
"Iya dan sebalik nya kalau lo udah benci sama seseorang yang berani nyentuh area lo, lo akan singkirin dia jauh jauh dari hidup lo" tambah Dianna.
"Itu yang bikin gur bingung Dii, di satu sisi gue gak mau Reyn ada di deket gue tapi di sisi lain gue juga gak bisa singkirin dia dari hidup gue, rasa nya berat banget" balas Mell.
"Gue yakin lo itu sebenernya cinta sama suami lo sedangkan Reyn..lo cuma terbiasa sama keberadaan dia di hidup lo aja gak lebih makannya berat buat lo nyingkirin dia dari hidup lo" ucap Dianna dan Mell hanya diam tak menjawab, hening beberapa saat sampai seseorang memanggil nama mereka.
"Mell Dii" panggil nya.
"Kak Han" jawab mereka bersamaan.
"Kak Han kok di sini terus yang jaga di dalem siapa?" tanya Mell khawatir.
"Sayang aku perlu ngomong sebentar sama Mell, kamu tolong ke ruangan Justin sebentar yah" ucap Han pada Dianna sambil mengelus rambut nya.
"Ah ok" jawab Dianna lalu langsung pergi.
"Lo tenang aja dek, tadi kakak udah suruh perawat buat jaga dia bentar kok" jawab Han.
"Lain kali panggil aku aja kalo kakak mau pergi" ucap Mell sedikit kesal.
"Gue mau bahas tentang kejadian yang terjadi sama bang Justin" ucap Han.
"Ok ayo gue jelasin di sana" ajak Mell.
Di ruang Justin.
Justin masih terlihat berbaring seperti semula di ranjang nya, Dianna berjalan dan duduk di samping Justin.
Menghela nafas "Bang Justin cepetan sadar dong gue gak tega liat nya" ucap Dianna.
"Apa lagi liat Mell yang plin plan sama perasaan nya sendiri itu his kesek gue" tambah nya.
"Emang nya Mell kenapa?" tanya Justin tiba tiba.
"Mell itu yah...astaga" Dianna sempat tidak sadar hendak menjawab pertanyaan orang yang bertanya itu, namun dia kembali sadar dan ingat bahwa tidak ada siapapun kecuali dia dan Justin di ruangan itu.
Dianna melihat ke arah Justin "Abang udah sadar?" tanya Dianna tak percaya.
"Aku panggilin dokter sama Mell yah" tambah nya girang.
"Eeeh jangan jangan" tolak Justin.
Dianna mengerenyit kenapa pikir nya "Dii, kamu inget kan waktu itu kamu pernah bilang ke Abang kalau Mell itu gak suka sama cowo yang selalu nurut sama kemauan dia, jadi sesekali Abang bantah ucapan nya, kamu bilang dia gak suka cowo yang terlalu kalem tapi suka yang sedikit lebih agresif" ucap Justin.
"Iya dan Abang malah jadi mesum buahahahaha" tawa Dianna pecah.
"Dih tau dari mana kamu?lagian yaa gak papalah mesum sama istri sendiri ini" ucap Justin tanpa malu.
"Iya deh iya" jawab Dianna pasrah.
"Abang rasa itu gak berhasil, Mell masih tetap mencintai mantan nya itu" jawab Justin sendu.
__ADS_1
"Abang tau dari mana?" tanya Dianna heran pasal nya dia merasa bahwa Mell itu memiliki perasaan pada Justin hanya saja masih sangat sulit untuk membuat hatinya yakin.
Akhirnya Justin menjelaskan semuanya pada Dianna tentang dia yang mendengar percakapan Mell bersama Reyn.
Dianna terlihat berpikir sejenak "Abang denger semua nya gak?" tanya Dianna serius.
"Abang cuma denger itu aja" jawab Justin jujur.
"Aku bukan nya mau belain Mell atau gimana yah bang, tapi jujur aku gak yakin Mell mengiyakan semua kata kata Reyn, mungkin iya ada beberapa yang bener tapi kalau semua itu bener jujur aku ragu dan gak percaya"
"Reyn itu orang yang sangat licik dan bermulut manis bang, Abang tau dia bahkan sering banget sekingkuhin Mell tapi dengan mudah nya dia bujukin Mell dan akhirnya mereka selalu kembali, tapi saat Mell liat dia selingkuh bahkan sampe melalukan hubungan intim di dalam kamar di depan mata kepala nya sendiri dan entah hal apa lagi akau gak paham tapi sejak saat itu Mell jadi murung dan gak mau maafin Reyn dan pada akhirnya kalian di jodohkan, jadi aku harap Abang yang sabar yah ngadepin Mell, gimana pun aku tau pasti sulit ada di posisi dia saat ini" jelas Dianna.
"Iya tapi sekarang Abang bingung gimana cara ngadepin Mell" ucap Justin.
"Bang, aku yakin ide aku yang sebelum nya itu sebener nya berhasil dan sekarang aku punya ide kedua" ucap Dianna sambil berpikir.
"Tau dari mana kamu?" tanya Justin heran.
"Taulah, Mellani itu sahabat aku dan dia juga selalu cerita sama aku jadi aku tau gimana perasaan di sekarang, dia tuh cuma lagi bingung sama perasaan nya sendiri bang dan untuk meyakinkan dia kita harus putar balikkan rencana" ucap Dianna dengan nada dramatis.
"Maksud nya gimana sih?" ucap Justin tak mengerti.
"Hiss gini lo bang, kan kemarin aku bilang sama Abang harus sedikit membangkang, perhatian, sayang banget sering sering agresif jangan mau ngalah tapi tetap lembut sama Mell dan sekarang kebalikannya, sekarang Abang harus cuek dingin datar jangan peduliin Mell, Abang pura pura marah dan kecewa pokok nya bikin dia sadar kalau keberadaan Abang itu penting buat dia" jelas Dianna
"Waah pinter juga yah kamu" puji Justin sambil bertepuk tangan.
"Tapi apa rencana ini akan berhasil Dii?" tanya Justin ragu.
"Ok, makasih yah Dii kalau bukan karena kamu Abang pasti gak akan sedeket ini sama Mell" ucap Justin.
"Santai aja kali bang, Mell itukan sahabat aku lagian Abang juga kan bakal jadi Abang ipar aku hehe jadi udah jadi kewajiban aku buat bantu Abang" gurau Dianna.
"Ada ada aja kamu, tapi yah Abang restuin hubungan kalian tapi inget gak boleh ngapa ngapain sebelum halal" pesan Justin.
"Kita gak pernah ngapa ngapain kali bang ih negatif aja deh" cebik Dianna.
"Bukan negatif, Abang cuma ingetin kok" ucap Justin.
"Iya deh iya" balas Dianna pasrah.
"Yaudah sekarang Abang pura pura sekarat lagi nanti pas Mell kesini baru bangun" ucap Dianna.
"Calon adik ipar gak ada akhlak emang lo" tungkas Justin membuat Dianna terkekeh.
Tak lama setelah berbincang dengan Han Mell kembali ke ruangan Justin dia melihat suami nya masih tergeletak tak berdaya seperti saat tadi dia tinggal keluar, huh ternyata bakat akting Justin lumayan juga hehe.
"Hai bang, maaf yah aku tinggal lama tadi aku abis keluar sebentar" ucap Mell pada Justin yang pura pura memejamkan mata nya.
"Hmm aku kangen deh mie ayam buatan Abang, cepet bangun yah aku mau soalnya hehe" canda Mell.
Mell terus bicara dengan Justin hingga malam tiba, Mell meminta Dianna dan Han untuk pulang ke hotel beristirahat sejak tadi Mell kembali setelah bicara dengan Han.
__ADS_1
Malam nya Liam datang menemui Mell "Selamat malam Nona" panggil nya setelah mendapat ijin masuk dari Mell.
"Hmm, ada apa?" tanya Mell.
"Nona Dianna dan tuan Han mengirimkan makanan ini untuk Nona, mereka minta Nona untuk menghabiskan nya" ucap Liam.
"Taruh di sana, saya sedang tidak ingin makan" jawab Mell malas tapi masih memandang Justin.
"Tapi Nona, bukan kah sejak siang Nona belum makan, makan lah walau sedikit Nona" pinta Liam.
"Bagaimana saya bisa makan kalau keadaan suami saya seperti ini" jawab Mell.
"Pergilah, saya akan makan kalau saya lapar" tambah Mell yang menggenggam erat tangan Justin.
"Baik Nona, saya permisi" ijin Liam, dia tau kalau membujuk Queen hanya akan sia sia.
Tak lama Justin menggeerakkan jemari nya pelan, sebenarnya sudah sejak tadi dia ingin bangun namun di urungkan karena ingin melihat sejauh mana rasa kehilangan Mell terhadap Justin.
"Abang" panggil Mell senang.
"Abang udah bangun?ak aku panggilun dokter yah?" tambah nya.
Mell memencet bell agar para dokter datang dan benar saja kurang dari 30 dekit semua tim dokter dan petawat datang ke ruangan privat rumah sakit itu.
"Kalian periksa suami saya" perintah Mell.
"Baik Nona, permisi sebentar" ijin dokter dan Mell menyingkir namun enggan keluar dan tidak ada yang berani memaksa nya.
"Bagaimana?" tanya Mell.
"Syukurlah Tuan sudah melewati masa kritis nya, namun yang di beri senyuman malah acuh tak acuh, entak lah mungkin karena efek baru melewati masa kritis pikir Mell.
"Kami permisi Nona, jika ada perlu apapun jangan sungkan untuk memanggil kami" ucap mereka lalu pergi.
Mell mendekat ke arah Justin dan menggenggam tangan nya namun perlahan Justin menarik tangan nya seolah enggan di sentuh Mell.
"Aku minta maaf" ucap Mell lirih.
"Makanlah" hanya kata itu yang Justin ucap saat melihat Mell lalu dia kembali memejamkan mata lagi.
"Aku gak laper" ucap Mell.
"Terserah" jawab Justin acuh, Mell heran kenapa Justin seperti itu namum dia tetap diam.
Pagi menjelang, mentari terbit sangat indah pagi ini memapikkan suasana sejuk yang hakiki namun tidak untuk pasangan suami istri ini yang sedang bertengkar hanya karena perkara sarapan.
"Aku suapin aja, Abang pasti masih lemes" ucap Mell.
"Gausah Abang bisa sendiri, kamu pikir Abang selemah itu apa?" kesal Justin dingin.
"Gak gitu, niat aku kan baik aku mau bantu suami aku sendiri" balas Mell.
__ADS_1
"Suami?" ulang Justin dengan nada seolah meremehkan.