Apa?" tanya nya sedikit panik.


"Aku harus secepet nya keluarin peluru ini kaya nya gara gara peluru ini perut aku jadi sakit banget" jawab Mell.


"Tapi di sini gak ada rumah sakit Mell" ucap kak Fahmi


"Aku bisa keluarin peluru ini sendiri, tapi aku butuh bantuan kalian" ucap Mell.

__ADS_1


"Kita harus apa?" tanya kak Robi yang berada di sebelah nya.


"Tolong ambil kotak p3k di sana" tunjuk Mell dan segera dia ambil.


"Makasih, sekarang tolong tutup mata kalian soalnya aku mau buka baju aku" ucap Mell dan mereka menuruti nya.


"Jangan ada yang buka mata walaupun aku teriak yah" tambah Mell.


Mell segera membuka sedikit baju nya sebenarnya dia tidak benar benar membuka nya dia hanya merobek sedikit di bagian dada agar memudahkan dia mengambil peluru itu bagaimana pun Mell tetap tidak suka tubuh nya di lihat oleh orang lain kecuali suami nya Justin.


Tidak lupa Mell menyumpal mulut nya menggunakan sapu tangan milik nya untuk meredam suara yang mungkin terdengar sangat berisik nanti nya.


"Aaaakkkkhh" teriakan Mell tertahan seolah menggambarkan betapa sakit nya hal yang sedang dia lakukan dan hal itu berhasil membuat ketiga laki laki itu kaget dan membuka mata mereka bersamaan.


Mereka kaget mendengar jeritan Mell dan tanpa sadar membuka mata nya, mereka sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat dan saksikan gadis lugu polos yang terlihat sangat lemah lembut bahkan terlihat cengeng yang mereka kenal sekarang ini sedang menyayat dada nya sendiri untuk mengambil sebuah peluru yang tertanam di dalam nya dan dia menahan semua suara jeritannya hanya dengan menyumpal mulutnya sendiri menggunakan sabuah sapu tangan.


"Melk kamu gak papa?" tanya nya namun Mell masih fokus dengan apa yang sedang dia kerjakan, dia sudah tidak peduli dengan sekitar nya.


Sekitar lima menit kemudian Mell berhasil mengambil peluru itu dari dada nya dia menggenggam erat peluru itu dengan mata yang sangat merah.


Tanpa berkata dan menghiraukan siapapun Mell kembali melajukan mobil nya sekitar satu jam dengan kecepatan penuh Mell berhasil sampai di sebuah mansion milik nya yang sudah sangat lama tidak dia kunjungi, mansion itu adalah pemberian Daddy nya saat ulang tahun Mell yang ke dua belas tahun saat itu.


Disana hanya ada para pembantu namun kadang juga ada banyak mafioso nya yang berkunjung untuk berpesta, Mell tidak pernah keberatan soal itu karena para pembantu nya pun sudah lama mengetahui hal itu.


Mell tidak lagi menggunakan topeng jika ke mansion ini karena yang datang pun pasti hanya para mafioso kepercayaan nya yang dia latih sendiri secara khusus.


"Selamat datang Queen" ucap salah seorang mafioso setelah membukakan pintu mobil Mell.


"Hmm" balas Mell.


"Akhh" pekik nya sambil menahan sapu tangan di dada nya.


"Berbaring lah Queen, biar saya antar ke ruang kesehatan" ucap nya.


Mell tidak menuruti nya namun dia langsung berjalan menuju ruang kesehatan "Queen" pekik para perawat dan dokter yang bekerja di sana.

__ADS_1


Mereka sudah tau bahwa Queen mereka sedang terluka karena tadi Siska sudah memberitahukan nya jadi mereka sudah mempersiapkan segala nya.


"Peluru nya udah gue ambil kalian lanjutin pekerjaan kalian, dan yah tadi gue juga ngerasa perut gue sakit banget coba kalian periksa ini faktor kehilangan banyak darah atau apa" ucap Mell.


Sekitar satu jam mereka melakukan perawatan dan pengecekan terhadap tubuh Mell dan mereka semua merasa sangat terkejut bahagia namun juga khawatir apakah Queen mereka akan menerima hal yang akan mereka sampaikan ini.


Sekitar pukul 7 malam Mell baru sadar namun dia merasa begitu lemas dan juga haus, perlahan dia berusaha untuk duduk dan mengambil gelas yang ada di samping nya namu gelas itu malah jatuh dan pecah.


Para tim medis segera datang dan melihat keadaan Queen mereka yang terlihat sangat pucat.


"Gue haus" pekik Mell.


"Maaf telah meninggalkan Queen sendiri saya pantas untuk di hukum Queen" ucap salah seorang perawat yang langsung mengambilkan Mell minum lalu dia bersujud di hadapan Mell.


"Bangunlah" ucap Mell lemas.


"Jam berapa sekarang?" tanya Mell.


"Jam 7 Queen" jawab nya.


"Panggil kepala maid" perintah Mell.


Setelah kepala maid datang dia langsung mengahadap Mell dan menundukkan kepala nya "Ada yang bisa saya bantu Queen" tanya nya.


"Apa tamu tamu gue kalian layani dengan baik?" tanya Mell.


"Tentu Queen, Nona Lien sudah memberikan instrusi kepada kami" jawab nya.


"Bagus, apa mereka sudah makan malam?" tanya Mell lagi.


"Sekitar setengah jam lagi kami akan sajikan untuk mereka Queen" jawab nya.


"Ok, gue akan ikut makan malem sama mereka" ucap Mell lalu berusaha untuk berdiri.


Mell masih sangat lemas saat ini namun dia memaksakan diri untuk ke

__ADS_1


__ADS_2