The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 34


__ADS_3

Setelah mengenalkan putri semata wayang nya itu kepada semua investor dan partner bisnis nya Rio meminta Mell untuk kembali kepada orang tua angkat nya namun hal itu di tolak oleh Mell karena ia masih ingin merawat mommy nya yang sedang terbaring di rumah sakit milik keluarga nya itu.


"Sayang kamu pulang aja yah, Daddy ga apa apa ko jagain Mommy di sini sendiri" ucap Rio sambil mengelus kepala Mell lembut.


"Tapi Dad aku mau nemenin Mommy, aku ga mau ninggalin Mommy dalam keadaan seperti ini" balas Mell lalu tersenyum kepada Daddy nya.


"Maafin Daddy yah sayang.." ucap Rio namun tersenggal karena tak bisa menahan air mata nya.


"Maaf karena Daddy harus bikin kamu jauh dari keluarga kamu sendiri, Daddy gak bisa memberikan kasih sayang seorang ayah dengan semestinya" lanjut nya yang mulai sedikit terisak memeluk putri kecil nya itu. Putri kecil?hah iya bukan kah sedewasa apapun seorang anak akan tetap di anggap sebagai anak kecil oleh orang tua nya apa lagi kalau anak perempuan hhehee.


"Aku kan emang bukan anak ayah" ucap Mell di sela - sela keharuan itu, dan hal itu berhasil membuat Rio terdiam sejenak. Menyadari hal itu Mell lantas melepaskan pelukan nya dan menatap sang Daddy.


"Maksud aku, aku kan anak Daddy bukan anak ayah" lanjut Mell terkekeh.


"Astaga Daddy pikir kamu beneran gak nganggep Daddy sebagai Daddy kamu" ucap Rio dan di akhiri gelak tawa.


"Udah yah Dad, Daddy jangan sedih lagi aku gak suka liat Daddy kayak ini aku lebih suka liat Daddy aku yang cool yang keren dan sangat berambisi itu waah keliatan banget berwibawa nya tuh Dad" jelas Mell panjang lebar dengan gaya sedikit dramatis dan berhasil mengundang tawa sang Daddy kembali.


"Aku seneng deh liat Daddy ketawa kaya gini" lanjut Mell kembali sambil menatap tawa cinta pertama nya itu.


"Makasih yah sayang, kamu adalah princess Daddy yang paling Daddy sayang di dunia ini" ucap Rio tersenyum.


"Daddy gak bisa bayangin kalau kamu gak ada dalam hidup Daddy, Daddy mungkin..mungkin gak akan sekuat ini..thank you so much my princess"


"Princess Daddy yang paling Deddy sayang?emang nya ada princess lain yang gak Daddy sayang?" ucap Mell kembali membuat sang Daddy tersenyum.


"Gak ada sayang, dalam hidup Daddy cuma ada empat wanita yang sangat Daddy cintai" ucap Rio.


"I know Dad" balas Mell dan kembali memeluk Rio dengan sangat erat.


Empat wanita?siapa???


tentu saja nenek, ibu, istri dan princess kecil nya itu..memang nya siapa lagi hhehe..


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Lama mereka menunggu di depan ruang operasi itu, sampai tiba saat lampu di atas pintu ruangan itu berubah dan tidak lama seorang dokter keluar menghampiri ayah dan anak itu.


"Bagaimana dok" ucap Rio langsung sebelum dokter itu menarik nafas nya.


"Hmm operasi nya berjalan lancar dan syukur lah pasien juga sudah melewati masa kritis nya..tpi maaf karena sampai sekarang belum ada tanda - tanda pasien akan siuman, saya merasa seperti nya pasien sudah tidak memiliki keinginan untuk hidup.." ucap dokter itu sedikit ragu karena takut akan mendapat masalah dan benar saja Rio langsung mencengkram kuat kerah dokter itu.


"Berani sekali anda mengatakan hal itu, apa anda sadar siapa orang yang anda bicarakan itu" ucap Rio menggebu - gebu sambil mencengkram kerah doktek itu.


"Maaf tuan saya tidak bermaksud seperti.." bela dokter itu namun tidak berani melanjutkan nya.


"Daddy udah yah dokter nya pasti gak bermaksud buat ngomong kaya gitu, udah yah tenang" ucap Mell masih dengan menggenggam lengan sang Daddy dan mencoba melepaskan cengkraman kuat itu.


"Gak bisa sayang dokter ini udah kurang ajar dia berani ngomong kaya gitu tentang Mommy kamu dan Daddy gak terima hal itu" jelas sang Daddy emosi.


Mellani merasa akan cukup sulit menenangkan sang Daddy jika sudah murka seperti ini, tapi bukan Mellani nama nya jika tidak bisa menangani kemarahan Daddy nya sendiri.


Mellani langsung memeluk sang Daddy yang sudah hampir memukul dokter yang baru saja keluar ruang operasi, dan hal itu mampu membuat emosi sang Daddy mereda seketika dan membalas pelukan putri nya itu.


"Udah Dad udah Mell mohon" ucap Mell sambil terus memeluk sang Daddy dan mencoba memberikan ketenangan.


Setelah cukup lama Mell memeluk sang Daddy dan di rasa amarah Daddy nya itu sudah mereda Mell mulai melepaskan pelukaan itu menatap mata Daddy nya.


"untung saja tadi aku menolak untuk pulang, kalau tidak bisa habis kan dokter itu karena Daddy murka" batin Mell.


"Makasih sayang" ucap Rio.


setelah itu pintu operasi kembali terbuka lalu beberapa dokter dan perawat keluar membawa seorang pasien yang masih belum sadarkan diri.


"Mommy" ucap Mell lirih.


"Apa dia baik - baik aja" tanya Rio.


"Pasien sudah melewati masa kritis nya tuan" ucap seorang perawat, dan kembali membawa nya.


dan tinggal lah seorang dokter muda yang memperhatikan Mell sejak keluar ruangan tadi.

__ADS_1


"Saya rasa tuan sudah dengar sendiri kondisi nyonya Ais dari dokter senior tadi" ucap dokter muda itu.


"Yaah om sudah dengar dari dokter tadi, eeh berhenti bersikap formal sma om seperti itu" ucap Rio seraya menepuk bahu dokter muda itu.


"Tau nih bang Justin" sambung Mell yang berada di belakang dokter muda itu.


Yaah dokter muda itu bernama Justi, ia adalah salah satu dokter yang merawat Aisyara sejak beberapa tahun terakhir. Ia adalah putra dari sekretaris pribadi sekaligus sudah seperti keluarga bagi Rio dan kakak kandung dari Han asisten Mell.


Justin dan Mell memang sangat dekat bahkan dengan Han dan siska juga, hanya saja tidak menunjukan kedekatan nya satu sama lain saat sedang berada di keramaian atau tempat kerja.


"Eeh ada princess nya abang di sini, waaaah makin cantik aja kamu" ucap nya sambil memeluk Mellani dan di balas oleh nya.


"Huh baru sadar yaah aku ada di sini dari tadi" ucap Mell berpura - pura ngambek dan menggembungkan pipi nya setelah pelukan itu terlepas, membuat siapapun yang melihat nya akan merasa gemas.


"Uuh iya deh maafin abang kamu yang ganteng banget ini yah" ucap Justin kepedean.


"Hiisss sifat kepedean abang tuh gak pernah hilang yaaah" jawab Mell seraya mencubit pinggang Justin.


"Aaaaawwh" pekik nya.


"Ih sakit tau Mell, jahat banget sih" lanjut nya protes akan perbuatan Mell.


"Rasain huh" balas Mell mode cuek.


"Hmm om, sebenernya yang dokter senior omongin tadi ada bener nya, kadang ada beberapa pasien yang sudah merasa lelah dengan kondisi nya dan saat kami jelaskan kepada keluarga pasien biasa nya mereka akan meminta agar melepas alat bantu medis nya, tapi aku ngerti perasaan om jadi saran aku om harus lebih sabar lagi dan harus lebih sering ajak tante ngobrol biar tante punya alasan untuk bertahan dan bangkit dari keadaan tante yang sekarang" jelas Justin detail dan hati - hati karena takut om nya itu tersinggung dan murka seperti saat dokter senior tadi bicara.


"Haah iya om paham, makasih yah Justin kamu sudah mau merawat tante Ais" ucap Rio setelah menarik nafas panjang.


"Om apaan sih itu udah tugas aku tau om" ucap Justin sambil tertawa.


"Kamu juga sering - sering dong kesini tengokin tante sama abang ganteng mu ini" lanjut Justin sambil mengedipkan sebelah mata nya menggoda Mell.


"Diiih apaan sih genit banget" dengus Mell.


"Iya iya aku akan usahain buat sering - sering kesini" lanjut nya sambil mengembangkan senyum manis nya itu.

__ADS_1


"Nah gitu dong" balas Mell.


"aku seneng banget liat kamu senyum kaya gini Mell, bisa jadi alasan kebahagiaan kamu adalah sebuah anugerah yang sangat indah buat aku..aku berharap kita bisa sama - sama terus kaya gini" batin Justin.


__ADS_2