
Cukup lama Mell berbaring di atas kasur empuk yg menjadi tempat nya beristirahat beberapa waktu ini, Justin tentu dengan setia menemani istri nya.
Perlahan Mell mulai sadar dan mengerjapkan mata nya, dia merasakan sebuah elusan lembut yang menyapu perut nya juga rembesan air mata di tangan nya.
"Abang" lirih Mell saat sadar kalau Justin tengah bersama nya.
Justin mendongak kala mendengar suara lirih itu hati semakin sakit saat suara parau itu hendak kembali bersuara.
"Sayang, kamu udah sadar?"
"Apa yang sakit?"
"Biar aku check dulu yah sayang" tutur Justin terus menerus.
Setelah memastikan Mell baik baik saja Justin memanggil dokter kandungan Mell agar memastikan keadaan bayi mereka juga.
"Nona dan bayi nya baik baik saja tuan" jelas dokter itu.
"Aku mau ke kamar" lirih Mell lagi.
__ADS_1
"Biar Abang bantu yah sayang" tawar Justin.
Mell mengangguk walau ragu apakah Justin masih marah pada nya atau tidak namun Mell masih tetap diam dan menurut.
Saat sampai di kamar Justin mendudukan Mell di tepi ranjang dan pria tampan itu berjongkok di hadapan nya.
Ditatap nya lekat lekat wajah pusat sang istri yang masih nampak berusaha tersenyum manis "Sayang maafin Abang yang udah bentak bentak kamu yah" ucap Justin.
"Abang cuma gak mau sesuatu yang buruk terjadi sama kamu apalagi sekarang kamu sedang hamil" tambah nya.
"Aku akan jaga diri dan anak kita, aku gak mungkin juga bahayain dia, aku cuma minta tolong Abang juga ngertiin aku" tutur Mell.
Mell paham betul maksud Justin namun dia sengaja menanyakan nya lagi "Jujur tentang apa?" tanya Mell.
Justin menunduk lalu menghela nafas dalam, kembali di tatap wajah sang istri "Apa yang sebenernya kamu lakuin selama ini?kenapa selalu ada bahaya di sekitar kamu sayang?" tanya Justin lirih.
"Maaf aku gak bisa cerita, bukan aku gak mau jujur atau gak percaya sama Abang tapi ketakutan aku jauh lebih besar dari itu semua" jawab Mell tegas.
"Aku akan jaga anak kita, aku akan lindungin dia apapun yang terjadi" tambah Mell.
__ADS_1
"Ok Abang ngerti, Abang percaya kamu bisa jaga calon bayi kita tapi tolong kasih tau Abang kalau kamu ada masalah sekecil apapun itu" tutur Justin lalu tersenyum.
Mell mengangguk dan tersenyum walau dadanya terasa sesak melihat senyum Justin yang sangat tulus, pengertian sebesar ini belum tentu bisa dia dapat dari pria lain.
"Yaudah sekarang kita ke kamar dulu yah" ucap Justin dan lagi lagi Mell hanya mampu menganggukkan kepala nya untuk menjawab, sungguh saat ini dia merasa sangat lemas dan tidak bertenaga.
Saat sampai di dalam kamar Justin segera menurunkan Mell dari gendongan nya dan perlahan membaringkan nya di atas ranjang king size milik mereka.
"Istirahat dulu ya sayang, biar Abang yang siapain acara nanti malem" ucap Justin.
Saat hendak pergi Mell menarik tangan Justin dan membuat pria itu berbalik menatap Mell kemudian duduk di bibir ranjang sedangkan Mell berusaha untuk duduk agar bisa berhadapan dengan Justin.
"Abang gak marah kan?" tanya Mell sedikit was was.
Justin tersenyum lalu menggeleng "Enggak sayang Abang gak marah, maaf yaah Abang udah bikin kamu sedih dan membahayakan kalian" ucap Justin sediki sendu di akhir kalimat nya.
"Aku gak papa kok, Abang gak salah aku yang belum bisa jujur sama Abang..maaf" lirih Mell.
"Yang terpenting sekarang adalah aku dan calon bayi kita sehat dan tetap aman" tambah Mell lalu menggiring tangan Justin agar menyentuh perut nya yang masih rata.
__ADS_1
Justin tersenyum dan langsung memeluk Mell dengan sangat erat menyalurkan semua kehangatan yang ia miliki.