The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 100


__ADS_3

"Apaan sih, Abang tuh sama aja tau gak kaya mereka!" kesal Mell berteriak lalu kembali ke tempat tidur dan menutupi seluruh tubuh nya.


Justin mendekat dan berbaring di samping Mell, memeluk nya perlahan karena takut Mell akan menolak namun ternyata tidak.


Sampai beberapa saat kemudian Justin mendengar suara isakan pelan dari dalam selimut.


"Sayang kamu nangis?" tanya Justin khawatir sambil menarik selimutnya.


Setelah terbuka ternyata benar Mell menangis "Kamu kenapa sayang?" tanya Justin.


"Gara gara tadi yah?maafin Abang sayang Abang gak maksud bikin kamu sedih tadi Abang cuma becanda kok" jelas Justin.


"Apaan sih Abang siapa juga yang marah?aku tuh sakit perut aawww hikkss" jawab Mell sambil menahan sakit.


"Kamu sakit perut kenapa?" tanya Justin.


"Aku baru dateng bulan, tapi aku cuma punya 2 pembalut" jawab nya ketus.


"Yaudah Abang beliin buat kamu yah" ucap Justin.


"Abang mau beli pembalut?beneran?emang gak malu?" tanya Mell tak percaya seorang pria tampan seperti Justin mau membelikan barang seperti itu hanya untuk nya.


Justin tersenyum "Apapun yang kamu mau pasti Abang beliin" jawab nya.


"Yaudah Abang jalan sekarang yah" tambah nya berpamitan.


"Boleh peluk dulu gak?" tanya Justin berniat mencoba peruntungan nya.


"Hisss" dengus Mell membuat Justin menghela nafas kecewa lalu pergi "Gak jadi?" tanya Mell sedikit berteriak, Justin berbalik berlari ke dalam pelukan Mell.


"Hmm sayang banget sih sama istri cantik Abang ini" ucap Justin masih memeluk Mell.


"Udah sana, aku mau pake nanti" ucap Mell.


"Iya sayang, Abang pergi yah" pamit Justin.


Cup


Satu kecupan mendarat sekilas di bibir ranum istrinya "Dasar modus" dengus Mell meneriaki Justin yang berlari setelah melakukan hal itu.


Mell tersenyum mengingat tingkah Justin yang seakan berubah setelah mereka menikah, yang semula kalem sopan sekarang jadi suka modus suka mengambil kesempatan dan sangat senang menggoda nya, tanpa sadar Justin sepertinya sudah membuat tempat khusus di hati Mell.

__ADS_1


Justi pergi membeli barang yang Mell butuhkan di market terdekat dia sengaja ingin membeli nya sendiri agar lebih berkesan untuk Mell, saat di loby hotel Justin bertemu dengan Liam, kemudian Liam memberikan kunci mobil kepada Justin dengan alasan fasilitas khusus dari hotel pedahal Mell yang meminta Liam melakukan nya, bagaimana pun dia tidak ingin Justin berjalan kaki untuk keluar.


Mell menunggu di dalam kamar dengan sedikit menahan sakit pada perut nya, satu jam berlalu namun Justin tidak kunjung kembali jadi Mell memanggil Liam ke ruang kerja pribadi nya yang berada di sebrang kamar nya.


"Gimana Liam?" tanya Mell dingin.


"Sesuai perintah Queen, saya berikan mobil khusus" ucap nya.


"Lo udah lacak?kenapa sampe sekarang dia belum pulang?" tanya Mell.


Liam tersenyum "Apa Queen mengkhawatirkan suami Queen?" tanya nya berniat untuk bercanda namun sayang waktunya tidak tepat.


"Dasar bodoh!" bentak Mell melempar apapun yang ada di meja kerja nya sampai mengenai kepala Liam, dahi nya kini telah mengeluarkan sedikit darah yang nampak berwarna merah segar.


"Maaf atas kelancangan saya Queen" ucap nya menunduk.


"Apa hal seperti itu harus lo tanyain?lacak keberadaan nya sekarang!" bentak Mell dengan marah.


Beberapa menit kemudian Liam sudah menemukan lokasi keberadaan Justin yang ternyata ada di sebuah kastil, tempat salah satu markas Black Rose.


"Queen" panggil nya sedikit takut memberi info yang baru dia dapat.


Melihat ekspresi Liam, Mell mendekat dan melihat rekaman yang ada di mobil yang Justin gunakan.


"Oh jadi wanita jala*g itu udah mulai beraksi" tambah Mell tersenyum devil.


Mell menelfon Kevin dan Bastian yang ternyata berada di hotel itu sejak Mell dan Justin datang.


"Queen, Tuan Justin seperti nya terluka cukup parah karena ulah orang orang Tania" ucap Liam memanggil Mell.


"Apa?" pekik nya khawatir dan langsung menghampiri Liam.


"Lihatlah" ucap Liam menunjukkan rekaman vidio yang berhasil Liam retas dari cctv di sebuah kamar, Justin di sekap dengan tangan dan kaki yang diikat dalam sebuah kamar yang berukuran cukup besar.


"Kurang ajar, lo pasti akan nyesel Tania!" geram Mell saat melihat nya.


Kevin dan Bastian sudah masuk ke ruang kerja pribadi mili Mell "Bagaimana Queen?" tanya Kevin, lalu Liam menunjukkan rekaman vidio itu kepada Kevin dan Bastian.


"Kalian udah bereskan bukti nya kan?" tanya Mell dingin.


"Sudah Queen" jawab Kevin.

__ADS_1


"Tapi bagaimana kalau Tania tidak percaya?" tanya Bastian, Mell tertawa terbaham bahak.


"Kalau dia gak percaya itu masalah nya, tugas gue cuma nunjukin kebenaran nya" jawab Mell.


Mereka pergi menuju kastil salah satu markas Black Rose dengan persenjataan lengkap dan membawa beberapa mafioso nya.


Liam Kevin Bastian dan Mell berada dalam satu mobil dan ada 10 mobil lagi yang mengawal mereka, kini Mell datang sebagai pimpinan tertinggi dari kelompok Mafia Black Rose.


Pov Justin


Saat Justin masuk ke dalam market dia merasa seseorang terus memperhatikan nya dan bahkan mengikuti nya.


Awalnya Justin mengira itu hanya perasaan nya saja tapi ternyata itu benar, orang itu tiba tiba mengikutinya bahkan setelah Justin keluar market.


Justin mengendarai mobil nya sedikit cepat karena mengkhawatirkan keadaan Mell namun mobil nya di hadang oleh beberapa mobil di depan nya bahkan dari berbagai arah.


Banyak orang keluar dari mobil itu dan menggedor mobil Justin namun untung nya itu mobil khusus yang Mell modif sendiri agar bisa melindungi nya dari berbagai bahaya dengan kaca anti pecah dan anti peluru juga ban yang anti peluru.


Justin keluar saat mereka mengancam akan membunuh Mell, dia marah dan menghajar semua orang orang berbaju serbs hitam dengan badan yanh sangat kekar itu.


Mereka sempat kewalahan menghadapi Justin yang ternyata sangat lihai dalam beladiri, namun salah satu dari mereka berbuat curang dengan memukul bagian belakang Justin dan membuat nya lemas, lalu mereka memukuli Justin bersama sama sampai babak belur lalu pingsan dan membawa nya ke kastil.


Sampai kastil Justin di tempatkan di sebuah kamar pribadi milik Titania.


Satu jam berlalu Justin sadar dan melihat Titania ada di samping nya.


"Tita?" lirih Justin.


"Cepat lepasin aku" bentak Justin.


"Hei tenang lah sayang, aku gak akan nyakitin kamu" balas Tita.


"Aku bahkan udah kasih pelajaran sama anak buah aku yang berani pukulin kamu" tambah nya.


"Lepasin aku Tita" bentak Justin lagi.


"Gak akan!aku sayang sama kamu, aku gak mau lagi kehilangan kamu Justin" balas Tita.


"Kamu gila yah?aku ini udah nikah aku udah punya istri dan aku sangat mencintai istri aku" ucap Justin.


"Aku gak peduli, dan aku gak mau tau siapapun istri kamu yang aku mau sekarang juga kamu tinggalin istri kamu dan menikah sama aku" balas Tita ngotot.

__ADS_1


"Gak! aku gak akan pernah meninggalkan istri kamu apalagi demi wanita gila seperti kamu" bentak Justin.


"Aku pastikan kamu akan tinggalin istri dan menikah sama aku sayang" ucap Tita lalu menyuntikkan sesuatu ke tubuh Justin dan tak lama Justin pingsan, namun Tita tetap berada di samping nya dia bahkan berbaring dengan manja dekat Justin.


__ADS_2