The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 90


__ADS_3

Akhirnya mereka berdansa bersama semua anggota keluarga.


Dorr!!!


Semua orang yang sedang berdansa kaget bukan main mendengar suara tembakan.


Mendengar suara itu Justin spontan memeluk Mell dengan sangat erat.


"Diannaaaaa" teriak Han membuat semua orang menoleh ke arah nya.


"Dii" pekik Mell tak percaya kalau tubuh Dianna penuh dengan darah.


"Siska" teriak Mell.


"Cari orang itu!" tambah nya dengan aura dingin sedangkan Han masih memeluk Dianna erat.


"Han cepat bawa Dianna ke rumah sakit" ucap Rio yang juga merasa khawatir karena Dianna juga sudah mereka anggap putri mereka sendiri.


"Nggak" ucap Mell.


"Kenapa nggak sayang? Dianna perlu bantuan secepatnya" ucap mamah Nuri.


"Biar Abang check" ucap Justin melihat luka pada perut Dianna.


"Dianna kehilangan banyak darah, dan kita harus segera mengeluarkan peluru nya" tambah nya.


"Kak Han bawa Dianna ke ruang kesehatan" ucap Mell dan Han menurut karena dia tau ada fasilitas khusus dalam hotel Mell yaitu ruang kesehatan, ruangan yang lengkap dengan alat medis bahkan semua kebutuhan untuk operasi sudah tersedia, dokter pun selalu siap berjaga namun hari ini semua dokter sedang di liburkan dan hanya ada satu dokter jaga.


"Tapi Mell cuma ada dokter jaga di ruang kesehatan" ucap Han.


"Biar Abang yang pimpin operasi nya" ucap Justin, dan Han langsung membawa Dianna ke ruang kesehatan.


Operasi di mulai semua orang menunggu di depan pintu dengan cemas untung saja hanya anggota keluarga yang ada di sana karena waktu yang sudah sangat larut.


Mell pergi menjauh dari depan pintu ruang operasi untuk menelfon seseorang.


"Bagaimana?" tanya Mell.


"...."


"Bagus, bawa dia ke markas" perintah Mell.


"......"

__ADS_1


"Siapa Mell?" tanya Han yang tiba tiba muncul dari belakang.


"Itu Siska dia bilang penembak itu udah ketangkep" jelas Mell.


"Kurang ajar berani nya dia!" bentak Han memukul tembok.


"Tenang lah, mbak Siska Kak kevin dan kak Bastian juga ada di sana" ucap Mell.


Akhirnya mereka kembali ke ruang operasi, beberapa jam berlalu kini Justin sudah selesai mengoperasi Dianna.


"Abang gimana keadaan Dianna?" tanya Han panik.


Justin menepuk bahu adik nya "Syukurlah operasi nya berjalan dengan lancar dan kondisi Dianna juga baik baik aja karena peluru nya gak terlalu dalem sekarang tinggal nunggu dia sadar" jelas Justin, semua orang merasa lega mendengar nya.


"Sekarang biar Dianna di pindah ke kamar nya, aku udah minta orang buat setting kamar Dianna" ucap Mell.


"Besok baru pindahin ke rumah sakit" tambah nya.


"Kalian berdua juga sebaik nya istirahat, pasti capek kan?apalagi Justin harus operasi dadakan setelah resepsi" ucap Ais.


"Iya Mom badan aku emang udah capek banget" jawab Justin.


"Tapi aku mau nemenin Dianna, aku gak mau ninggalin dia dalam keadaan kaya gini" jawab Mell.


"Gue titip Dianna sama lo kak, awas kalo sampe lo macem macem!" ancam Mell berbisik.


Semua orang kembali ke kamar nya Justin dan Mell juga sudah masuk ke dalam kamar.


"Huh siapa yang dekor kamar gue kaya gini?" batin Mell yang menatap heran kamar nya yang di hias seperti kamar malam pertama pengantin eh emang harus nya malem pertama kan hehe.


"Aku mau mandi dulu" ucap Mell.


"Yaudah sana" ucap Justin.


Lima menit kemudian Mell keluar dari kamar mandi tapi masih dengan gaun nya.


"Loh kata nya mau mandi?" tanya Justin yang melihat Mell belum mandi dan keluar dengan wajah kesal.


Mell tidak menghiraukan pertanyaan Justin dia justru berjalan ke pintu hendak keluar namun di cegah oleh Justin.


"Eh kamu mau kemana?" tanya Justin mencekal tangan Mell.


Mell menoleh "Aku mau ke kamar Mommy" ucap Mell.

__ADS_1


"Mau ngapain?ini udah malem banget loh, kasian Mommy juga pasti capek" ucap Justin, Mell terlihat berfikir kemudian pergi ke ranjang dan merebahkan tubuh nya di sana.


Justin menghampiri "Gak jadi mandi?" tanya Justin.


Mell bangun "Aku gak bisa buka gaun aku" ucap nya mendengus.


Sedikit tertawa "Sini Abang bantu lepas" ucap Justin.


"Gak mau" tolak Mell mundur ke belakang.


"Abang cuma mau bantu kamu, emang gak mau mandi beneran?" tanya Justin lagi, Mell menurut dan membiarkan Justin membantu nya.


Susah payah Justin membantu Mell melepas gaun nya eh bukan lepas gaun nya yang susah tapi melihat punggung putih mulus Mell yang terpampang jelas di hadapan nya membuat nya tidak bisa menahan diri.


"Abang udah belum?kok lama sih?aku udah gerah banget ini" ucap Mell dengan kesal menyadarkan Justin dari lamunan nya.


"Eh iya maaf maaf" jawab Justin melanjutkan bantuan nya.


"Selesai" ucap nya kemudian Mell bergegas ke kamar mandi selang dua puluh menit dia kelur dengan jubah mandi nya dan melihat Justin yang sudah tidur di kasur.


"Abang bangun katanya mau mandi" ucap Mell.


"Abang"


"Abang bangun"


"Aaakh" bukan nya bangun Justin justru menarik tangan Mell hingga membuat nya terjatuh ke atas tubuh Justin dan jubah yang dia pakai sedikit terbuka di bagian dada.


"Kamu mau goda abang yah?" ucap Justin yang tiba tiba membuka matanya dan melihat ke arah dada Mell.


Mell bangun dan membenarkan jubah nya "Mandi sana" ucap Mell kemudian mengambil baju nya di ruang ganti.


Lima belas menit berlalu kini Justin sudah terlihat segar setelah keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang di lilit di pinggang hingga terlihat lah otot otot di tubuh nya.


Justin berjalan ke arah tempat tidur dan melihat Mell sudah tidur dengan sangat pulas kemudian melihat di ujung ranjang sudah ada baju tidur nya, yah Mell memang sengaja menyiapkan nya tadi.


"Manis sekali" ucap Justin memandang pakaian nya sendiri.


Setelah mengenakan pakaian tidur nya Justin naik ke atas ranjang dan memeluk istri nya dari belakang perlahan karena takut Mell akan bangun dan marah.


"Maaf yah Abang udah ambil kesempatan dalam kesempitan kaya gini, malem ini Abang capek banget, meluk kamu begini rasanya semua capek Abang hilang seketika" ucap Justin yang semakin mengeratkan pelukan nya dam sesekali menciumi rambut Mell.


"Aku tau Abang capek, makan nya aku biarin Abang peluk aku malem ini tapi malem ini aja yah lain kali jangan, anggep aja tanda terimamasih aku karena Abang udah nyelametin sahabat ku Dianna" batin Mell yang sebenar nya belum benar benar tidur.

__ADS_1


Dan akhirnya mereka tidur dengan posisi Justin memeluk Mell dari belakang sampai pagi.


__ADS_2