
Mell tersenyum "Makasih" ucap nya.
"Makasih nya nanti malem aja" bisik Justin namun terdengar oleh mereka semua sehingga membuat mereka sedikit histeris melihat keuwuan pasutri muda tersebut.
Sedangkan Mell dengan wajah bersemu merah hanya bisa memukul pelan dada Justin.
"Aduuh panas banget nih"
"Gerah gerah bossss"
"Haiiih padahal angin nya tadi adem kenapa sekarang jadi agak panas yah"
"Udah udah ih kalian godain aku mulu sih" ucap Mell dengan malu dan mereka semua tertawa melihat ekspresi Mell.
Acara makan bersama akhir nya selesai tepat tengah malam karena selain makan mereka juga banyak bercanda, berbincang hal hal ringan hingga membuat Mell sangat terhibur.
Mell tengah duduk sendiri di depan balkon kamar nya sambil terus mengelus perut nya yang masih rata lalu tak lama lamunan nya terganggu karena sebuah dering ponsel milik nya sendiri.
Mell mengangkat panggilan telfon tersebut yang ternyata dari Siska "Halo Mba" ucap Mell.
__ADS_1
"Queen seperti nya pengiriman senjata kita malam ini telah tercium pihak musuh dan dari informasi yang kami dapat mereka bekerja sama dengan pembeli kita" jelas Siska dari sebrang sana.
Terlihat emosi Mell sudah tidak setabil, mungkin karena bawaan hamil juga.
Beberapa kali dia sempat menarik nafas lalu menghembuskan nya dengan sedikit kasar, bukan tidak mampu memberikan pelajaran untuk orang orang itu hanya saja Mell sangat membenci PENGKHIANATAN karena kata itu selalu berhubungan dengan masa lalu nya sejak kecil.
"Habisi mereka semua jangan ada yang tersisa satupun dan ingat jangan sampe gue sendiri yang turun tangan" tegas Mell.
"Baik Queen sesuai perintah" balas Siska mantap, dia memang orang yang sangat bisa di andalkan selain Han.
Huuuhh..
Justin masuk dengan membawa segelas susu khusus ibu hamil di tangan nya, melihat kesana kemari untuk mencari keberadaan Mell.
Pria tampan itu melihat Mell tengah berada di balkon kamar mereka lalu menghampiri nya.
"Sayang" panggil Justin lembut.
Mell tidak berbalik hanya sedikit menoleh saja dia berusaha agar terlihat baik baik saja di depan Justin.
__ADS_1
"Abang bawakan susu hangat untuk kamu, di minum yah" ucap Justin lembut.
Mell tersenyum dan langsung menegung susu itu hingga setengah nya.
"Abang percaya sama aku kan?" tanya Mell tiba tiba.
Justin menoleh "Kalau Abang gak percaya Abang pasti udah tau siapa kamu sebenernya" ucap Justin.
Mell diam masih dengan pikiran nya sendiri sembari menunggu Justin menjelaskan maksud perkataan nya.
"Abang gak peduli apa atau siapa kamu sebener nya di luar saja Mell yang terpenting bagi Abang adalah di manapun kamu berada kamu akan selalu aman dan nyaman, jangan khawatir Abang akan selalu ada untuk kamu" lanjut Justin.
"Aku gak akan pernah tinggalin Abang" balas Mell.
"Tapi tolong jangan pedulikan siapa aku di luar keluarga Pramudita dan Abraham, jangan juga coba untuk mencari tau nya" tambah Mell.
"Iyaa sayang, asal kamu bisa janjikan keselamatan kamu dan anak anak kita Abang akan turuti apapun keinginan kamu" jawab Justin.
Mell senang akhirnya dia tidak perlu takut Justin akan tau siapa sebenarnya nya di dunia bawah alias peran nya sebagai ketua mafia Black Rose.
__ADS_1