The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 102


__ADS_3

Tak lama Justin keluar dengan handuk kecil di kepala nya untuk mengeringkan rambut nya.


"Sayang kamu udah mandi?" tanya Justin yang melihat Mell sudah nampak cantik dengan dress hitam di atas lutut yang dia kenakan.


"Hmm" jawab Mell lalu tersenyum, Justin duduk di samping Mell sambil mengeringkat rambut nya.


"Kenapa gak pake hair dryer?" tanya Mell.


"Gak papa sayang" jawab Justin.


"Sini aku yang keringin" ucap Mell lalu mengambil handuk itu dari Justin, Justin terkejut namun juga senang atas perhatian Mell.


"Sayang kita ada di mana sih?kok Abang gak inget apa apa yah?" tanya Justin.


"Apa Tania menyuntikkan obat penghilang ingatan jangka pendek sama Abang?" batin Mell


"Aku boleh minta sesuatu sama Abang?" tanya Mell.


"Apa sayang?" ucap Justin.


"Jangan keluar dari kamar ini kalau gak sama aku" ucap Mell.


"Kenapa?" tanya Justin.


"Aku gak bisa jelasin sekarang tapi tolong penuhin permintaan aku" jawab Mell.


"Iya sayang Abang gak akan keluar tanpa kamu dari sini" jawab Justin, Mell tersenyum dan memeluk Justin dari belakang.


Justin tersenyum, tidak ingin membuang kesempatan dia berbalik dan menjatuhkan Mell di atas ranjang, kini Mell sudah berada dalam kungkungan Justin, mata mereka bersitatap lalu Justin mendekatkan wajah nya dia merasa Mell tidak menolak jadi Justin semakim mendekat, menci*m benda kenyal dan ranum itu dengan sangat lembut semakin dalam mulai melum*at dan melil*t satu sama lain sampai Mell kehabisan nafas dan Justin melepas pagutan mereka.


"Nafas dong sayang ku" ucap Justin sedikit terkekeh sedangkan wajah Mell sudah sangat merah merona menahan malu namun tetap diam.


Justin kembali melum*at lembut bibir Mell kali ini sampai turun ke leher jenjang Mell, Justin menyusuri wajah Mell dengan perlahan sampai hampir ke dada nya namun suara Mell menghentikan aktifitas Justin.


"A a abang" panggil Mell.


"Apa ini?seluruh tubuh gue berasa kesetrum rasa nya aneh banget, perasaan macam apa ini?" batin Mell yang menerima semua sentuhan lembut Justin.


"Maaf Abang udah kelewatan" ucap Justin lirih menghentikan aktifitas nya dia merasa kecewa ternyata Mell belum bisa menerima Justin sepenuh nya.


Mell bangun dari duduk di sebelah Justin, mereka tidak bicara apapun sejujur nya Mell merasa bersalah karena telah menghentikan keinginan suami nya tapi mau bagaimana lagi?hati nya seolah telah mati karena ulah Reyn, lelaki yang pernah sangat dia cintai dengan sepenuh hati dan jiwa nya namun pada akhirnya menjadi pengkhianat dan membuat luka yang sangat dalam di hati Mell.


Tok tok tok


"Masuk" ucap Mell.


"Nona ini sarapan nya" ah ternyata Liam yang datang dia membawa sarapan untuk Mell dan Justin.


"Hmm kamu boleh keluar sekarang" ucap Mell dan Liam menurut.


"Hm Abang sarapan dulu yah" ucap Mell, mereka menikmati sarapan mereka dengan tenang.


Di tempat lain setelah kalah melawan Mell, Tania pergi ke kamar nya dengan sangat marah.


"Queen sialan, selama ini gue gak pernah liat muka asli lo"


"Kenapa lo gak pernah nunjukin muka lo sama gue, bahkan saat gue baik sama lo"

__ADS_1


"Lo liat aja gue akan bales perlakuan lo Queen" ucap Tania kesal.


"Halo" Tania menelfon seseorang.


"Gimana?" tanya orang di sebrang sana.


"Gue gagal kalahin Queen" ucap Tania.


"Kenapa bisa?" ?


"Sekarang juga lo dateng ke sini dan kita jebak Queen, lo kenal deket kan sama dia?lo bahkan pernah liat wajah nya" Tania.


"Yah gue yakin dia pasti masih sangat mencintai gue, secara di itu cinta mati sama gue" ?


"Gue harap juga gitu, gue tunggu lo sekarang tapi inget penjagaan di sink ketat banget Bastian bahkan udah nangkep semua anak buah gue" Tania.


"Ok" ?


Mell memerintahkan anak buah nya untuk membiarkan orang yang bekerjasama dengan Tania datang dan menemui Tania tanpa dia sadar.


Kini orang itu sudah berada di dalam kamar Tania.


Tok tok tok


"Masuk" ucap Mell.


"Nona" ucap Liam terhenti namun Mell paham.


"Keluar lah" ucap Mell, Liam menunduk dan keluar menunggu Mell di depan pintu kamar.


"Abang habisin aja sarapan nya, aku pergi dulu sebentar tapi ingat yah Abang jangan keluar dari sini apapun yang terjadi" ucap Mell dan Justin mengangguk.


"Suruh orang buat jaga di depan kamar" perintah Mell.


"Dimana dia?" tambah nya.


"Di kamar Tania" jawab Liam.


"Bastian dan Kevin udah tangkep semua mafioso yang berkhianat, mereka di masukkan dalam penjara bawah tanah" tambah Liam.


Mereka sampai di depan kamar Tania "Pergilah ambil katana gue di gudang senjata" perintah Mell.


Mell masuk tanpa mengetuk ke dalam kamar Tania dan mendapati nya tengah bicara dengan seseorang yang sangat dia kenal.


"Re reyn" panggil Mell menatap Reyn.


"Hai sayang" panggil Reyn.


"Kenapa kamu pakai topeng?ah gak papa lagian topeng itu gak nutupin kecantikkan kamu kok" ucap Reyn.


"Kenapa lo ada di sini?" tanya Mell heran.


Mereka saling pandang dan Mell memperhatika "Oh gue tau sekarang, kalian kerjasama kan?" tebak Mell.


"Sayang aku cuma mau balik lagi sama kamu, aku masih sayang sama kamu" ucap Reyn.


"Cih, sayang?lo pikir gue bodoh apa?" Mell.

__ADS_1


"Lo lupa apa yang terjadi saat terakhir kali kita ketemu?" tanya Mell.


"Aku gak lupa, justru setelah aku tau semua kebenaran tentang kamu aku makin yakin kalo aku mencintai kamu" jawab Reyn.


"Gue udah nikah, lo gak punya kesempatan lagi" bentak Mell.


Reyn terkekeh "Aku tau kamu udah nikah tapi kamu gak cinta kan sama suami kamu?aku tau kok kalian gak pernah punya hubungan layak nya suami istri di luar sana"


"Aku tau kamu masih menjaga kesucian kamu buat aku karena kamu sangat mencintai aku dan begitu pun aku, aku sangat mencintai kamu gak ada orang lain yang bisa gantiin posisi kamu di hati aku sampai saat ini" tambah Reyn dan Mell hanya diam karena memang benar kalau dia memang tidak memiliki hubungan layaknya suami istri pada umum nya dengan suami nya sendiri tapi soal dia masih menjaga kesucian nya untuk Reyn itu salah besar bukan itu alasan nya, Mell hanya belum bisa menerima Justin sepenuh nya dia masih butuh waktu agar terbiasa bersama Justin.


Di tempat lain tanpa Mell sadari Tania keluar dari kamar itu dan pergi ke kamar pribadi Mell, sesuai perintah Mell kamar nya telah di jaga dengan sangat ketat karena Justin ada di dalam namun Tania berhasil membuat para penjaga itu pingsan dengan melempar bola asap racun yang bisa membuat seseorang pingsan selama beberapa menit.


Tania masuk dan mendapati Justin yang tengah gelisah "Justin" panggil nya dan Justin menoleh.


"Mau apa lo ke sini?" tanya Justin kesal, dia sudah ingat kalau kemarin dia bertemu dengan Tania atau yang Justin kenal dengan Tita.


"Aku ke sini mau lihat keadaan kamu sayang" jawab nya lembut.


"Gue gak butuh lo di sini, pergi!" perintah Justin.


"Ayolah Justin jangan terus nolak aku, aku sayang sama kamu, aku janji akan lupakan soal kamu yang udah bunuh saudara kembar aku asal kamu mau menikah dengan ku"


"Aku janji akan buat kamu sangat bahagia sayang" tambah nya yang mulai mendekat bahkan menempel pada Justin namun dengan cepat Justin mendorong Tania hingga jatuh ke lantai.


"Awwwhh" pekik nya memegangi bagian belakang nya karena seperti nya Justin mendorong dengan cukup kuat tadi.


"Kamu kenapa sih selalu nolak aku?" tanya nya kesal.


"Gue udah bilang sama lo kalo gue udah nikah dan gue sangat mencintai istri gue" ucap Justin.


"Emang nya siapa sih istri kamu hah?aku yakin aku lebih cantik lebih kaya dan lebih seksi dari pada istri kamu si jala_"


"Cukup!"


"Berani lo ngehina istri gue, gue robek mulut lo" ancam Justin.


"Lo denger baik baik istri gue adalah Nona Mellani Putri Pramudita orang yang semalem sama gue" ucap Justin, Tania terbelalak.


"Oh jadi ini alasan Queen melindungi Justin yang ternyata adalah suami nya, kenapa gue gak tau?kenapa si Reyn sialan itu gak pernah kasih tau gue?" batin Tania syok, walau gemetar namun dia tetap berusaha tenang agar Justin tidak curiga.


"Tapi dia gak cinta sama kamu Justin, dia mencintai orang lain jadi buat apa kamu nunggu dia" ucap Tania.


"Gue gak masalah kalo dia belum cinta sama gue karena cinta gue sendiri aja udah cukup buat kita berdua" jawab Justin.


"Lo emang sangat hebat Queen selain jadi pemimpin kelompok mafia paling di takuti di dunia bawa lo juga beruntung punya suami yang sangat mencintai lo, jujur gue iri banget sama lo tapi lo juga sangat bodoh Queen karena lo udah nyia nyiain suami yang sangat mencintai lo" batin Tania.


"Bodoh!" bentak Tania pada Justin.


"Dengar ini baik baik" tambah nya menunjukkan rekaman suara Mell dan Reyn yang dia rekam sampai Reynb mengatakan kalau dia tau hubungan Mell dan Justin tidak seperti suami istri yang lain dan itu karena Mell masih sangat mencintai Reyn dan selalu menjaga kesucian nya untuk Reyn.


"Jadi ini alasan kamu gak pernah mau Abang sentuh?Abang pikir kamu cuma butuh waktu buat terima Abang tapi ternyata karena kamu masih sangat mencintai laki laki itu dan tetap menjaga kesucian kamu buat dia" batin Justin.


Beberapa pengawal masuk dan menangkap Tania lalu membawa nya ke penjara bawah tanah meninggalkan Justin yang masih diam mendengarkan rekaman itu.


Sedang di tempat Mell dan Reyn


"Cukup!" bentak Mell membuat Reyn diam seketika.

__ADS_1


"Iya gue emang belum mencintai suami gue tapi bukan berarti gue masih punya perasaan sama lo"


"Tanpa gue sadar bang Justin suami gue mungkin udah buat tempat nya sendiri di hati gue tanpa menggantikan posisi lo waktu itu, tapi itu yang buat dia berhasil dan sekarang dia adalah satu satu nya laki laki yang special


__ADS_2