
Pagi - pagi Mell sangat sibuk di kantor entah kenapa rasa nya banyak sekali yang membuat nya jengkel hari ini.
Tok tok tok
"Masuk" ucap Mell.
"Permisi Nona" ucap seseorang, laki - laki itu mendekat dan menundukkan kepala nya di hadapan Mell walaupun usia nya lebih tua, Mell mempersilahkan nya untuk duduk di hadapan nya.
"Nona memanggil saya" ucap nya tersenyum lalu kembali menunduk karena tak berani menatap wajah bos nya itu.
Mell yang semua sibuk dengan beberapa berkas nya, lalu mendongak melihat kepala yang masih tertunduk itu "Bagaimana perkembangan proyek kita di kota M?" tanya Mell datar dengar tatapan yang sangat tajam, jika karyawan itu sedikit saja mendongak maka dia pasti akan sangat ketakutan melihat tatapan tajam bos nya itu.
"Mm ma maaf Nona" jawab nya gugup.
Menggebrak meja "Dasar gak berguna, apa kamu pikir saya mempromosikan mu di posisi ini hanya untuk bersantai dan bersikap seenaknya seperti ini?" bentak Mell.
"Maafkan saya Nona" ucap nya gemetar.
"Sudah berapa lama proyek ini berhenti" tanya Mell melirik kepada Siska yang berada di samping nya.
"Seminggu Nona" jawab Siska.
"Seminggu?apa itu benar?!" tanya Mell.
"Benar Nona, Nona saya berjanji akan memperbaiki semuanya" ucap nya.
"Dalam sebulan, apakah kamu bisa membereskan semua kekacauan ini?" tanya Mell.
"Bisa Nona, saya akan lalukan yang terbaik" jawab nya.
"Pergilah dan bereskan semuanya" ucap Mell sambil memijat sedikit pelipis nya.
"Baik Nona, terimakasih banyak atas kebaikan Nona" balas nya kemudian keluar.
"Siska, bagaimana keadaan dia" tanya Mell yang memejamkan mata nya lelah.
Siska langsung mengerti maksud Mell "Masih sama seperti sebelum nya Nona, tapi sejak kemarin di terus meyebut nama Nona dan meminta maaf" jawab Siska.
Mell tersenyum acuh dan membuka mata nya "Ayo makan, aku lapar" ucap Mell langsung berdiri dan hendak berjalan
Tok tok tok
"Masuk" jawab Mell.
__ADS_1
Ceklek
"Halo gadis manis" ucap seseorang yang berjalan sambil tersenyum dengan paper bag di tangan nya
"Abang" jawab Mell sedikit tersenyum.
"Kamu mau keluar yah" tanya Justin, yah lelaki itu adalah Justin.
"Iya Mell baru mau keluar sama mbak Siska, abang tumben ke kantor ada apa?" tanya Mell berjalan dan duduk di sofa.
"Ini abang bawain makanan favorit kamu, ayo makan" ajak Justin.
"Oh yah, abang masak sendiri lagi" tanya Mell dengan mata berbinar, Justin selalu senang melihat wajah Mell yang berbinar seperti ini. (belum tau aja kalo dia marah kayak apa lo bangš¤£)
"Iya, ayo makan" jawab Justin lalu membuka paper bag itu.
"Ini mangkuk nya Nona" ucap Siska yang mengambil mangkuk saat Justin bilang makanan favorit Mell.
"Makasih" ucap Mell dan Justin berbarengan, Mell mengajak Siska untuk makan bersama namun dia menolak karena merasa tidak enak dan memang kurang menyukai mie.
"Sini abang suapin" ucap Justin.
Menggeleng "Gausah abang emang aku anak kecil spa pake di suapin segala" jawab Mell dengan mulut penuh makanan jadi bicara nya agak susah.
Mell tersenyum "Makasih abang"
Mereka melanjutkan makan sambil sesekali mengobrol dan bercanda, entah kenapa dekat dengan Justin selalu membuat nya nyaman dia selalu menganggap Justin sebagai panutan dan laki - laki terbaik setelah Daddy nya.
"Mereka terlihat bahagia sekali, bahkan Mell juga sepertinya merasa nyaman..bersama Justin Mell bisa tersenyum dan tertawa selepas itu padahal dia selalu murung selama ini dan hanya di hadapan aku dan Daddy nya dia bersikap bahagia, Mommy tau kamu sedang sangat sedih sayang walaupun Mommy gak tau apa alesan nya tapi Mommy bisa rasakan itu, seperti nya Justin adalah orang yang tepat untuk putriku" batin Ais yang melihat Mell dan Justin di celah pintu.
Flashback on
Ais berniat mengunjungi putri nya di kantor untuk mengantar makan siang karena Rio juga sudah pergi ke kantor cabang, Rio memutuskan untuk mengurus kantor itu setelah Mellani mengambil alih kantor pusat.
"Siska, kamu kok di luar?Mell mana?" tanya Ais.
"Nyonya, Nona sedang makan siang bersama tuan Justin..mari biar saya antar ke dalam Nyonya" tawar Siska yang hendak mengetuk pintu namun di hentikan oleh Ais.
"Jangan, biar saya sendiri saja" ucap Ais, lalu berjalan ke arah ruangan Mell namun berhenti karena mendengar gelak tawa Mell, Ais semakin menajamkan pendengaran dan penglihatan nya..Ais melihat kebahagiaan Mell saat bersama dengan Justin bahkan mereka terlihat sangat serasi.
Ais bisa melihat bahwa Justin menyimpan perasaan lebih kepada putrinya, namun entah Mell menyadari nya atau tidak.
Ais memutuskan untuk pergi, tidak jadi memberikan makan siang untuk putrinya dia malah memberikan paper bag itu kepada Siska, tentu saja Siska tidak berani menolak apalagi dia juga tau masakan ibu dari big bos nya itu sangat enak.
__ADS_1
"Udah kenyang" tanya Justin sambil mengelap sisa makanan di bibir Mell lagi.
"Udah" jawab Mell tersenyum manis.
"Kamu tuh ya sekalu belepotan kalau udah makan mie ayam" ucap Justin.
Tertawa "Mau gimana lagi?aku emang suka banget sama makanan ini apalagi mie yang abang buat ini enak banget" ucap Mell menunjuk mangkuk yang isi nya sudah tandas itu hehe.
"Abang seneng kalau kamu suka" balas Justin.
"Yaudah abang pergi dulu yah" ucap Justin.
"Abang mau pulang?emang gak kerja?" tanya Mell.
"Abang mau ke rumah sakit kok abis ini, abang emang sempetin buat kesini dulu biar bisa makan siang bareng kamu" ucap Justin menaik turunkan alis nya membuat Mell memutar bola mata nya malas.
Justin berdiri hendak pergi "Abang jalan yah, aaah" pekik nya yang tersandung karpet namun Mell dengan sigap menangkap tubuh Justin tapi karena tidak seimbang mereka malah jatuh bersama di atas sofa dengan posisi Justin berada di atas Mell.
Pandangan mereka kembali beradu namun kali ini dengan jarak yang sangat dekat, tidak satupun dari mereka yang bicara hanya debaran jantung mereka yang saling bersautan.
Sampai Mell mengeluarkan suara "Abang berat" pekik nya, Justin tersadar dari lamunan nya namun tidak langsung berdiri dia hanya mengangkat sedikit tubuh nya agar tidak menimpa tubuh Mell dan masih sibuk memperhatikan wajah Mell.
Justin duduk perlahan begitupun dengan Mell, tadi Justin memegangi kepala bagian belakang Mell agar tidak terbentur, mereka duduk tapi Justin tidak melepaskan pegangan nya dan malah membawa kepala Mell untuk bersandar di dada nya.
Mell bingung tapi tidak menolak, sudah cukup lama saat hendak memundurkan tubuh nya Justin justru semakin mempererat pelukan nya sambil berkata "Biarkan seperti ini sebentar Mell" ucap nya dengan Lirih, Mell yang tadinya hanya diam mulai membalas pelukan Justin.
Justin yang menyadari Mell membalas pelukan nya merasa sangat bahagia dan sesekali menciumi wangi rambut Mell, tenang dan nyaman sekali yang mereka rasakan.
Justin membuang nafas kemudian melerai pelukan mereka "Abang pergi yah" ucap nya dan Mell hanya tersenyum lalu mengantar Justin ke depan pintu ruangan nya.
"Kenapa gue jantung gue berdebar terus yah, tapi gue juga ngerasa nyaman pas tadi abang peluk gue" ucap Mell setelah Justin keluar.
Mell melanjutkan pekerjaan nya sampai hari mulai gelap.
"Siska, gue mau akhiri semua nya" ucap Mell saat di dalam mobil.
"Maksud Nona" tanya Siska.
"Gue gak mau nyimpen dendam lagi, gue mau bebas gue mau hati gue ringan tanpa beban" jawab Mell.
"Tentu Nona" balas Siska.
"Kita ke markas sekarang" perintah Mell dan mereka langsung putar arah dan menuju ke markas.
__ADS_1