
Mell Dianna dan Han akhirnya turun ke bawa membawa beberapa paper bag "Ini buat kalian" ucap Mell.
"Waah oleh oleh bulan madu nih" ucap Bastian.
"Iya mau gak?" tanya Mell.
"Mau gak mau gak mau lah masa enggak!" gurau Bastin yang membuat semua orang tertawa.
***
Keesokan hari nya Mell dan Justin pergi ke rumah orang tua Justin "Ah anak Bunda sudah datang" sapa Bunda Justin dam Han.
"Kok cuma Mell yanh di peluk Bun?" protes Justin.
"Kamu nanti, sekarang Bunda lagi kangen kangenan sama anak perempuan Bunda yang canti ini dulu" ucap Bunda saat melerai pelukan nya lalu mencubit gemas pipi Mell.
"Aku juga kangen banget sama Bunda" ucap Mell.
"Ayo duduk dulu sayang" ucap Bunda mengajak Mell dan Justin duduk.
Beberapa jam berlalu setelah memberikan oleh oleh untuk Bunda, mereka memutuskan untuk pergi ke rumah keluarga angkat Mell.
"Assalamualaikum" ucap Mell dam Justin bersamaan.
"Waalaikumsalam" jawab Yunira yang membuka pintu.
Saat melihat sang kakak Yunira langsung memeluk nya erat "Kakak aku kangen" jawab nya.
"Uhuuk uhukk iya tapi uhuk lepasin dulu kakak gak bisa nafas ini" ucap Mell memukuk mukul lengan Yunira.
"Eh iya maaf kak" ucap nya nyengir kuda.
"Hai bang Justin, ayo masuk" ajak Yunira setelah menyapa dan memeluk Justin.
"Mamah sama Papah mana Yun?" tanya Mell.
"Mamah di kamar lagi tidur siang kak, kalau Papah kan pasti kerja" jawab Yunira.
Setelah itu Mell langsung menemui Mamah angkat nya di kamar "Mamah" panggil nya dan dis langsung bangun.
Betapa bahagianya mamah Nuri saat melihat Mell datang "Sayang mamah kangen banget tau" ucap mamah Nuri sambil memeluk Mell.
"Aku juga kangen banget sama mamah sama papah" balas Mell.
"Eh iya suami kamu mana?kamu ke sini sama suami kamu kan?" tanya mamah Nuri.
"Suami aku di luar mah dama Yunira" jawab Mell.
"Yaudah ayo keluar kasian suami kamu nunggu lama" ucap mamah Nuri.
Beberapa menit berlalu sampai tiba saat mamah bertanya soal resepsi mereka di kota itu "Jadi kalian kapan mau adain resepsi di sini?" tanya mamah Nuri.
"Hmm kita be_"
"Minggu depan mah" potong Mell saat Justin bicara, mamah Nuri terlihat sangat bahagia dan antusias.
"Ok kalau gitu mamah akan siap kan semua nya" jawab nya senang.
"Oh iya kalian nginep di sini aja yah malem ini, mamah masih mau kangen kangenan sama kamu sayang sekalian kamu nanti malem ke rumah abanh buat minta restu dan undang beliau yah" ucap mamah Nuri.
"Iya mah, nanti malem aku pasti kesana sekalian ngenalin bang Justin ke abah" ucap Mell.
Malam pun tiba papah Mell juga sudah sampai, sekarang mereka telah selesai makan malam bersama "Kakak mau kr rumah abah?" tanya Yunira.
"Hmm" jawab nya.
"Mau ngapain?bang Justin ikut gak?" tanya Yunira.
"Ikutlah orang mau di kenalin ke abah" jawab Mell.
"Tapi kalau nanti ketemu sama_"
"Udah deh Yun" potong Mell.
Makan malam selesai Mell kini tengah berganti pakaian nya di kamar "Sayang, terus abang pake baju apa?" tanya Justin.
"Tuh udah aku siapain" ucap Mell menunjuk pada kaos berwarna hitam yang telah Mell siapkan.
Justin mengganti pakaian nya dan Mell juga sudah siap saat menuruni tangga mereka berpapasan dengan Yunira "Udah siap?"tanya nya.
"Udah ayo" jawab Mell.
Mereka berjalan menuju rumah abah bersama sama sepanjang jalan banyak mata yang memandang bahkan tak jarang mereka dulu nya nyinyir jadi tersenyum ramah pada Mell, mungkin karena tau siapa Mell sebenarnya.
Beberapa di antara nya menyapa dan mengajak bersalaman ada juga yang memandang iri pada nya.
"Ih liat deh suami nya ganteng banget tapi kok mau yah sama dia" ucap salah satu orang yang selalu syirik pada Mell padahal Mell tidak kenal dekat dengan nya.
Mell ingin mempercepat jalan nya namun tangan nya di tahan oleh Justin "Apa kita butuh alasan untuk mencintai seseorang?saya rasa tidak" ucap Justin dingin pada orang itu lalu menggandeng tangan Mell dan pergi.
"Mereka sering yah ngomong gitu ke kamu?" tanya Justin dan Mell mengangguk.
"Kenapa gak di bales?" tanya Justin kesal dan malah membuat Mell tertawa.
"Kok ketawa?" tanya Justin heran.
__ADS_1
"Aku inget omongan Abang dulu" ucap Justin.
"Yang mana?" tanya nya.
"Abang bilang, Mell kamu gak boleh jahat sama binatang yah walaupun mereka mungkin nyakitin kamu tapi kan kejahatan gak perlu di bales sama kejahatan" ucap Mell setaya menirukan gaya bicara Justin.
Justin tertawa renyah "Kamu tuh ada ada aja yah, oh jadi kamu anggep orang orang nyinyir itu binatang?" ucap Justin kembali tertawa.
"Yups, anggep aja itu suara anjing yang menggonggong" jawab Mell santai.
Setelah berjalan beberapa menit mereka telah sampai di rumah pria paruh baya yang masih terlihat sangat gagah itu.
"Assalamualaikum" ucap Mell Yunira dan Justin bersamaan.
"Waalaikumsalam" jawab Abah dan ibu.
"Abah sama ibu gimana kabar nya?sehat?" tanya Mell sopan.
"Alhamdulilah abah sama ibu sehat nenk, nenk sendiri gimana kabarnya?udah lama gak latihan" ucap Abah.
"Iya bah sekarang Mell tinggal sama orang tua kandung Mell karena Mommy juga udah sembuh" jawab Mell.
"Alhamdulillah atuh, tapi nenk inget yah yang ngebesarin nenk itu mamah sama papah nenk mereka juga sama sama orang tua nenk jangan di lupain yah" nasehat abah.
Mell tersenyum "Iya abah Mell akan selalu ingat nasehat abah" ucap Mell.
"Hmm ini?" tanya abah menunjuk ke Justin.
"Oh iya sampe lupa, abah ibu perkenalkan ini suami Mell nama nya Justin" ucap Mell mengenalkan Justin.
"Saya Justin bah suami Mellani" ucap Justin seraya mencium tangan abah dan ibu.
"Memang tidak salah kamu memilih suami nenk, dia lelaki yang tampan juga sopan abah doakan semoga pernikahan kalian sakinah mawadah warahmah yah" ucap abah.
"Iya nak pernikahan sebaik nya hanya di lakukan sekali seumut hidup, ibu doakan semoga kalian segera mendapat momongan" ucap ibu tersenyum.
"Amin" jawab Justin senang sedangkan Mell menjawab dengan suara yang halus namun tersenyum manis.
Tak lama dua orang pemuda datang mengucap salam "Assalamualaikum" ucap nya bersamaan.
"Waalaikumsalam jawab mereka serempak.
"Eh ada nenk Mell, kemana aja nenk kok gak pernah latihan lagi sih?" tanya Surya.
"Iya nenk gak latihan latihan AA kan jadi kangen" ucap Risky.
Mell tersenyum sedikit "Maaf yah Mell emang gak bisa sering sering kesini soalnya Mell gak tinggal di sini lagi kan A" ucap Mell.
"Iya iya tau deh wanita karirr kan sekarang mah" canda Risky membuat semua orang tertawa.
"Iya A Surya A Risky kenalin ini suami Mell" ucap Mell mengenalkan mereka.
"Justin" ucap Justin sambil tersenyum ramah.
"Surya"
"Risky"
Setelah berkenalan segerombol anak anak juga datang mengucap salam "Assalamualaikum" jawab mereka lalu bersalaman.
"Waalaikumsalam" jawab nya.
"Kak Mell" teriak mereka bersamaan lalu memeluk Mell.
"Eh eh pelan pelan dong" ucap Mell.
"Tau nih jadi cuma kak Mell yang di peluk, aku nggak?" ucap Yunira pura pura ngambek.
"Eh enggak kak, kan kak Mell udah lama gak kesini kalo kak Yunira kan sering ketemu hehe" ucap Dinni anak kecil yang sangat menggemaskan itu.
"Selamet yah nenk atas pernikahan nya tapi kok AA gak di undang sih?" ucap Surya.
"Oh iya soal itu Mell minta maaf yah sama abah sama ibu sama semuanya, sebenar nya kami menikah karena di jodohkan orang tua kami jadi terkesan buru buru tapi kami berencana untuk mengadakan pesta resepsi di sini untuk mengundang teman dan kerabat yang tidak sempat hadir dalam pernikahan kami sebelum nya" jelas Mell.
"Waah jadi ini suami kakak?" tanya Dinni.
"Hmm" jawab Mell tersenyum.
"Ganteng banget yah kaya oppa korea hehe"
"Nama nya siapa kak?"
"Nama nya Justin kalian bisa panggil bang Justin" sela Yunira.
"Oh bang Justin, hallo bang Justin" jawab mereks kompak.
"Hai" jawab Justin tersenyum.
"Suami kakak kerja apa kak"
"Kalian tanya aja sama orang nya nih" ucap Mell.
"Bang Justin itu dokter bedah" ucap Yunira lagi lagi menyela.
"Waah dokter" ucap mereka.
__ADS_1
"Sudah sudah sekarang lebih baik kalian latihan, biar nanti saat resepsi kak Mell kalian bisa tampil bagus" ucap ibu.
"Iya bu" jawab mereka.
"Kak Yun kak Mell ayo ajarin" ajak mereka.
"Sana Yun kamu aja" ucap Mell.
"Nenk juga sana sekalian suami nya di ajarin beladiri" ucap Surya.
"Weeh kalo dia mah gak usah di ajarin juga udah ahlinya A" puji Mell.
"Wah masa sih, bagus dong jadi kalian pasangan yang sama sama kuat dalam beladiri" ucap Risky.
"Udah ah ayo latihan" ajak Yunira.
Mell akhirnya memimpin bersama dengan Yunira, malam semakin larut mereka berlatih dengan sangat serius.
"Abah ibu kita pamit dulu yah" ucap Yunira.
"Iya kalian baik baik yah" ucap abah.
"Oh iya resepsi kalian kapan?" tanya abah.
"Minggu depan" jawab Mell.
"Nenk ibu mau bicara sebentar sama Nenk" ucap Ibu lali mengajak Mell bicara berdua.
"Ada apa bu?" tanya Mell saat ibu berhenti.
"Nenk panggil ibu dengan sebutan ibu kenapa?" tanya nya.
"Kok ibu tanya gitu?aku panggil ibu karena emang aku udah anggep ibu sebagai ibu aku juga" jawab Mell sambil tersenyum.
"Kalau gitu ibu mau tanya tapi nenk jawab jujur yah?"
"Iya, apa bu?" tanya Mell.
"Ibu tau nenk menikah karena di jodohkan tapi ibu sama abah berharap nenk sudah siap menjalani kehidupan rumah tangga yang sebenarnya" ucap ibu.
"Ma maksud ibu apa?" tanya Mell bingung.
"Apa nenk sudah pernah melayani suami nenk?" tanya nya.
"Hmm aku_"
"Iya ibu tau, tapi ibu harap nenk bisa menjadi istri yang sesungguhnya untuk suami nenk, jalani tugas dan kewajiban nenk sebagai seorang istri yang baik untuk suami nenk, abah sama ibu tau hubungan nenk sama Reyn dulu gimana tapi karena sekarang nenk sudah menikah abah dan ibu sebagai orang tua nenk berharap nenk terima pernikahan ini lahir dan batin" nasehat ibu panjang lebar.
Mell memeluk ibu "Aku gak tau dari mana ibu tau semua ini tapi aku janji akan jadi istri yang baik buat suami aku bu, aku minta doa restu abah sama ibu yah dan soal hubungan aku sama Reyn itu udah selesai bu dan suami aku juga tau masalah itu" jawab Mell terharu.
"Abah dan ibu pasti selali mendoakan kebaikan untuk semua anak anak nya" ucap ibu seraya melepas pelukan itu.
Di tempat Justin.
"Nak Justin abah juga mau bicara sebentar boleh" tanya abah.
"Iya tentu bah, mari" ajak Justin.
"Dulu nenk Mellani itu belajar disini, belajar ngaji belajar beladiri dan abah sudah cukup mengenal nya, dia itu gadis yang baik tapi keras kepala" ucap abah dan Justin sedikit terkekeh.
"Abah benar dia memang keras kepala, sering kali saya harus mengalah jika berdebat dengan nya" ucap Justin.
"Abah tau ada luka yang sangat dalam di hati nya, tapi entah luka apa itu, tapi abah berharap kamu bisa jadi obat untuk luka itu" ucao abah.
"Abah bukannya sok tau tapi dari penglihatan abah hubungan kalian belum lengap" ucao abah.
"Maksud nya bah?"tanya Justin bingung.
"Apa nenk Mellani sudah menjalankan kewajiban nya untuk melayani suami sebagai seorang istri yang baik?" tanya abah.
Justin diam dan tersenyum "Pernikahan kami bisa di bilang cukup cepat bah walaupun kami sudah saling mengenal sejak kecil tapi sayang rasa itu berbeda, butuh waktu untuk Mell bisa menganggap saya sebagai suami nya apalagi dia juga baru bisa lepas dari masa lalu nya" ucap Justin.
"Nak Justin tau tentang hubungan nenk Mellani dengan Reyn?" tanya abah.
"Iya bah saya tau" jawab Justin.
"Abah harap kamu bisa menerima_"
"Saya gak punya masalah dengan itu bah, saya sangat mencintai Mellani apapun keadaan nya" potong Justin tegas.
Abah tersenyum "Kesabaran kamu suatu hari akan berbuah manis nak, bersabarlah sebentar lagi" ucap abah.
"Iya bah" jawab Justin.
"Sejujurnya dulu abah juga kurang setuju dengan hubungan mereka karena abah tau Reyn bukan lelaki yang pantas untuk nenk, tapi mau bagaimana lagi itu keputusan nenk sendiri, dan sejak anak itu membuat kehebohan di kampung ini abah sudah tidak pernah melihat nya lagi, entah kemana dia pergi" ucap abah.
"Abah" panggil ibu.
"Hmm kita pamit yah bah bu" ucap Mell.
"Iya nak kalian hati hati di jalan, rukun rukun yah" ucap abah.
"Nenk juga inget pesen ibu tadi yah" ucap ibu dan Mell mengangguk seraya tersenyum.
"
__ADS_1