
"Abang gak sanggup Mell, lebih baik Abang yang luka dari pada liat kamu kesakitan kaya gini" lanjut nya dan mulai menangis.
Mell terkejut karena baru pertama kali ini dia melihat Justin menangis dan itupun karena diri nya.
Melihat Justin menangis rasa nya hati Mell juga ikut sakit seakan teriris begitu dalam, ada luka tersendiri dalam benak nya melihat air mata yang jatuh dari pelupuk mata seorang Justin.
Mell memeluk Justin membawa nya lebih dalam pada kehangatan dan masih berusaha menenangkan kegelisahan suami nya itu "Aku baik baik aja, iya aku mau ke rumah sakit ayo kita ke rumah sakit sekarang" ucap Mell masih dengan memeluk Justin dan mengelus lembut rambut halus nya.
Justin yang merasa sudah lebih tenang dan bisa mengendalikan emosi nya mulai melajukan kembali mobil nya menuju rumah sakit terdekat.
"Ya allah ternyata sedalam itu cinta suami ku sama aku, sampai melihat aku terluka pun malah dia yang menangis dan ikut terluka, terimakasih karena telah mengirim dia untuk ku ya allah aku akan menjaga nya dan mencintai nya seumur hidup ku" batin Mell memandang Justin yang masih fokus pada jalanan.
Sampai di rumah sakit Justin tetap menemani Mell bahkan dia sendiri lah yang menjahit luka Mell di bantu dengan suster dan dokter yang bertugas.
Awal nya dokter menolak namun setelah Justin jelaskan bahwa dia juga seorang dokter bedah akhirnya dokter itu percaya dan mengijinkan Justin yang memgobati Mell.
Setelah pulang dari rumah sakit Justin langsung membawa Mell kembali pulang, sepanjang perjalanan Justin tak pernah melepaskan tangan Mell bahkan ketika sampai pun dia memaksa untuk menggendong Mell.
Kini mereka sudah di dalam kamar Mell juga sudah mandi dan tentu saja di bantu oleh Justin memang siapa lagi?
"Abang mandi dulu yah" ucap Justin yang merasa sudah sangat kepanasan, tadi dia hanya membantu Mell mandi sedangkan dia berniat mandi setelah nya.
"Iya, nanti aku siapin baju tidur Abang" balas Mell.
"Gak usah kaki kamu kan masih sakit, kamu istirahat aja Abang bisa ambil sendiri baju Abang" tolak halus Justin.
Mell tersenyum dan mengiyakan perintah suami nya, lima belas menit berlalu Justin baru keluar dari kamar mandi tetapi sudah dengan pakaian tidur nya yang tadi dia ambil sendiri dari lemari.
__ADS_1
Justin tersenyum dan menghampiri Mell "Kaki nya masih sakit?" tanya Justin lembut.
Mell tersenyum "Udah nggak kok" jawab nya.
"Abang pijitin yah" ucap Justin.
"Gak usah, Abang juga pasti capek harus nya aku yang layanin Abang tapi sebalik nya" balas Mell.
"Iyasih, tadi Abang emang capeeeeek banget tapi setelah liat kamu senyum rasa nya semua lelah Abang hilang dan lenyap gitu aja" ucap Justin.
Mell terkekeh "Abang apa sih gombal terus deh" ucap Mell tersipu.
"Udah sini kaki nya Abang pijitin" ucap Justin yang langsung menarik kaki Mell.
"Eeh Abang gak usah" tolak Mell yang ingin menarik kembali kaki nya namun di tahan oleh Justin.
Mell tersenyum "Gak salah, cuma aku gak mau Abang kecapean lagian kan Abang juga baru pulang kerja" ucap Mell lembut.
"Abang gak capek sayang" ucap Justin.
"Eh iya Abang sejak kapan dateng ke sini?" tanya Mell yang baru ingat.
"Abang di sini dari sore" jawab Justin.
"Kamu kenapa pulang nya malem banget?terus kaki kamu juga luka lagi" tanya Justin.
"Hmm itu aku aku jatuh tadi terus aku kan lembur jadi pulang nya sedikit larut" elak Mell.
__ADS_1
Justin menghela nafas "Sayang tolong jangan terluka lagi, Abang gak bisa liat kamu sakit" ucap Justin sendu.
Mell menangkup kedua pipi suami nya, menatap lekat kedua manik nan indah itu dalam dalam "Iya aku gak akan terluka" ucap Mell.
Justin langsung menghambur ke pelukan Mell dan menyandarkan kepalanya di dada Mell "Eh" kaget Mell.
"Abang_"
"Sebentar yah sayang, Abang udah nyaman banget posisi ini" ucap Justin.
"Iya tapi kita sambil tiduran aja yah, aku juga capek banget soalnya" ucap Mell.
"Ok sayang" balas nya sambil mulai membaringkan tubuh Mell dan kemudian Justin kembali menenggelamkan wajah nya dalam dada Mell.
Mell tersenyum dan membiarkan Justin melakukan semua yang dia mau bahkan Mell juga mulai menyisir lembut rambut Justin dengan jari jari nya.
Mell menghirup dalam aroma harum dari rambut suami nya, mengidup aroma maskulin dari tubuh suami nya membuat Mell sangat tenang dan nyaman.
Sepertinya Justin sudah mulai terlelap dan mengarungi alam mimpi nya sedangkan Mell masih menyusun rencana dalam pikiran nya dan masih memikirkan kenapa Justin di kirim ke tempat berbahaya seperti itu hanya untuk memimpin relawan medis.
Walaupun Justin adalah pemilik rumah sakitnya tapi kenapa harus dia?di tambah ini terlalu mendadak sungguh semua yang terjadi sangat tidak masuk akal, pikir Mell.
Dia sangat khawatir jika suami nya akan terlibat dan dalam bahaya.
"Kayak nya Abang capek banget deh, mungkin besok dia baru cerita tentang kepergiannya sama aku" batin Mell sambil menciumi rambut Justin.
Setelah beberapa saat barulah Mell bisa tidur dan mengistirahatkan tubuh dan pikiran nya.
__ADS_1