
Sampailah pada tujuan mereka yaitu ruang bawah dimana siapapun yang sudah di seret ke dalam sana akan sangat mustahil untuk keluar bersama nyawa nya.
Hanya beberapa orang yang beruntung itupun pasti dengan tugas berat yanh di pikulnya, kejam bukan?tapi percayalah tidak adil rasa nya jika sakit hati hanya di balas dengan kata maaf dan pengampunan.
Bukan kah setiap orang butuh keadilan?
Ruangan ini hanya salah satu upaya yang Mell buat untuk dapat membalas dan mengadili berdasarkan perbuatan nya saja.
Para penjaga menunduk saat Mell dan rombongan nya berjalan melewati lorong dan sampai di depan pintu besar sebagai tanda hormat yang begitu tinggi yang mereka berikan pada pimpinan mereka.
Seperti biasa nya sebuah kursi bak singgasana sudah pampambang jelas di depan mata, Mell duduk dan menatap beberapa orang yang sudah babak belur sampai wajah ny berlumuran darah yang sudah mulai mengering.
"Buka" ucap Mell, satu kata keluar dari mulut Mell yang sudah di pahami para mafioso nya.
Kain penutup hitam itu pun terlepas dan terlihat jelas wajah wajah penuh derita itu.
"Angkat kepala kalian" ucap Mell tenang namun benar - benar membuat bulu kuduk lawan nya meremang hebat.
Mereka tidak langsung mengangkat kepala nya dan membuat penjaga yang berada di belakang geram dan langsung bertindak dengan menjambak kasar rambut mereka.
__ADS_1
"Akkhh"
"Aahkkk"
"Aaaww lepaas" jerit mereka menggema dalam ruang penyiksaan itu, mengerikan namun ntah mengapa terdengar sangat merdu di telingan Mell.
"Katakan siapa dari mana asal kalian?" tanya Mell tetap tenang.
"Kami tidak akan menjawab apapun, anda boleh membunuh kami!" jawab salah seorang di antara nya dengan jelas.
Mell tertawa seolah mengejek kesetiaan bodoh mereka "Apa kalian bodoh?" tanya Mell dengan seringai nya.
"Siksa mereka!" titah Mell.
"Aaaakkkkkkkkhh" teriak laki - laki di sebelah nya saat belatih itu berhasil menggores kulit berotot itu.
"Aaakkkh lepaaass" teriak satu di antara nya lagi saat mafioso Mell mencekik kuat leher nya hingga membiru ia hampir kehabisan nafas.
"Hei, apa hanya itu kemampuan kalian?" tanya Mell meremehkan.
__ADS_1
Seolah tertantang para mafioso Mell keluar dan membuka ruang penyiksaan, "HEH kau, ambilkan air racikan Quenn" teriak mafiso nya, air racikan Queen haha iya sebutan itu adalah untuk air kematian karna siapapun yang terkena air itu maka pasti akan lebih memilih mati dengan cepat dari pada di siksa dengan air itu.
"AAAKKKKHHHH" teriakan menggema dengan begitu keras di dalam ruang pengiksaan bawah tanah itu, namun suara - suara itu tak mampu meredakan gejolak hati Mell karna pengkianatan orang - orang nya.
Air panas yang benar - benar baru mendidih di campur dengan garam, perasan air lemon dan bubuk cabai yang di campur sungguh perpaduan yang sangat menarik bukan?
Satu jam sudah penyiksaan itu di lakukan tapi rupanya tetap tidak bisa membuka mulut mereka semua untuk berkata jujur.
Mell tertawa secara tiba - tiba dan membuat mereka menghentikan aktifitas nya "Aku akui kesetiaan kalian, tapi kalian benar - benar bodoh" ucap Mell sambil berjalan menghampiri mereka.
"Harus nya kalian memberikan kesetiaan itu pada orang yang tepat, bukan pengkhianat dan pengecut seperti Mr. Rocky" Sambung Mell sambil mengamati dengan teliti maha karya mafioso nya.
"Obati mereka, Gua balik 3 hari lagi" ucap Mell lalu pergi dari sana.
Ucapan nya adalah mutlak dan tidak seorang pun bisa menentang nya.
Mell kembali ke kamar nya bersama Justin untung lah suami nya itu tidak bangun dan Mell juga sempat membersihkan diri nya tadi di mansion itu sebelum pulang ke pelukan hangat suami nya lalu ikut terlelap bersama - sama.
Hallooo guyss maaf karna Autor jarang update yang tapi sekarang Autor akan lebih sering Up lagi deeh.
__ADS_1
Happy reading reades Autor sayang kaliaaannn, sehat selalu yaah..
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaah guysss