
"Clara apa itu" tanya Rina yang penasaran.
"Iya apa itu Clara" tanya Bella juga.
"Kalian tau, mungkin karna anak kampung sialan ini merasa wajah nya cantik jadi dia berani menggoda Rio dan kalo di perhatikan hemm wajah nya memang tidak buruk" ucap Clara menyeringai.
"Kalian berdua minggir" perinta Clara dan di angguki oleh Rina dan Bella.
"Heh anak kampung lo tau ini apa?" tanya Clara pada Ais.
"Clara aku mohon sama kamu lepasin aku hikss aku janji gak akan pernah biarin Rio deketin aku lagi aku mohon sama kamu hikkss" ucap Ais rintih.
"Mimpi lo kalau ngira gue akan lepasin target gue dengan mudah" ucap Clara.
"Setelah ini ayo kita liat apa Rio masih mau deket - deket sama anak kampung ini" lanjut nya.
"Clara botol apa yang lo pegang itu" tanya Rina sedikit khawatir.
"Ingat Clara niat kita cuma mau kasih pelajaran sama anak kampung ini bukan buat bunuh dia" ucap Bella mengingatkan.
"Kalian berdua diam gue gak mau denger omongan kalian" teriak Clara, Rina dan Bella terkejut karna tidak biasa nya Clara berteriak histeris seperti ini.
Dia bukan hanya sudah kehilangan akal sehat nya tapi lebih terlihat seperti seorang psikopat.
"Bella tolong aku, aku mohon tolong aku apa kamu lupa dulu kita temen deket di sekolah dulu kita sering main bareng, aku gak tau apa alesan kamu jadi sebenci ini sama aku hikkss aku mohon tolong aku Bell" ucap Ais mengingatkan Bella tentang masa lalu mereka.
Yaah memang dulu Aisyara dan Bella sekolah di tempat yang sama bahkan mereka adalah teman sekelas, mereka cukup dekat satu sama lain namun hal itu berubah ketika mereka kuliah dan bertemu Clara.
Sedangkan Rina ia sebenar nya anak yang baik saat sekolah dulu bahkan juga pintar tapi ia sering menjadi korban bully di karna penampilan nya yang cupu bahkan kebanyakan siswa memanggil nya dengan sebutan si cupu atau kutu buku namun ketika masuk universitas dan bertemu dengan Clara ia berubah drastis, Clara memang sengaja melakukan nya agar Rina merasa berhutang budi pada nya agar mau berteman dengan nya dan menuruti semua keinginan nya dan jadilah mereka berdua berteman dengan Clara.
"Clara tolong jangan kaya gini" ucap Bella yang mulai khawatir dengan yang akan di lakukan Clara.
"Kalian berdua tenang aja gue ga akan bunuh dia kok" ucap nya menyeringai.
"Gue cuma mau kasih dia sedikit pelajaran" lanjut nya.
"Heh anak kampung lo tau apa ini" tanya nya sambil mengangkat air di botol bening itu.
Ais hanya bisa menggelengkan kepala nya dan terus meminta pengampunan pada Clara tapi hal itu tidak ia gubris sedikit pun.
"Gue mau lihat apa setelah ini Rio masih mau deket sama lo haha" ucap Clara devil.
"Air apa itu Clara" ucap Rina.
"Jangan jadi kriminal Clara, kita ga mau masuk penjara" ucap Bella.
"Kalian berdua diam" teriak nya dan membuat Rina juga Bella mulai ketakutan.
__ADS_1
Perlahan Clara mulai semakin mendekati Ais dan membuka tutup botol itu untuk di siramkan pada Ais.
"Aku mohon jangan Clara, tolong lepasin aku" ucap Ais rintih.
Bruuuuuuukkk...
tiba - tiba ada seseorang yang mendobrak pintu dan membuat semua yang ada di dalam ruangan terkejut namun tidak dengan Clara, ia seperti nya sudah tau kalau akan ada yang datang untuk menyelamatkan Ais jadi ia sudah menyiapkan semua nya.
Gadis psikopat itu sudah menyiramkan banyak bensin di sekitar ruang itu untuk berjaga - jaga.
Dan ketika ia melihat Rio datang seketika ia hendak langsung menyiramkan air keras yang ada di botol itu ke wajah Ais, yaah botol itu berisikan air keras yang jika mengenai kulit manusia maka akan menyebabkan kerusakan sel - sel pada kulit nya yang akan sangat sulit untuk di sembuhkan seperti semula di tambah lagi Clara sudah mencampur beberapa bahan kimia yang sangat berbahaya dalam botol itu.
Byuuuuuurrrr
"Aaaaakkkhh sakittt aaaa panassss" teriak Clara.
Yaah untung nya Rio dengan cepat menarik tangan Clara yang hendak menyiramkan air itu pada Ais dan malah mengenai wajah nya sendiri, dan tentu saja itu membuat nya kalang kabut.
Sementara itu Rio sudah melepaskan ikatan Ais dan menyuruh anak buah nya untuk menangkap Rina dan Bella sementara Clara di biarkan kesakitan di ruangan itu.
"Kamu gak apa - apa" tanya Rio khawatir.
"Yaaah aku gak apa - apa hikss" jawab Ais yang masih ketakutan.
"Ayo pergi dari sini" ucap Rio.
"Kalian bawa dua wanita iblis ini" lanjut nya.
"Biarkan dia di sini sendirian" jawab Rio dan berlalu meninggalkan Clara namun baru beberapa langkah ia berhenti dan berbalik melihat keadaan Clara yang tidak berhenti berteriak.
"Gadis iblis itu sudah menyiramkan banyak bensin di sekitar sini bukan, akan sangat sia - sia jika kita tidan memanfaatkan nya" ucap Rio menyeringai dan melihat ke arah Bima dan di balas senyuman oleh nya.
Satu kata dari Rio yang membuat Ais sangat katakutan bahkan sekarang ia merasa lebih takut bersama Rio dari pada tadi saat bersama Clara
"BAKAR" ucap Rio.
Bima mulai mengeluarkan korek api dari saku nya lalu melemparkan nya namun Ais berlari dari pelukan Rio dan hendak menangkap alat pembakar itu dan membuat nya jatuh dan terluka.
"Jangaaaann" teriak Ais yang langung berlari.
Aisyara berhasil menangkap nya sehingga tidak terjadi kebakaran di tempat itu.
"Apa yang kamu lakuin Ais" ucap Rio berlari membantu Ais yang terjatuh.
"Anda baik - baik saja nona" ucap Bima.
"Jangan bakar tempat ini" ucap Ais sekatika tak sadarkan diri.
__ADS_1
"Ais Aiss bangun Ais aku mohon jangan tinggalin aku Aiss bangun" ucap Rio panik.
"Jangan khawatir tuan saya rasa nona Ais baik - baik saja, ia hanya sedikit syok sebaik nya kita bawa dulu nona dari sini" saran Bima.
"Serahkan dua iblis itu pada polisi dan pastikan mereka mendakam dalam waktu yang sangat lama di sana, untuk dia biarkan saja dia di sini sendirian" ucap Rio menunjuk kepada Clara yang masih histeris dan kesakitan.
"Rio kamu ga bisa giniin aku, aku sayang aku cinta sama kamu aku lakuin semua ini buat kamu Rio aku gak mau ada penghalang di antara cinta kita aku sanggup mengbisi siapapun yang berani rebut kamu dari aku Rio"
"Lo denger gue baik - baik gue gak pernah suka sama lo dan sampai kapan pun hal itu ga akan pernah berubah, di mata gue sekarang lo itu cuma seorang psikopat lo itu gila lo ga waras tau ga" ucap Rio.
"Dan lo bilang kalo Aisyara penghalang antara hubungan kita, mikir Clar gimana dia bisa jadi penghalang hubungan gue sama lo kalo gue sama lo aja ga punya hubungan apa - apa yang ada lo dan teman - teman lo itu yang jadi penghalang hubungan gue sama Ais" lanjut nya
"Nggak Rio tolong maafkan kami tolong jangan masukkan kami ke penjara" ucap Rina.
"Masa depan kami bisa hancur Rio kami mohon maafkan kami" pinta Bella.
"AKU AKAN BALAS PERBUATAN KALIAN" ucap Clara bertekad.
Rio tidak menghiraukan ucapan Rina Bella atau pun Clara ia hanya berlalu meninggalkan mereka semua dengan membopong Aisyara dalam pelukan nya dan membawa nya ke rumah sakit terdekat.
🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉🍉
"Akkhhh aku dimana" ucap seorang gadis yang baru sadar setelah tak sadarkan diri selama beberapa hari.
"Nona tenanglah nona berada di rumah sakit beberapa hari ini" jawab seorang perawat yang sedang mengecek keadaan Ais.
"Berbaring lah dulu nona saya akan panggilkan dokter untuk memeriksa keadaan nona" lanjut nya dan pergi meninggalkan Ais, yaah gadis itu adalah Aia setelah kejadian itu Ais di bawa ke rumah sakit karna tidak sadarkan diri dan di rawat selama beberapa hari di sana.
Tak lama dokter pun datang untuk memeriksan keadaan Ais tapi sebelum nya ia sudah menghubungi Rio terlebih dahulu dan tentu saja Rio langsung bergegas pergi ke ruangan Ais setelah mengambil pesanan makanan nya, yaah selama Ais masuk ke rumah sakit Rio tidak pergi ke kantor ataupun pulang ke rumah nya ia selalu berada di sisi Ais dan hanya pergi sesekali untuk menghirup udara segar sambil membeli beberapa makanan.
"Ais Ais kamu sudah siuman apakah ada yang sakit, dimana bagian mana yang sakit ayo bilang sama aku kenapa kamu diem ajh" saat masuk ke ruang rawat Ais Rio terus saja mencecar na dengan banyak pertanyaan hingga membuat Ais bahkan dokter dan perawat yang menangani jadi bingung bagaimana cara menjelaskan nya.
"Tenang lah tuan keadaan nona Ais sekarang sudah jauh lebih baik, nona hanya harus banyak istirahat untuk memulihkan keadaan nya" ucap dokter.
"Apa anda yakin dokter, dengar dokter kalau sampai terjadi sesuatu pada nya setelah diaknosa anda ini saya akan pastikan gelar dokter anda itu akan hilang selama nya dan anda tidak akan pernah berani menyebut diri anda sebagai seorang dokter lagi" ancam Rio panjang lebar.
"Saya yakin nona Ais sudah tidak dalam bahaya tuan, tenang lah" jawab nya yakin.
"Tenang lah aku ga apa - apa kok" ucap Ais membuar Rio langsung memeluk nya.
"Apa kamu yakin" ucap Rio melepaskan pelukan nya dan di balas senyuman oleh Ais.
"Baiklah" ucap Rio.
"Kapan aku boleh pulang" tanya Ais.
"Beristirahat lah untuk beberapa hari lagi nona" saran dokter.
__ADS_1
"Tapi orang tua aku pasti khawatir sama aku, aku harus telfon mereka" ucap Ais.
"Kamu ga perlu khawatir aku udah urus itu" ucap Rio.