The Queen Of Mafia Love Stories

The Queen Of Mafia Love Stories
EPISODE 97


__ADS_3

Kini Mell sudah memyelesaikan masakam nya, tidak banyak hanya beberapa lauk masakan rumahan yang pernah Mamah nya ajarkan.


Karena biasa nya dia hanya memasak untuk sekedar waktu luang saja itupun atas permintaan Daddy nya agar dia ikut kelas memasak.


Di kamar Justin sudah terlihat segar setelah mandi dan berpakaian santai kemudian dia turun dan mendapati Mell yang tengah sibuk menata makanan di meja makan.


"Waah bau harum apa ini?Abang sampe bangun karena cium bau harum nya" ucap Justin menghampiri Mell.


"Aku kan udah bilang mau masak buat makan malem" ucap Mell.


"Iya iya, oh iya kamu masak apa?bau nya enak banget, Abang jadi laper deh" ucap Justin.


"Mata Abang masih bagus kan?masih bisa liat sendiri kan?" ketus Mell.


"Iya tapi apa salah nya sih kalo kamu ngomong nya baik baik sayang" nasehat Justin namun Mell diam saja.


"Abang mau aku ambilin yang mana?" tanya Mell lembut membuat Justin tersenyum.


"Abang mau ayam bumbu bali itu dong sayang" tunjuk Justin dan Mell dengan sigap mengambilkan nya.


"Sayur nya mau coba yang ini gak?" tanya Mell lembut.


"Boleh sayang" jawab nya.


"Nih" Mell memberikan piring nya.


"Makasih sayang" ucap Justin dengan senang hati menerima nya.


"Heeemmm masakan kamu enak banget sayang" puji Justin.


"Kamu belajar di mana mana bisa masak seenak ini?" tanya nya lagi.

__ADS_1


"Abang lupa yah?aku kan ikut kelas masak, tapi resep hari ini aku belajar dari mamah Nuri" jawab Mell.


"Owh, makasih yah sayang udah mau repot repot masakin buat Abang" ucap Justin kemudian mencium tangan Mell.


Mell terkejut pasal nya menurut cerita yang sering dia dengar dari teman teman sekolah nya dulu bahwa memasak mencuci nyapu ngepel cuci piring dan semua pekerjaan rumah tangga adalah tugas seorang istri tpi Justin?dia malah tidak memperbolehkan Mell melakukan itu semua bahkan ketika Mell pertama kali memasak untuk Justin, Mell malah mendapat ucapan terimakasih, banyak pujian bahkan sampai Justin mencium tangan istrinya.


"Itukan emang udah tugas aku" ketus Mell.


"Iya tapi tetep aja Abang harus menghargai semua yang kamu lakuim doang, sayang bisa tolong ambilin sayur nya lagi" pinta Justin lembut.


Mell tidak menjawab dia hanya langsung mengambil yang Justin minta setelahnnya mulai mencicipin ayam dan sayur yang tadi dia berikan untuk Justin, ayam nya memang enak tapi saat dia mencicipin sayur "Uhukk uhukk uhukk" Mell tersedak.


"Sayang kenapa?hati hati dong" ucap Justin menepuk pelan tengkuk Mell.


"Abang bilang ini enak?enak apa nya?sayur ini tuh asin tau" kesal Mell karena Justin berbohong.


"Nih minum dulu" ucap Justin memberikam segelas air pada Mell.


Entah sadar atau tidak Mell langsung memeluk erat tubuh pria berstatus suami nya itu, Justin sedikit terkejut dengan perlakuan Mell namun dia juga senang dan langsung membalas pelukan istrinya itu.


"Lain kali aku akan cicipi dulu masakan ku" ucap Mell setelah melerai pelulan nya dan mendongak menatap Justin, Justi tersenyum lalu mencium kening Mell cukup lama, damai itulah yang Mell rasakan saat Justin menyentuhnya.


"Makasih yah sayang" ucap Justin.


Beberapa menit kemudian mereka selesai makan dan kembali ke kamar Mell sudah berganti dengan pakain tidurnya begitu pun dengan Justin.


"Sayang" panggil Justin lalu duduk di samping Mell di atas tempat tidur.


"Hmm" sahut nya tanpa menoleh karena fokus pada ponsel.


"Kita pergi nya besok" ucap nya.

__ADS_1


"Pergi ke mana?" tanya Mell.


"Kamu lupa?kan kamu yang mau honey month ke negara P?" ucap Justin membuat Mell menoleh.


"Kita pergi besok?" tanya nya dan Justin mengangguk.


"Tapi sayang apa gak sebaiknya kita pergi ke tempat lain aja?" tanya Justin.


"Kenapa?"


"Hmm Abang cuma gak mau balik kesana lagi aja" jawab nya mencari alasan.


"Aku mau kesana" ucap Mell.


Menghela nafas "Yaudah asal itu bisa buat kamu bahagia apapun akan Abang lakuin" ucap nya mengelus rambut Mell dan mulai berbaring, tidak seperti biasa nya kini Justin tidur sambil membelakangi Mell.


Mell sudah mulai terbiasa tidur dengan di peluk Justin, dia merasa sedikit kurang nyaman dan tidak bisa tidur, Justin yang terus merasa ada pergerakan di tempat tidur berbalik ke arah Mell.


"Kenapa?" tanya Justin lembut dengan suara khas bangun tidur.


"Gak papa" jawab nya ketus.


"Kamu gak bisa tidur yah?" tanya nya lagi namun Mell tidak menjawab.


"Mau Abang peluk gak?" tambah nya sambil merentangkan tangan.


Tanpa di sangka Mell langsung beringsuk dalam dekapan Justin, menenggelamkan wajah nya ke dada bidang milik suaminya yang terasa sangat nyaman baginya, sebenarnya Justin juga tidak bisa tidur nyenyak sedari tadi karena tidur dengan berpelukan seperti ini sudah seperti candu bagi mereka tapi entah Mell menyadarinya atau tidak.


Tidak ingin membuang kesempatan Justin langsung membalas pelukan Mell dan membawa nya lebih dekat lagi hingga tak ada jarak sedikit pun di antara mereka.


"Sebenernya Abang gak pernah mau kembali ke negara itu Mell, Abang takut dia akan melukai kamu dan memisahkan kita, Abang sangat mencintai kamu dan gak pernah mau kehilangan kamu, tapi kalau dengan pergi kesana Abang bisa liat senyum bahagia di wajah kamu walaupun besar resikonya akan Abang lakukan" batin Justin sambil sesekali menciumi puncak kepala Mell dan akhirnya mereka tidur bersama.

__ADS_1


"Aku tau Abang pasti ngerasa gak nyaman kalau harus kembali ke negara itu, tapi kenapa Abang sembunyiin itu dari aku?aku mau tau semua nya dari Abang, aku mau Abang jujur, aku janji gak akan pernah ninggalin Abang apapun yang terjadi, mungkin aku memang belum mencintai Abang tapi jujur aku ngerasa nyaman saat aku ada di dekat Abang, aku janji akan selesaikan masalah Abang dengan wanita kepa*at itu" batin Mell kemudian tidur bersamaan dengan Justin.


__ADS_2