
"Sayang udara nya makin dingin kita masuk yah" ajak Justin.
"Iya ayok aku juga udah mulai kedinginan di sini" balas Mell.
"Ayo biar Abang yang angetin" ucap Justin dengan senyum nakal nya.
"Dasar suami mesum" gerutu Mell dan Justin yang mendengar hanya terkekeh mendapat julukan itu.
Dalam kamar Justin tidak melakukan apapun karena dia tau Mell sudah sangat lelah hari ini dia hanya tidur sambil memeluk Mell dengan sangat posesif seolah tidak membiarkan dingin nya angin malam menyentuh kulit istrinya itu.
**
Pagi ini seperti biasa Justin selalu mengantar Mell bekerja walau merasa tidak rela namun karena sang istri yang ingin menjalankan misi perusahaan nya maka dia harus mengijinkan nya bukan, kali ini ketidakrelaan nya bertambah dua kali lipat mengingat dia akan pergi untuk menjadi sukarelawan di suatu daerah yang sedang mengalami bencana alam dan kemungkinan dia akan cukup lama di sana sekitar dua atau tiga bulan, selama itu Justin maupun Mell tidak akan pernah bertemu yah setidak nya itulah yang Justin pikirkan.
"Sayang kamu hati hati yah jangan capek capek Abang gak mau kamu drop apa lagi kaki kamu juga masih sakit kan?" ucap Justin bertanya.
Mell tersenyum "Iya aku akan hati hati dan istirahat kalau capek aku gak akan maksain diri aku" jawab Mell.
"Satu lagi kamu tau kan Abang pergi hari ini dan kemungkinan kita gak akan ketemu untuk beberapa bulan kedepan" ucap Justin lirih.
"Iya aku tau, aku gak papa kok Abang jangan khawatir lagian kita kan masih bisa telfon atau vidio call" ucap Mell.
"Sinyal di sana sangat buruk sayang Abang gak tau apa bisa sering sering hubungin kamu atau enggak" balas Justin.
"Abang kan kesana buat misi kemanusiaan jadi harus semangat dong" ucap Mell menyemangati.
"Hmm iya sayang" balas Justin tersenyum.
__ADS_1
"Eh tapi inget yah selama Abang gak ada jangan pergi sama laki laki lain di akhir pekan, Abang sering banget tuh liat chat di handphon kamu banyak yang ngajak kamu jalan" ketus Justin.
Mell hanya bisa geleng geleng kepala mendengar penuturan Justin barusan "Iya tapi kan gak pernah aku tanggepin dan Abang juga liat kan?" balas Mell.
"Iyaudah Abang percaya sama kamu" ucap Justin.
Mell tersenyun dan memeluk Justin "Suami ku hati hati di jalan dan selamat menjalankan tugas mulia mu, semangat yah jangan sampe sakit dan cepat pulang karena istri kamu nunggu kepulangan kamu di rumah setiap saat" ucap Mell sambil memeluk Justin.
"Iya sayang kamu jaga diri baik baik yah selama Abang pergi" balas Justin yang membalas pelukan Mell sambil mengusap punggung juga kepala nya eits jangan lupakan ciuman nya juga karena dia sangat suka menciumi aroma tubuh Mellani istri nya yang sudab bagai candu untuk nya.
**
Saat Justin sudah pergi Mell menjalankan aktifitas nya seperti biasa namun dia menyempatkan diri untuk mengirim pesan pada Siska "Jangan lengah, suami gue pergi hari ini" ucap Mell pada pesan itu.
"Baik Queen" balas Siska dengan cepat.
"Iya sebentar saya ambilin" ucap nya, dia adalah orang pertama di gudang yang dulu sempat ingin melecehkan Mell nama nya Robi.
Sikap nya sudah tidak seperti dulu sekarang dia lebih bisa menghargai keputusan Mell yang tidak ingin ada kontak fisik apapun juga dengan orang yang kedua nama nya fahmi sikap nya juga sudah lebih berubah pada Mell dia bisa mengerti kalau Mell masih sangat muda dan mudah tersinggung jadi dia tidak pernah mengganggu Mell lagi.
"Ini kamu ambil sendiri yah" ucap kak Robi setelah mengambilkan barang yang Mell minta.
"Ok makasih kak" balas Mell tersenyum.
Tak lama beberapa orang di sekitar Mell tampak berbisik pelan Mell yang penasaran langsung menghampiri mereka dan bertanya ada apa.
"Itu nenk ada pemilik perusahaan ke sini" ucap nya sambik menunjuk segerombolan orang dengan pakaian serba hitam yang seperti nya sedang mencari seseorang.
__ADS_1
"Tapi mau apa yah dia kesini pake bawa banyak orang aneh juga lagi" ucap salah seorang pekerja yang merasa sedikit takut terlebih mereka membawa pistol di tangan nya.
"Semua pekerja harap berkumpul sekarang" teriak seseorang bertubuh tinggi dan besar.
Semua orang menurut dan berkumpul tepat di depan pria itu "Apa semua sudah di sini?" teriak nya lagi pada pimpinan gudang itu.
"Masih ada satu lagi" ucap nya.
"Bodoh, siapa dia? cepat panggil" bentak orang itu.
Mell berjalan dengan santai dan seceria mungkin untuk menutupi amarah nya yang membuncah karena telah mengganggunya.
"Ehem permisi" ucap Mell.
"Kamu cepat kemari" bentak orang itu, Mell yang menunduk segera berjalan dan bergabung bersama yang lain.
"Kenapa baru dateng Mell" gerutu pimpinan gudang itu yang sebenar nya khawatir terhadap Mell walaupun sering memarahi Mell namun dia juga sangat menyukai tingkah polos dan apa ada nya anak itu.
"Maaf mba aku abis dari toilet tadi" jawab Mell berkilah padahak ia habis menghubungi Siska untuk bersiap.
Tak lama seorang pria paruh baya berdiri dari duduk manis nya di kursi pimpinan gudang dia berjalan dan memandangi wajah semua pekerja yang menunduk.
"Tegakkan kepala kalian" bentak nya.
Semua menurut kecuali Mell dia tetap menundukkan kepala nya "Hei kamu tuli yah saya bilang tegakkan kepala" bentak pria bertubuh besar yang meminta mereka berkumpul tadi namun Mell masih menunduk.
Pria itu kemudian mendekati Mell dan hendah menamparnya namun di hentikan oleh orang yang semua pekerja pikir adalah satu satunya pemilik perusahaan.
__ADS_1