
Setelah selesai makan Mell meminta mereka untuk berkumpul sebentar di ruang tamu super besar di mansion itu.
"Mohon perhatian dan waktu nya sebentar, sebener nya Mell gak bisa jelasin semua nya disini sama mba dan kakak Mell cuma mau jelasin sedikit kejadian kemarin"
"Mell mau minta tolong sama kalian kakak dan mba semua nya untuk merahasiakan apapun yang kalian liat tentang kejadian kemarin, anggep aja hal itu gak pernah terjadi dan sekarang kalian lagi liburan sama temen temen satu gudang kalian"
"Kalian bisa tinggal dan menikmati semua fasilitas yang ada di mansion ini selama satu minggu kedepan"
"Untuk alasan sama keluarga kalian di rumah yang mungkin khawatir sama keadaan kalian, kalian gak perlu khawatir karena itu semua udah di urus"
"Jelas yah?apa ada yang ingin di tanyakan?" tanya Mell.
Salah satu orang mengangkat tangan nya "Apa cuti ini di ambil dari jatah cuti tahunan kami?" tanya nya.
Mell tersenyum "Enggak, jatah cuti seminggu ini gak akan mengurangi jatah cuti tahunan kalian" jawab Mell dan mereka semua merasa sangat bahagia.
"Sekali lagi Mell bilang, kalian bisa menikmati semua fasilitas yang ada di mansion ini tapi tolong usahain buat gak keluar dari sini yah kak mba" ulang Mell.
"Mell" panggil seorang wanita muda cantik yang cukup dekat dengan Mell di tempat penyamaran nya.
"Iya mba" jawab Mell.
"Hmm cowok yang tadi itu hm itu dia_"
"Iya mba dia suami aku" potong Mell yang tau maksud dari pertanyaan itu.
"Owh" balas nya.
Mell tersenyum "Mell menikah karena perjodohan gak lama setelah lulus sekolah" ucap Mell.
"Yah gagal deh" ucap seseorang.
"Iya weh" balas yang lain.
Mell yang mendengar hanya bisa tersenyum menanggapi nya "Dimana suami saya?" tanya Mell pada salah seorang maid.
"Tuan ada di ruang baca Queen" jawab nya.
"Tolong panggilkan suami saya" perintah Mell dan dia mengangguk lalu pergi.
Tak lama Justin datang dan langsung menghampiri Mell, dia berjalan dengan sangat elegan dan terlihat sangat gagah walau hanya menggunakan kaos hitam dengan celana pendek.
"Assalamualaikum sayang" ucap nya sambil mencium tangan Mell berulang kali.
"Waalaikumsalam" jawab Mell sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kok istri Abang makin hari makin cantik aja sih, sini cium dulu" puji nya lalu mencium kening Mell dengan cepat.
"Ih Abang apa sih" ucap Mell memelototi Justin namun juga sambil menahan tawa nya karena merasa tidak enak hati di lihat oleh para pekerja nya.
"Ada apa sayang?" tanya Justin lembut sambil mengusap lembut kepala Mell.
"Oh iya aku mau ngenalin Abang sama mereka" ucap Mell.
"Abang kenalin mereka ini temen temen aku di tempat aku kerja kemarin" ucap Mell.
"Dan kakak mba kenalin ini suami Mell nama nya Justin" tambah nya.
"Oh kalau boleh tau dia kerja apa Mell?apa dia seorang direktur atau cuma_?"
"Dia seorang dokter specialis bedah dan menjadi lulusan terbaik di universitas nya sekaligus pemilik dari JMA Hospital yang ada di kota X" potong Mell menjelaskan karena dia tau kak Fahmi pasti akan bicara hal yang bisa membuat Mell tidak nyaman.
"Oooohh dokter muda tooooh" jawab mereka serempak sedang kak Fahmi hanya memasang wajah kesal nya karena merasa gagal mempermalukan Justin.
"Hm kita juga mau kasih satu kabar baik lagi sama kalian" ucap Justin.
"Apa dok?" tanya salah seorang dari mereka.
"Alhamdulillah sekarang ini istri saya Mellani sedang mengandung anak pertama kami dan sebagai wujud rasa syukur kami ingin mengadakan pesta kecil kecilan nanti setelah kalian selesai liburan" jawab Justin.
"Waaahh pesta woy"
"Yuhuuuu"
Mereka semua nampak bahagia hanya ada beberapa orang yang merasa sedikit kesal dengan semua fakta ini, siapa lagi kalau bukan orang orang yanh sempat ingin melecehkan Mell dan syirik terhadap Mell padahal saat itu dia sedang menyamar dan dia selalu bersikap baik pada semua orang.
"Eheemm" deheman Mell membuat mereka semua diam.
"Untuk Kak Robi Kak Fahmi dan Mbak iis bisa tolong ikut saya sebentar" ucap Mell datar.
"Kenapa sayang?" tanya Justin lembut.
"Gak papa aku cuma ada sedikit urusan sama mereka, Abang tenang aja yah" jawab Mell menenangkan.
Justin paham betul jika Mell sudah kekeh tidak memberitaukan nya berarti hal itu memang benar benar bisa dia tangani sendiri dan tidak berbahaya untuk diri nya.
"Ok tapi kamu hati hati yah sayang" ucap Justin lalu mencium kening Mell dengan lembut.
"Aah sweet banget sih"
"Gue jadi iriii"
__ADS_1
Mereka terus saja memuji interaksi pasutri yang sangat romantis itu tidak lebay namun terlihay sangat natural dan tulus.
Mell masuk ke dalam ruang kerja nya lalu duduk dengan santai menyandarkan kepada nya pada kursi besar yang teramat nyaman itu.
Mell memejamkan mata nya merasakan kenyamanan pada posisi nya saat ini sampai sebuah ketukan pintu membuyarkan lamuna nya.
Tok tok tok
"Masuk" ucap Mell.
Lalu muncul lah seorang wanita yang kelihatan nya masih cukup muda dia membawa nampan berisi segelas susu, tiga gelas jus beserta camilan pendamping nya.
"Nona saya bersama tiga orang yang Nona panggil tadi" ucap salah seorang maid.
"Yah masuklah" balas Mell dia tau bahwa maid itu meminta ijin pada nya apakah tiga orang yang mengekor di belakang nya itu sudah boleh masuk atau tunggu di luar dulu.
"Nona, Tuan membuatkan susu ini untuk Nona dan meminta saya untuk mengantarkan kemari" ucap nya setelah masuk menghapiri Mell yang sedang duduk di kursi kebesaran nya sambil menghadap ke jendela luar.
Seutas senyum manis tergambar di sudut bibir Mell mendengar penuturan maid tersebut, Mell berbalik dan menatap gelas susu itu "Sini" ucap Mell mengulurkan satu tangan nya untuk meraih gelas tersebut.
Mell meminum susu tersebut hingga tandas tanpa melihat tatapan orang di sekitar nya yang entah berpikir apa.
"Ini..pergilah" ucap Mell setelah memberikan gelas kosong itu.
"Silahkan duduk" tambah nya setelah maid itu keluar.
Mereka bertiga duduk dengan perasaan sedikit takut namun entah apa yang sedang mereka pikirkan dalam benak nya masing masing.
"Kalian tau kenapa saya panggil?" tanya Mell datar, senyuman yang tadi tergambar saat sedang sarapan seolah sirna begitu saja.
Mereka menggeleng "Ada apa Mell?" tanya salah wanita bernama iis itu.
"Mba tolong jelaskan kesalahpahaman yang terjadi antara saya dengan kak Robi tempo hari itu" ucap Mell.
Iis gelagapan pasal nya dia juga bingung kesalahpahaman yang mana? mungkin saking banyak nya kesalahpahaman yang dia ciptakan antara Mell dengan Kak Robi atau pada teman teman nya yang lain.
"Ah apa mba lupa karena saking kesalahpahaman yang mba ciptakan?kalau gitu biar aku bantu" ucap Mell.
"Pertama soal Kak Robi marah sama aku gara gara adu domba mba tentang aku membicarakan kak Robi di belakang kedua tentang mba yang bilang kalau aku sama kaya pekerja lain yang mau di sentuh sentuh cuma buat dapetin hal yang memang seharusnya aku dapet, dan yang menjadi hak aku" tambah Mell.
"Ah em maaf soal itu kak saya bohong sama kakak" ucap Iis kepada Robi sambil menunduk, lelakj itu nampak sesikit geram namun mencoba menahan nya sampai wajah nya terlihat sedikit merah.
"Apa kakak udah percaya sekarang?" tanya balik Mell pada Kak Robi.
"Udah Mell eh Non_"
__ADS_1
"Untuk sekarang kalian bisa bersikap seperti biasa, kalian bisa panggil aku Mel" potong Mell dia tau mereka pasti bingung harus memanggil nya dengan sebutan apa.