
Mell tersenyum hati nya benar benar tersentuh oleh setiap perlakuan lembut suami nya ini, wanita mana yang tidak bahagia mendapat suami yang tampan, mapan, baik, penuh perhatian Mell saja yang tidak bisa menyadari hal itu sebelum nya, mata nya seolah tertutup akan semua kualitas diri Justin yang sangat jauh di bandingkan dengan Reyn mantan kekasih nya dulu yang memiliki sifat bak iblis.
"A abang nanti ada yang liat" ucap Mell dan Justin langsung menyadari bahwa kini mereka tidak sedang ada di kamar.
Perlahan Justin memundurkan kepala nya naman tangan nya masih setia mengelus lembut kepala Mell.
"Sayang gimana kalau nanti malem kita bikin small party" tawar Justin.
"Maksud nya?" tanya Mell sedikit bingung untuk apa mengadakan pesta?
"Iya jadi kita bikin party kecil kecilan di rumah untuk merayakan kehamilan kamu dan kedatangan temen temen kamu itu" jelas Justin.
"Terus kita mau undang siapa aja?" tanya Mell.
"Gk perlu undang siapa siapa cukup aku kamu dan penghuni rumah ini" jawab Justin.
"Ah ok, aku setuju" ucap Mell lalu hendak berdiri namun dengan cepat Justin menahan tangan nya, menarik nya lalu dengan seketika membuat Mell duduk di atas pangkuan nya.
"Abang" pekik Mell saat Justin malah memeluk erat pinggang nya.
__ADS_1
"Kamu mau kemana sih?buru banget kayanya?" ucap Justin.
"Heuuh kan tadi Abang sendiri yang bilang mau bikin party kecil kecilan, ah gimana kalau sekalian barbeque an aja" usul Mell.
"Boleh sayang, Abang juga lagi pengen makan itu" balas Justin.
"Yaudah lepasin aku mau belanja dulu" ucap Mell.
"Kenapa jadi kamu yang repot sih?kan semua nya bisa di urus sama maid maid kita sayang Abang gak mau yah kamu sampe kecapekan" ingat Justin.
"Iya tapi aku mau pilih bahan nya sendiri sekalian aku lagi pengen makan ice choco milky yang aku liat di iklan semalem" ucap Mell.
Justin tersenyum mendengar ucapan Mell dalam benak nya dia berfikir sikap Mell mulai sulit di tebak sekarang ini hihi.
"Gak usah biar aku pergi sama maid aja eh sekalian sama temen temen aku yg cewek deh" balas Mell.
"Yang cewek yah jangan ajak cowok cowok nya" ingat Justin.
Mell terkekeh "Iya sayang" ucap Mell lalu mencium pipi Justin sekilas dan segera berlari.
__ADS_1
Baru beberapa langkah Justin sudah memanggil Mell lagi dengan nada sedikit keras "Mell tunggu" ucap Justin, hah setiap Justin memanggil Mell dengan nama berarti ada sesuatu yang sangat serius.
Mell berhenti lalu membalikkan badan nya, dia diam dan memandangi wajah cemas Justin yang melihat kaki nya sontak Mel mengikuti arah pandang Justin dan ternyata pria itu sedang memperhatikan rembesan darah yang keluar dari kaki Mell yang sudah terbalut perban, sejak datang Justin benar benar tidak memperhatikan kaki Mell, dia tau kalau Mell punya luka di dada nya tapi tidak di kaki nya.
Karna sebenar nya baru beberapa menit yang lalu dia memakai perban lagi sedangkan kemarin dia tidak memakai nya karena takut Justin melihat dan akhirnya menjadi khawatir.
Namun akhirnya hari ini Mell kembali menghadapi kekesalan Justin karena ulah nya sendiri yang kurang berhati hati.
Justin mendekat ke arah Mell yang sedang menundukkan kepala nya, Justin semakin mendekat dan saat berada tepat di hadapan Mell pria itu berjongkok dan menghela nafas yang sangat berat setelah memeriksa kaki Mell.
"Kenapa bisa luka lagi?" tanya Justin datar.
"Ak a aku" ucap Mell gugup, Justin berdiri dan menatap mata Mell namun istri cantik nya itu justru menundukkan wajah nya.
"Anggap ini luka terakhir yang Abang liat di tubuh kamu Mell jangan sampe hal ini terjadi lagi atau Abang akan paksa kamu untuk cerita semua nya" ancam Justin.
Mell menyadari kemarahan kekhawatiran dan kekecewaan Justin namun diri nya juga tidak mungkin meninggalkan anggota mafia nya yang sudah dia bentuk sejak nol sampai menjadi yang paling kuat di dunia.
Mell meyakinkan diri dan menatap mata Justin dalam dalam "Aku gak bisa janji gak akan terluka lagi tapi aku janji akan berusaha buat gak sampe terluka" ucap Mell mantap.
__ADS_1
Justin mengusap rambut nya kebelakang dengan sedikit kasar, Mell tau kini Justin tengah sangat kesal pada nya yang lalai menjaga diri hingga membuat nya terluka.
Justin, pria itu tak ingin kemarahan nya sampai menyakiti istri nya jadi dia memilih untuk pergi ke kamar mereka dan meninggalkan Mell sendiri disana.