
Sekitar 30 menit mereka berada dalam mobil sesekali Rio melirik Ais yang hanya diam saja sejak tadi yaah karna Ais memang bukan gadis yang akan mulai bicara jika tidak di dahului ia hanya akan bicara jika ditanya atau ada yang ingin ia tanyakan.
Ketika mereka sampai beberapa staf resto sudah menunggu untuk menyambut mereka di depan pintu masuk dengan sangat rapih.
"Selamat datang Tuan muda dan Nona muda" ucap Manager Resto yang langsung turun tangan untuk menyambut mereka.
Ais tertegun dan sangat kagum melihat dekorasi Resto yang sangat indah itu, ia berjalan melihat sekeliling nya dan tiba - tiba berhenti lalu melihat diri nya sendiri pada pantulan kaca jendela Resto itu.
"Astaga dekorasi tempat ini sangat indah, tapi sayang sekali pakaian ku sangat tidak cocok dengan semua ini huh andai sekarang ini aku memakai gaun pasti akan sangat cocok dengan semua hiasan ini dan aku bisa berfoto sepuas nya lalu ku tunjukan pada mamah" batin Ais.
"Ayo ikut aku" ucap Rio menarik tangan Ais, Ais yang terkejut pun hanya bisa patuh.
"Tolong bantu gadis ini bersiap" ucap Rio kepada para staf yang bukan bagian dari Resto melainkam staf dari butik Mamah nya.
"Baik tuan" jawab mereka bersamaan.
"Mari Nona ikut saya" ucap salah seorang staf itu tapi Ais nampak sedikit ragu dan melihat ke arah Rio seperti meminta persetujuan nya Rio pun mengerti dan menganggukkan kepala lalu tersenyum pada Ais.
Sekitar 20 menit sudah Ais berada dalam ruangan itu sedangkan Rio ia hanya menunggu di luar ruangan sambil bermain ponsel nya setelah bersiap sampai tiba - tiba Ais keluar dengan beberapa staf di belakang nya.
"Permisi tuan" ucap staf itu.
Rio pun menoleh pada staf itu dan tak lama Ais keluar dengan gaun nya yang sangat indah bahkan sampai tatanan rambut nya pun sangat cocok untuk nya, Rio benar - benar tidak bisa berkata apa - apa mulut nya sampai menganga melihat kecantikan Ais.
Para staf yang melihat pun hanya bisa tersenyum kecil dan sesekali saling melempar pandangan.
__ADS_1
"Eheeemm, maaf tuan" ucap seorang staf membuyarkan lumunan Rio.
"Aaah iya, bagus sekali apa kau menyukai nya" tanya Rio.
"Emm apa ini tidak berlebihan" tanya Ais sedikit ragu.
"Ah tidak kau justru terlihat sangat cantik sekali sungguh" ucap Rio dan membuat senyum Ais merekah.
"Mari" ajak Rio seraya mengulurkan tangan nya dan di sambut oleh Ais, mereka berjalan bergandengan tangan bak pasangan yang sangat serasi.
Rio terlihat sangat tampan dengan toxedo dan dasi kupu - kupu nya sedangkan Ais nampak sangat cantik dan anggun dengan gaun nya.
Mereka makan dengan sangat tenang tidak ada satupun kata - kata yang keluar dari mulut mereka, hanya terdengar suara alunan musik romantis dan dentungan alat makan mereka yang salaing beradu saja yang terdengar.
Selesai makan Rio mengajak Ais intuk berdansa bersama nya.
"Hmm ta tapi aku aku tu tidak bisa berdansa" ucap Ais terbata - bata.
"Tidak masalah kau hanya harus mengikuti langkah kaki ku saja, ayo" balas Rio yang ingin mengajak Ais berdansa.
"Baiklah ayo" ucap Ais dan membuat Rio senang bukan main.
Mereka berdansa dengan sangat baik, Ais mampu mengimbangi gerakan Rio dengan cepat.
Alunan musik terus mengudara memenuhi ruangan itu, dua insan yang nampak nya tengah di mabuk asmara tarus menari dengan sangat indah tarian mereka berakhir dengan Rio yang memeluk erat tubuh indah Ais dan kelopak - kelopak mawar bertaburan di atas kepala mereka suasana nya jadi sangat romantis malam itu.
__ADS_1
Selesai dansa Rio mengantar Ais pulang ke rumah nya, sepanjang jalan Rio tak henti - henti nya menatap Ais dan tersenyum - seyum sendiri.
"Ais apa kau memikiki kekasih" tanya Rio membuat Ais sedikit terkejut.
"Hmm aku belum pernah memikirkan hal itu" jawab Ais.
"Benarkah" tanya Rio meyakinkan.
"Yaah, karna aku bukan orang yang suka mempermainkan perasaan orang lain apalagi bermain - main dengan yang nama nya hubungan" jawab Ais sedikit meledek Rio.
"Apa kau sedang melek ku" tanya Rio.
"Tidak aku hanya mengatakan yang sejujur nya" jawab Ais singkat.
"Lalu pria seperti apa yanh kamu inginkan untuk menjadi kekasih mu nanti" tanya Rio lagi.
"Kekasih?" ucap Ais sedikit tertawa.
"Yang aku butuhkan bukan lah seorang kekasih, melainkan sosok seorang suami seorang imam dan teman hidup yang baik, bertanggung jawab dan bisa menghormati kedua orang tua ku" lanjut nya.
"Ah begitu yah" ucap Rio dan di balas anggukan oleh Ais.
"Apa kau tau ketika dua orang menikah maka bukan hanya mereka yang bersatu tapi juga keluarga nya, sebelum menikah kau mungkin hanya memiliki satu ibu dan satu ayah tapi ketika sudah menikah kau akan memiliki dua ibu dan juga dua ayah bahkan mungkin juga adik atau kakak, kau tentu saja harus menyayangi mereka dan tidak membeda - bedakan mereka" ucap Ais.
"Yah kau benar tapi bukan kah banyak di luar sana seorang menantu yang tinggal bersama ibu mertua nya tapi selalu saja bertengkar" ucap Rio.
__ADS_1
"Yah kau benar, tapi aku rasa jika menantu nya mau sedikit mengalah dan mertua nya itu mah sedikit bersabar itu tidak akan terjadi, lagi pula mamah ku pernah bilang bahwa mertua itu sama seperti mamah mu sendiri dan jika kita menganggap mertua kita sebagai ibu kita sendiri maka ia pun pasti akan menganggap kita seperti putri nya sendiri dan bukan hanya sebagai menantu nya saja" ucap Ais sambil sedikit membayangkan sosok mertua idaman nya.
"Aku rasa aku sudah menemukan seorang menantu yang sangat kau impikan Mah dan yang nanti nya akan menjadi putri mu juga" batin Rio.