
Setelah selesai dengan makan siang nya Mell dan teman baru nya yaitu mba Nur kembali ke tempat bekerja mereka.
"Kalau terus begini gue rasa gue gak akan dapet info apapun" gerutu Mell yang sedikit terdengar oleh mba Nur.
"Kamu bilang apa Mell?" tanya nya memastikan.
"Hah?eh gak mba gak ada apa apa kok" jawab Mell.
"Hei yang di sana jangan ngobrol aja dong, kerja mau makan gaji buta kalian" teriak seseorang yang menjadi leader di tempat mereka.
Mell dan Nur hanya bisa menurut dan melakukan pekerjaan mereka.
Cukup lama mereka mengerjakan pekerjaan mereka sampai suara leader itu kembali membuat Mell kesal "Hei kamu sini" panggil nya.
Mell menurut dan mendekati nya "Iya bu" jawab Mell halus.
"Kamu ikut sama ibu ini" perintah nya menunjuk pada seorang ibu yang usia nya sudah cukup tua namun masih terlihat segar dan bersemangat.
"Ayo nenk" ajak nya.
Mereka berjalan cukup jauh karena tempat tujuan nya berada di dekat pintu gerbang gedung itu "Maafkan kelancangan saya Nona" bisik nya.
Mell terkejut karena wanita ini tau siapa diri nya "Ibu kenal aku?" tanya Mell polos, yah karena Mell memang memiliki rencana untuk berperan sebagai gadis lugu baik hati yang tidak mengerti apapun.
"Tentu Nona, saya yang di tugaskan untuk menjaga Nona oleh Nona Siska.
"Maksud nya?" tanya Mell masih dengan tingkah polos nya sampai wanita tua itu menggulung lengan baju nya yang panjang dan menunjukkan sebuah tanda yang mana hanya di miliki oleh orang orang suruhan Mell, Han atau Siska.
"Baik, bersikaplah seperti sebelum nya" ucap Mell datar lalu menyeringai.
"Sumpah mu kuat juga yah Siska" batin Mell, dia tau bahwa Siska sangat menjaga sumpah yang telah dia ucapkan dulu untuk selalu menjaga Mell kapan pun dan di mana pun dengan segenap jiwa raga nya.
Sesampainya di tempat tujuan "Mohon perhatian, perkenalkan dia adalah pengganti kak Abi di bagian pengadaan barang yang baru" ucap ibu itu.
"Halo aku Mell" ucap Mell polos seraya melambaikan tangan nya.
Selesai berkenalan Mell mulai banyak bertanya tentang pekerjaan nya, perlahan Mell mulai mengerti apa yang harus dia kerjakan hanya belum paham betul nama semua barang nya saja.
"Ok makasih mba aku akan pelajari semua nya ini dengan baik" ucap Mell.
"Kamu abis ini ikut aku ke gudang barang yah kita ambil barang nya bareng dulu, kalau kamu udah ngerti baru ambil sendiri" ucap salah seorang taman Mell.
Mell menurut dan beberapa menit kemudian mereka pergi ke gudang barang yang mereka maksud, teman baru Mell yang bernama wiwin menjelaskan sebuah detail tentang gudang itu dan bagaimana cara berinteraksi dengan orang orang nya juga.
"Kamu ngerti kan?" tanya mba Wiwin.
"Iya mba aku ngerti, makasih udah jelasin ke aku" ucap Mell.
__ADS_1
Wiwin tersenyum "Kalo gitu mba pergi dulu yah, kamu baik baik di sini" ucap nya lalu pergi.
"Kak aku mau ambil barang X " ucap Mell.
"Bentar lagi di check dulu" ucap orang itu.
**
Kini waktu nya pulang semua karyawan berhamburan keluar dari gedung namun ada beberapa yang belum pulang di karenakan lembur.
Mell diam diam pergi dan bersembunyi di salah satu sudut untuk menyelidiki apa yang terjadi karena sejak tadi dia sudah merasa ada yang janggal dengan gudang itu di tambah saat bell berbunyi bukan nya pulang beberapa karyawan justru berkumpul dan membicarakan sesuatu.
"Sial gue gak bisa denger mereka ngomong apa?" gerutu Mell.
Saat larut Mell baru bisa keluar dan menemui Siska yang sudah menunggu nya "Apa Nona baik baik saja?" tanya nya.
"Hmm tenang lah" ucap Mell.
"Nona apa hari ini ada yang membuat Nona kesal?" tanya Siska.
"Yah tapi gue masih bisa tahan emosi gue, lo tau sendiri kan kalo gue udah emosi gimana" ucap Mell lalu menghela nafas "Gue gak mau karena emosi gue jadi ngerusak semua rencana yang udah kita susun selama ini" tambah Mell.
"Ayo pulang gue udah capek banget, ternyata kerja kaya gitu bener bener menguras tenaga" ucap Mell sambil memijat mijat lengan nya yang pegal.
"Baik Nona" balas Siska kemudian melajukan mobil nya membelah jalanan.
"Assalamualaikum..aku pulang" ucap Mell.
"Nggak bu aku baru ngejalanin misi aku jadi pulang larut" jawab Mell.
"Yasudah kamu sudah makan belum?" tanya nya lagi.
Mell tersenyum dia bahagia bisa berada di tengah tengah keluarga yang memiliki kehangatan seperti ini "Udah bu, udah makan di jalan tadi sama mba Siska" jawab Mell.
"Yasudah kamu masuk mandi dan istirahat lah" ucap bu Asih.
Mell pergi ke kamar nya dan langsung mandi setelah meletakkan tas kecil nya di atas ranjang.
Mell keluar hanya menggunakan handuk yang melingkar di dada nya sampai atas lutur sehingga menampakkan bagian bahu nya yang terbuka dengan rambut yang masih sedikit basah Mell keluar dan berjalan jendak menuju lemari pakaian nya.
Untuk sekejap Mell mengingat Justin, huh entah kenapa tiba tiba sekali dia merasa rindu pada sosok lelaki yang telah berhasil masuk dan menghangatkan hati nya yang mulai dingin itu.
Sampai tiba tiba sebuah tangan melingkar kuat di perut nya dan hal itu membuat Mell sangat terkejut, tidak pernah terbayangkan oleh Mell jika hal itu benar benar terjadi.
Jika sedang di rumah mungkin Mell bisa tau kalau itu Justin tapi di sini siapa yang berani melakukan nya?
Mell berbalik dan langsung membanting kuat orang itu seketika dan membuat nya jatuh tersungkur sambil meringis, handuk yang Mell kenakan hampir saja merosot jika tidak cepat dia tahan.
__ADS_1
Mell membetulkan handuk nya lalu dengan cepat mengambil selimut dari dalam lemari untuk menutupi tubuh nya lalu mulai mendekati orang yang masih meringis di lantai itu.
"Siapa lo?" bentak Mell.
Orang itu tetap diam menahan sakit pada tubuh nya akibat terbentur dengan sangat keras sampai di berusaha untuk membuka penutup kepala dan masker yang dia kenakan.
"Abang" pekik Mell yang langsung menghampiri Justin lalu membantu nya berdiri.
Sambil meringis perlahan Justin bangun dan duduk di tepi ranjang Mell "Hah sayang kamu tega banget masa suami meluk malah di banting sih aaaaww" ringis Justin.
"Ya maaf lagian Abang ngapain peluk aku dari belakang kaya tadi bikin aku kaget tau gak?" ucap Mell sedikit kesal.
"Bukan nya kamu suka kalau Abang peluk kaya tadi hmm?" goda Justin yang membuat Mell sedikit luluh.
"Yaudah mana yang sakit biar aku pijitin" ucap Mell.
"Gak perlu Abang gak papa kok, lagian tujuan Abang ke sini kan mau pijitin kamu bukan malah di pijitin kamu" ucap Justin.
"Hah?maksud Abang gimana?" tanya Mell bingung.
"Iya tadi Siska telfon Abang katanya besok kamu libur terus dia juga bilang hari ini kamu lagi capek banget jadi yaudah deh Abang buru buru ke sini" jelas Justin.
"Niat nya sih mau bikin surprise eh malah Abang yang kena surprise nya" tambanya lalu tertawa.
"Aku gak tau kalau itu Abang, maaf yah" ucap Mell menyesal.
"Gak papa sayang, lagian itu bagus bair gak ada orang yang berani sentuh kamu sembarangan" ucap Justin.
Mell tersenyum "Eh tapi dari mana kamu belajar refleks secepat itu sayang?Abang yakin itu bukan gerakan yang baru kamu pelajari di padepokan Abah soalnya refleks Yunira aja masih kalah cepet sama kamu" tanya Justin.
"Hmm soal itu ah aku kan dari kecil emang suka berbagai macam beladiri bang aku atlit taekwondo mahir karate belajar pencak silat dan beberapa beladiri lain nya jadi yaah wajar aja kalau refleks ku bagus" kilah Mell memberi alasan berharap agat Justin percaya.
"Tapi_"
Belum sempat Justin selesai bicara Mell sudah memotong lebih dulu "Aah hari ini aku capek banget, badan aku rasa nya sakit semua" keluh Mell.
"Aku istirahat dulu yah" tambah nya.
"Eeeh enak aja Abang jauh jauh kesini kan mau habisin waktu sama kamu, tapi kenapa malah mau di tinggal tidur" ucap Justin berpura pura kesal.
"Eh iya tapi aku capek banget hari ini" balas Mell yang sudah merebahkan diri nya.
"Seenggak nya pakai baju dulu sayang, kamu mau kita begadang malem ini yah?" goda Justin
Mell bangun dan langsung mengambil baju ganti nya kemudian hendak masuk ke kamar mandi "Mau kemana?" tanya Justin.
"Mau pake baju lah" jawab Mell.
__ADS_1
"Di kamar mandi?kenapa gak di sini aja?" ucap Justin lagi lagi dengan senyum nakal nya.
Mell mendengus "Gak mau" ucap nya lalu masuk ke kamar mandi