
"Yaaah ketauan deh mau perhatian sama suami tapi gengsi" ucap Dianna yang tiba tiba datang.
"Dianna" teriak Mell heboh dan langsung memeluk nya.
"Gue kangen banget sama lo Mbul" ucap Dianna.
"Gue juga" jawab Mell.
"Mana oleh oleh gue?" tanya Dianna setelah melerai pelukannya.
"Di kamar nanti gue kasih" ucap Mell.
"Yaudah terusin masak makanan favorite suami lo sana" goda Dianna.
"Apaan sih lo, udah sana mandi bau tau gak" ketus Mell sambil menutup hidung nya.
"Mana ada gue bau?orang wangi gini kok" elak Dianna lalu pergi.
"Sayang Mommy udah selesai masak nya, kamu terusin masakan kamu gih biar sisa nya chef Arjun aja yang kerjain" ucap Ais lalu pergi bersama Rio.
Mell meneruskan masakan nya karena merasa panas dia mengikat asal rambut nya ke belakang sampai tiba tiba Justin memeluknya dari belakang sambil menciumi pundak Mell yang sedikit terbuka "Makasih yah udah mau masakin makanan favorit Abang, jadi makin cinta deh sama istri" puji Justin tak bisa di pungkiri jika saja Justin berada di depan Mell dia pasti melihat betapa merah nya wajah Mell saat ini.
"Yaudah Abang sana ke meja makan aku selesain ini dulu" ucap Mell.
"Yaudah Abang ke depan dulu yah sayang, muaachh" ucap Justin yang sekilas mencium pundak Mell membuat nya merinding disko hahaha.
"Astaga itu orang suka banget bikin jantung gue party sih" gerutu Mell memegangi dada nya.
Makanan siap kini semua anggota keluarga sudah berkumpul di meja makan, Dianna menelfon Han untuk makan bersama namun karena Han sedang bersama Kevin dan Bastian jadi mereka dengar dan memaksa ingin ikut.
"Waah makanan nya banyak banget" ucap Bastian.
"Kayak nya enak nih" tambah nya ingin mengambil ayam bumbu bali yang Mell masak sendiri.
Mell menepis tangan Bastian "Awwh, sakit tau dek" ucap Bastian memegangi tangan nya.
"Ini buat bang Justin, jangan ads yang berani makan sebelum dia" perintah Mell.
Justin terkekeh "Mana sini Abang coba" ucap Justin dan Mell mengambilkan nya.
"Waaah ini enak banget sayang Abang jadi mau abisin semua" ucap Justin lalu mencium tangan Mell dan membuat semua orang menganga melihat nya.
__ADS_1
"Kalian sweet banget sih" puji Dianna dengan lebay nya.
"Jiwa jomblo gue meronta ronta guys" tambah Justin.
"Ingin rasanya ku tenggelam ke dasar laut sejenak" sambung Kevin.
"Makannya nikah" tungkas Han.
"Kaya lo udah nikah aja" sindir Kevin.
"Bentar lagi lah gue mah" ucap Ham sombong.
"Emang iya Dii?" tanya Mell memastikan.
"Entahlah" jawab Dianna cuek.
"Loh kok gitu sih yank" protes Han.
"Jodoh kan gak ada yang tau, ya bisa aja ada yang tiba tiba dateng ke keluarga aku terus lamar aku ke Mamah Papah" ucap Mell.
"Orang itu gak akan bisa liat matahari terbit lagi" kesal Han.
"Udah udah kok jadi pada ribut gini sih" ucap Ais.
"Ayo di makan dong" tambah Rio.
"Ngomong ngomong gue kapan yah dapet ponakan?" tanya Dianna asal bicara namun Mell tiba tiba batuk.
"Uhuk uhuuuk uhuk"
"Sayang kamu pelan pelan dong" ucap Justin sambil menepuk punggung Mell dan memberinya minum.
"Lo kenapa tiba tiba nanyain itu?" kesal Mell.
"Ya penasaran aja" ucap Dianna santai, dia mengerti kalau Mell belum melakukan malam pertama nya bersama Justin.
Setelah selesai makan semua orang berkumpul di ruang keluarga sedangkan Mell dan Dianna pergi ke kamar nya dengan alasana ingin mengambil hadiah untuk mereka.
"Mbul lo belum pake hadiah dari gue yah?" tanya Dianna.
"Gak lah gila lo ngasih hadiah gue begituan" kesal Mell.
__ADS_1
"Lo pikir itu buat lo doang?itu juga buat suami lo, lo gak mau jadi istri yang baik buat suami lo?" kesal Dianna.
"Bang Justin itu laki laki yang tampan mapan bahkan tipe yang sempurna buat cewek cewek di luar sana Mell, lo mau suami lo di rebut sama pelakor?walaupun bang Justin setia tapi dia juga manusia biasa Mell, dia laki laki normal yang kebutuhan biologis nya harus dia dapet dari istrinya apa guna nya dia punya istri?lo mau dia (jajan) di luar? lo mau buat dia nunggu berapa lama lagi hah?tega lo sama dia" tambah Dianna yang sangat kesal dengan tingkah sahabatnya itu.
Mell diam berpikir bahwa memang benar yang di katakan Dianna, Justin itu laki laki yang diidamkan banyak wanita tapi Mell justru membuat nya menunggu sangat lama.
"Gue takut Dii" ucap Mell.
"Ya lo bilang lah ke suami lo, biar kalian dapet solusinya bukan malah bilang belum suap terus" kesal Dianna sedikit membentak.
Memang hanya Dianna yang berani membentak Mell selama ini dan Mell selalu menurut saat Dianna memberi saran, menurut nya Dianna itu memang sedikit kekanakan dan manja tapi juga sangat dewasa saat memberi saran.
Mell menghela nafas dalam "Ok gue akan bicarain ini sama suami gue" ucap Mell.
"Oh iya bentar lagi bang Justin ultah menurut lo gimana?" tanya Mell.
Dianna sedikit berpikir "Mamah Papah lo juga minta kalian adain resepsi di kota mereka kan?" tanya Dianna dan Mell mangangguk.
"Gimana kalo resepsinya pas ultah suami lo aja" ide Dianna.
"Ide bagus sih, tapi apa mungkin?" tanya Mell.
"Gak mungkin kenapa?" tanya Dianna.
"Bang Justin pasti tau kan kalau dia ultah" ucap Mell.
"Bang Justin bukan orang yang suka rayain ultah nya, dia bahkan sering lupa" ucap Han yang tiba tiba datang.
"Lok kak Han" ucap Mell yang melihat Han tiba tiba datang.
"Gue nyusul kalian yang lama banget" ucap Han.
"Gue tau rencana kalian dan gue akan bantu kalian" tambah Han.
"Ok jadi gini rencana nya_" jelas Dianna sang perencana sedang Mell dan Han hanya mendengarkan saja.
"Gue rasa dia bisa ngalahin Kevin deh Mell" ucap Han menyeringai dan di balas senyum devil pula oleh Mell.
"Maksud nya?" tanya Dianna bingung.
"Kamu tuh pinter banget buat rencana kaya Kevin bahkan kamu mungkin lebih cerdas tapi sayang rencana itu di susun buat penyerangan ke markas markas musuh bukan untuk rencanain malam pertama sahabat mu" batin Han sedikit terkekeh.
__ADS_1