
Sebelum ke mansion keluarga Pramudita Mell mengajak Dianna ke rumah sakit untuk bertemu dengan Mommy dan Daddy nya, setelah itu memutuskan untuk pulang.
Mobil yang mereka tumpangi memasuki sebuah mansion mewah dan megah setelah gerbang nya terbuka, Dianna begitu terpukau saat pertama kali melihat nya.
"Waaah Mbul ini rumah lo" tanya Dianna masih menatap bangunan tinggi itu.
"Bukan ini punya tetangga gue" ucap Mell asal bicara.
"Lah terus ngapain lo bawa gue kemari ayo pergi" ucap Dianna cemberut, dan berjalan hendak masuk kembali ke mobil namun Mell menarik tangan nya lebih dulu.
"Eeeh eh mau kemana lo, ayo masuk" ucap Mell langsung melenggang pergi dan Dianna yang masih bingung hanya mengekori nya saja lalu berjalan sejajar dengan Mell.
"Ini mansion keluarga Pramudita Dii" ucap Mell.
"Waah serius lo, gede juga ya" jawab nya terkekeh sendiri.
"Ayo gue tunjukin kamar lo ada di lantai tiga" ajak Mell.
"Mbul kaki gue bisa kaya gajah kalo naik turun tangga setinggi itu tiap hari" ucap polos Dianna menatap tangga lantai tiga mansion itu dan membuat Mell terkekeh.
Menoyor kening Dianna "Heh" Mell.
"Aaaaaww" pekik Dianna memegangi kening nya.
__ADS_1
"Siapa yang suruh lo naik turun sampe lantai tiga tiap hari" ucap Mell.
Membalas toyoran tadi "Awwh" pekik Mell memegangi kepala nya.
"Ya terus kalo gue mau naik turun gimana, terbang" ucap Dianna bertolak pinggang.
"Dasar dodol, makannya lo ikutin gue jangan banyak nanya kenapa" ucap Mell.
"Tuh lo liat di sebelah sana ada lift" tunjuk Mell ke arah pojok dekat kolam renang dan Dianna hanya ber ooo ria sambil terkekeh.
Dianna mengikuti Mell berjalan ke lantai tiga untuk menaruh barang - barang nya.
"Nah Dii, ini kamar lo" ucap Mell setelah membuka pintu.
"Lo bisa tinggal di sini sesuka hati lo" lanjut nya dan Dianna hanya menganga melihat kamar nya.
"Ini kamar tau spesial, kalo yang biasa ada di lantai satu" jawab Mell.
"Dan kamar gue ada di sebelah sana" lanjut Mell Menunjuk ke arah kamar nya, setelah Mell menjelaskan tentang kamar itu seperti cara memakai remot control karena mansion itu sudah menggunakan sistem yang modern.
Setelah menjelaskan semuanya Mell pergi ke kamar nya dan membersihkan diri, setengah jam kemudian Mell menemui Dianna dan mengajak nya makan siang bersama.
"Kenapa Dii, kok cuma di liatin doang lo gak suka sama makanan nya?" tanya Mell yang melihat Dianna hanya memandangi makanan yang tersaji.
__ADS_1
"Atau mau gue suruh chef buat masakin makanan favorit lo" lanjut Mell bertanya.
Dianna menggeleng "Gak usah Mbul, gue cuma heran aja makanan nya banyak banget sedangkan kita cuma makan berdua" ucap Dianna.
"Oh astaga gue pikir kenapa, bentar lagi ada kak Han yang mau kesini jadi kita makan bertiga" ucap Mell dan Dianna hanya ber oooo ria, dan tak lama Han datang dan langsung masuk menemui Mell yang sedang makan siang.
"Permisi" sapa Han sopan.
"Ya ampun kak Han ini di rumah bukan di kantor gausah formal gitu kali" ucap Mell santai dan Han hanya terkekeh.
"Oh iya kak Han udah makan belum" tanya Mell.
"Belum, kakak kan sengaja pengen makan di sini" ucap Han langsung duduk tanpa di minta, yah karena memang itu sudah kebiasaan nya.
"Ehemm" dehem Dianna.
"Oh iya gue lupa, Dii kenalin ini kak Han dan kak Han kenalin ini Dianna sahabat aku" ucap Mell, mereka saling bersalaman lalu duduk kembali dan makan bersama.
"Kak kita berangkat jam berapa" tanya Mell setelah selesai makan.
"Setelah ini kalau lo mau" jawab Han dan Mell mengangguk.
"Eh kalian mau kemana" tanya Dianna.
__ADS_1
"Gue ada kerjaan sebentar Dii, lo mau ikut" tanya Mell.
"Boleh deh, dari pada gue di sini gatau mau ngapain kan mending gue ikut lo" jawab Dianna.