
Setelah selesai membagikan makanan pada para tunawisma dan pengemis itu, Ais mengajak Rio untuk berjalan sedikit dan duduk di sebuah bangku kayu yang ada di taman dengan sebuah sungai di depan nya.
Rio merasa cukup lelah karna tak biasa berjalan sejauh itu, Ais yang menyadari nya langsung mengambil botol air minum milik nya dalam tas dan memberikan pada Rio.
"Nih minum" ucap Ais namun Rio merasa cukup ragu.
"Ga apa - apa ambil aja, belum aku minum ko dan ga aku masukin racun juga" lanjut nya di sertai senyum manis.
"Thanks" ucap Rio dan langsung meminum air itu.
"Kenapa kamu ngikutin aku" tanya Ais tiba - tiba dan membuat Rio tersedak dan batuk.
"Heii hati - hati kenapa sampe keselek gini" ucap Ais sambil menepuk - nepuk punggung Rio.
"Pelan - pelan, tenang ok" ucap Ais sambil meminum kan kembali air itu.
"Sudah merasa baikan" tanya Ais dan di balas anggukan oleh Rio, dan membuat Ais tersenyum.
"Eem, iya sorry sebener nya selama beberapa bulan ini gue sering ngikutin lo, dan merhatiin lo" ucap Rio.
"Kenapa" tanya Ais.
"Sebener nya gue juga gatau alesan nya, gue cuma ngikutin hati gue aja" ucap Rio membuat Ais tersenyum.
__ADS_1
"Hmm tapi aku rasa kamu kaya gitu cuma karna tersinggung dan kesel aja, karna aku pernah sedikit kasar sama kamu" ucap Ais lalu tersenyum.
"Maksud nya" tanya Rio.
"Iya waktu itu kita pernah ketemu di taman kan" ucap Ais dan membuat Rio mengangguk.
"Kalau kamu ngerasa tersinggung ok aku minta maaf yah, tapi tolong jangan ikutin aku lagi" pinta Ais sambil tersenyum dan berlalu pergi, namun Rio langsung memegang tangan Ais.
"Tunggu" ucap nya membuat Ais kembali berbalik.
"Iya" ucap Ais.
"Emm gue akuin gue emng sempet tersinggung, tapi kali ini gue tulus gue pengen kenal lebih deket sama lo" ucap Rio yang masih memegang tangan Ais.
"Orang seperti kamu yang tidak pernah mendapat penolakan dari siapapun lalu tiba - tiba di tolak oleh gadis sederhana seperti ku pasti menjadi penghinaan yang besar buat kamu, ego mu pasti sangag terluka aku ngerti dan aku minta maaf jadi tolong jangan ikutin aku lagi yaah" ucap Ais lembut dan berlalu meninggal kan Rio.
Rio merasa aneh dengan perasaan nya sendiri tapi mendengar ucapan Ais tadi membuat hati nya terasa hancur dan sangat sedih hingga ia memutuskan untuk kembali ke rumah utama.
Sudah beberapa hari Rio tidak mengikuti Ais lagi, ia berusaha untuk melupakan gadis itu tapi lagi - lagi saat Rio tanpa sengaja melihat Ais jantung nya kembali berdetak sangat kencang, ia merasa sangat ingin menemui gadis itu walau hanya sekedar menyapa untuk mendengar suara dan melihat senyuman hangat itu.
"Hai" sapa Rio, membuat Ais dan teman - teman nya menoleh ke arah suara itu.
"Eh kita duluan yah Ais" ucap beberapa teman Ais dan di balas anggukan oleh nya.
__ADS_1
"Ada apa, bukan nya aku udah bilang sama kamu buat jauhin aku dan jangan pernah temuin aku lagi" ucap Ais kesal.
Mendapati gadis yang ia rindukan kesal ntah mengapa membuat hati Rio terasa sangat perih.
"Kenapa, kenapa aku ga boleh ketemu sama kamu" tanya Rio.
"Udah lah lupain aja, ada apa" tanya Ais.
"Aku mau ajak kamu makan siang" ucap Rio.
"Maaf yh aku ga bisa, aku ga mau mereka ganggu aku lagi da_" ucapan Ais terhenti.
"Tunggu dulu maksud kamu mereka itu siapa, siapa yang berani ganggu kamu" ucap Rio sedikit panik.
"Udah - udah lupain aja inti nya sekarang kamu tolong jangan deket - deket lagi sama aku" ucap Ais seraya pergi meninggalkan Rio.
Setelah kepergian Ais, Rio langsung mengirimkan pesan pada Bima "Selidiki siapa yang berani mengganggu WANITA KU"
Bima terkejut melihat isi pesan Rio terlebih ia sampai menekan kan kata WANITA KU, namun kembali tersadar karna mengingat beberapa bulan belakangan ini Rio sering mengikuti seorang gadis dan pernah meminta ia untuk menyelidiki nya.
"Aaah iya, Aisyara" ucap Bima.
"Ahh rupa nya gadis itu yang telah berhasil membuat saudara ku jatuh cinta" lanjut nya, dan memulai penyelidikan nya.
__ADS_1