
Mell tersenyum kecut "Apa kau lupa siapa aku?bukan kah kau bilang darah Daddy ku mengalir sangat deras dalam tubuh ku?" ucap Mell mengingatkan.
"Ah iya bodoh nya aku melupakan kata kata ku sendiri" balas nya kemudian mengambil sesuatu dari dalam tas kecil milik Mell yang sedang dia pakai, dia tau betul kalau gadis di hadapan nya ini bukanlah gadis biasa.
Perlahan Mr Rocky mulai menghapus riasa wajah Mell yang ternyata cukup tebal sehingga mampu menutupi wajah asli nya yang sangat putih mulus bahkan dia sengaja membuat beberapa noda dan bekas jerawat pada riasa nya itu.
Semua orang masih memandang interaksi antara bos dan teman baru mereka itu yah walaupun Mell tidak terlalu dekat dengan mereka namun mereka cukup sering bicara soal pekerjaan.
Tawa Mr Rocky kembali menggema kala ia berhasil membersihkan wajah cantik Mell "Waaahh kalian lihat ini bukan kah dia sangat cantik?pantas saja putraku sampai tergila gila pada mu" ucap nya.
Bukan hanya Mr Rocky yang menatap kagum Mell bahkan semua pekerja di sana juga menatap Mell dengan sangat tidak percaya, mereka tidak menyangka ternyata Mell memiliki wajah yang sangat cantik tapi mereka juga bingung kenapa Mell merahasiakan nya dan menutupi nya dengan riasan, siapa sebenar nya gadis itu? pikir mereka.
"Sudah dapat yang kau inginkan?sekarang lepaskan sanderamu" ucap Mell.
"Haha tidak secepat itu, kau masih harus menandatangani sebuah surat" ucap nya.
Mell menaikkan sebelas alis nya pertanda apa? "Surat apa?" tanya Mell malas.
"Tanda tangani ini" ucap nya memberikan sebuah map kehadapan Mell.
Mell membuka dan membaca nya dia tidak lagi terkejut dengan fakta itu karena dia sudah mengetahui sejak beberapa waktu yang lalu "Kenapa kau menginginkan perusahaan ini?" tanya Mell.
Mr Rocky kembali tertawa "Tentu saja lagi pula siapa yang tidak ingin menjadi pemilik satu satu nya perusahaan sebesar ini, hey nak kau masih terlalu muda untuk mengurus perusahaan ini" jawab nya enteng.
"Apa kau belum mendengar kinerja ku di kantor pusat?" tanya Mell.
__ADS_1
"Aku sudah dengar, yah kau memang sangat hebat di usia mu yang baru akan akan menginjak dua puluh tahun kau sudah membawa nama Pram Group ke rangking yang lebih tinggi lagi dan memiliki banyak cabang di luar negeri karena itu berbaik hatilah berikan perusahaan ini kepada ku" ucap nya.
Mell tersenyum mengejek saat mendengar keinginan pria tidak tau malu di hadapan nya itu "Dasar bodoh, kalau kau hanya ingin perusahaan ini kenapa tidak memberitahukan aku sejak awal?kenapa harus membuat banyak keributan dan drama hingga membuat aku harus sangat repot datang ke sini bahkan kau sampai menculik nya" ucap Mell menunjuk pada layar yang masih menyala lalu melempar berkas itu.
"Jika aku meminta nya apa kau akan memberikan pada ku dengan suka rela?" tanya nya dengan mata berbinar.
Mell tertawa, tawa nya benar benar mengerikan kali ini bahkan sampai membuat semua orang merinding "Tentu saja, bukan kah kau tau sendiri bahwa aku akan selalu memenuhi permintaan terakhir siapapun yang akan menjadi mangsaku?" ucap Mell saat berhenti tertawa.
Susah paya pria itu menelas saliva yang seakan tajam menusuk tenggorokan nya bahkan pria bertubuh besar di belakan nya sampai mundur satu langkah.
"Lepaskan sanderamu selagi aku masih bersikap baik dan pergilah dari hadapan ku" ucap Mell.
"Tidak akan!" tungkas nya tegas.
"Sebaik nya menyerah saja Mellani karena kalau tidak aku akan melenyapkan suami mu" ucap nya berteriak.
"Seperti nya akan lebih seru kalau aku sedikit mendrama" batin Mell.
"Enggak aku mohon jangan sakitin suami aku aku mohon" ucap Mell dengan sedikit isakan.
Pria itu tertawa puas mendengar seorang Mellani memohon di hadapan nya "Kalau begitu cepat tanda tangani surat itu" bentak nya.
"Baik baik aku akan tandangani surah itu" ucap Mell kemudian mengambil berkas yang tadi sempat dia lempar.
Mell mengambil pena dari dalam tas nya dan hendak menandatangani dokumen itu namun di hentika oleh Mr Rocky "Tunggu" cegah nya.
__ADS_1
Mell menatap heras pria itu "Apa?" tanya Mell.
"Aku bukan orang bodoh yang akan membiarkan kau menandatangai dokumen sepenting itu dengan pena milik mu,bisa saja pena itu hilang setelah beberapa menit tumpah dan akhirnya usaha ku sia sia" ucap nya.
Mell menyeringai "Ternyata dia cukup pandai" batin Mell.
"Hei kau" ucap nya menunjuk si pimpinan gudang.
"Hah saya iya Mr" ucap nya sedikit terkejut.
"Ambil pena dari meja mu sana" perintah nya lalu segera dia mengambil pena dari dalam laci nya.
"Ii ini Mr" ucap nya sedikit gemetar"
"Pena yang indah" puji nya menatap pena berwarna silver itu lalu tanpa curiga dia langsung memberikan pada Mell.
Mell dengan cepat membubuhkan tanda tangan nya di atas matrai pada dokumen itu.
"Bagus sekarang aku adalah pemilik satu satu nya perusahaan ini" ucap nya.
"Sekarang lepaskan suami ku" ucap Mell setelah memberikan map itu.
"Hei itu bukan wewenang ku" ucap nya.
Mell mengerenyitkan dahi nya "Bukan kah sudah ku penuhi permintaan mu sekarang giliran mu untuk melepaskan suami ku" ucap Mell.
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah melepaskan suami mu bahkan aku akan membunu_"
"Akan ku lepaskan" potong seorang pria tampan dengan memakai toxedo lengkap dengan dasi kupu kupu yang menghiasi lehernya yang tiba tiba datang dan memotong ucapan Mr Rocky.